- Mobil modern yang terhubung ke internet memiliki risiko keamanan digital berupa ancaman peretasan jarak jauh.
- Risiko nyata yang harus diwaspadai meliputi pencurian data serta pemutusan fungsi kendaraan massal secara misterius.
- Pemilik mobil disarankan memperbarui perangkat lunak secara rutin untuk mencegah potensi kejahatan siber tersebut.
Suara.com - Bayangkan Anda sedang melaju santai di jalan raya, lalu tiba-tiba setir mobil berbelok sendiri ke arah jurang karena dikendalikan oleh seseorang dari jarak jauh.
Skenario mencekam ini sering kali muncul dalam film aksi Hollywood, namun apakah hal tersebut benar-benar bisa terjadi di dunia nyata?
Bagi Anda para pemilik mobil modern yang sudah terbiasa dengan fitur canggih, memahami risiko keamanan digital pada kendaraan kini menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi.
Faktanya, mobil-mobil keluaran terbaru saat ini praktis merupakan "komputer berjalan" yang terus terhubung dengan internet.
Hampir semua mobil baru yang dijual saat ini memiliki koneksi seluler untuk mendukung fitur navigasi, hiburan, hingga pembaruan perangkat lunak secara nirkabel atau Over-the-air (OTA).
Meskipun teknologi ini memberikan kenyamanan luar biasa karena memungkinkan pabrikan memperbaiki celah keamanan tanpa pemilik harus datang ke bengkel, ia juga membuka celah risiko siber yang baru.
Berdasarkan laporan dari situs otomotif Carscoops, ancaman peretasan mobil memang nyata, tetapi bentuknya tidak selalu sedramatis yang kita bayangkan.
"Jawabannya jauh lebih bernuansa daripada sekadar peretas dapat mengambil alih mobil Anda saat Anda sedang mengemudi".
Para ahli keamanan siber menjelaskan bahwa kendaraan modern tidak dirancang sedemikian rupa sehingga seseorang bisa dengan mudah mengintervensi sistem kemudi atau pengereman melalui koneksi internet biasa.
Lantas, apa risiko nyata yang harus diwaspadai? Ancaman yang lebih realistis dan berbahaya justru terletak pada skala massal, seperti pencurian data atau pemutusan fungsi kendaraan secara mendadak.
Salah satu kasus nyata terjadi ketika ratusan unit mobil Porsche di Rusia tiba-tiba mati secara misterius, atau hasil investigasi di Norwegia yang menemukan potensi akses jarak jauh pada bus listrik buatan Tiongkok.
Risiko terbesar saat ini bukanlah mobil yang "disetir" oleh peretas, melainkan adanya kill switch atau sakelar pembunuh yang bisa mematikan ribuan armada kendaraan sekaligus.
Bayangkan kekacauan ekonomi yang terjadi jika seluruh armada bus sekolah, mobil polisi, atau truk pengiriman barang tiba-tiba mogok dan menolak untuk dinyalakan karena sistemnya disabotase.

Selain itu, pencurian data pribadi dari jutaan kendaraan yang terhubung juga menjadi target empuk bagi aksi spionase atau kejahatan siber berskala besar.
Hal ini dikarenakan setiap fitur baru yang terhubung ke internet ibarat pintu masuk tambahan yang harus dijaga ketat oleh pihak pabrikan.