- Penjualan sedan Kia K9 merosot drastis hingga memaksa Kia menghentikan produksi generasi penerusnya pada akhir tahun 2026 mendatang.
- Kurangnya varian hybrid dan kalah bersaing dari Genesis G80 menjadi penyebab utama penghentian produksi sedan mewah tersebut.
- Kia akan mengalihkan fokus riset serta jalur produksi K9 untuk pengembangan kendaraan listrik dan kendaraan khusus di masa depan.
Suara.com - Kia resmi menyerah dalam upayanya bersaing dengan dominasi BMW dan Mercedes Benz di kelas sedan mewah eksekutif. Pabrikan otomotif asal Korea Selatan ini memutuskan untuk menghentikan total produksi Kia K9 yang merupakan model paling ambisius dalam sejarah perusahaan.
Keputusan pahit ini diambil setelah Kia K9 mencatatkan penurunan penjualan yang sangat tajam mencapai 87 persen. Meskipun sempat menjadi simbol kemewahan Kia sejak debutnya pada 2012, model ini gagal mempertahankan eksistensinya di tengah gempuran merek premium lain termasuk saudara kandungnya sendiri yaitu Genesis.
Melansir Carscoops, data internal menunjukkan tren penurunan peminat yang tidak terbendung. Pada 2012, K9 sempat berjaya dengan penjualan mencapai 13.931 unit di Korea Selatan. Namun angka tersebut merosot drastis menjadi hanya 1.581 unit pada 2025 dan semakin parah dengan catatan hanya 734 unit yang terjual hingga paruh pertama 2026.
Sebagai perbandingan, Genesis G80 yang menggunakan basis mekanis serupa justru mampu terjual sebanyak 41.291 unit pada periode yang sama. Kegagalan K9 di pasar global maupun domestik akhirnya memaksa Kia untuk membatalkan rencana pengembangan generasi penerus sedan penggerak roda belakang ini.
Unit terakhir K9 dijadwalkan keluar dari jalur produksi pada akhir 2026. Dengan berakhirnya masa tugas K9, Kia K8 yang memiliki dimensi lebih kecil dan berpenggerak roda depan akan naik takhta sebagai sedan terbesar yang tersisa dalam jajaran produk Kia.
Langkah strategis ini dilakukan untuk membebaskan sumber daya riset serta pengembangan ke proyek yang dianggap lebih menguntungkan. Jalur produksi yang ditinggalkan K9 nantinya akan dialihkan sepenuhnya untuk memproduksi kendaraan listrik atau EV serta kendaraan yang dirancang khusus atau PBV di masa depan.
Absennya varian hybrid juga dinilai menjadi penyebab K9 sulit bersaing di era modern. Sejak mesin V8 dihilangkan pada 2021, sedan ini hanya mengandalkan mesin V6 konvensional yang kini dianggap kurang relevan dengan tren efisiensi global.