Mobil Bisa Dihack? Intip Fakta Ngerinya yang Ternyata Beda dari Film Hollywood

Cesar Uji Tawakal

Rabu, 22 Juli 2026 | 08:11 WIB
Mobil Bisa Dihack? Intip Fakta Ngerinya yang Ternyata Beda dari Film Hollywood
Ilustrasi head unit. (Freepik)
baca 10 detik
  • Mobil modern yang terhubung ke internet memiliki risiko keamanan digital berupa ancaman peretasan jarak jauh.
  • Risiko nyata yang harus diwaspadai meliputi pencurian data serta pemutusan fungsi kendaraan massal secara misterius.
  • Pemilik mobil disarankan memperbarui perangkat lunak secara rutin untuk mencegah potensi kejahatan siber tersebut.

Suara.com - Bayangkan Anda sedang melaju santai di jalan raya, lalu tiba-tiba setir mobil berbelok sendiri ke arah jurang karena dikendalikan oleh seseorang dari jarak jauh.

Skenario mencekam ini sering kali muncul dalam film aksi Hollywood, namun apakah hal tersebut benar-benar bisa terjadi di dunia nyata?

Bagi Anda para pemilik mobil modern yang sudah terbiasa dengan fitur canggih, memahami risiko keamanan digital pada kendaraan kini menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi.

Faktanya, mobil-mobil keluaran terbaru saat ini praktis merupakan "komputer berjalan" yang terus terhubung dengan internet.

Hampir semua mobil baru yang dijual saat ini memiliki koneksi seluler untuk mendukung fitur navigasi, hiburan, hingga pembaruan perangkat lunak secara nirkabel atau Over-the-air (OTA).

Meskipun teknologi ini memberikan kenyamanan luar biasa karena memungkinkan pabrikan memperbaiki celah keamanan tanpa pemilik harus datang ke bengkel, ia juga membuka celah risiko siber yang baru.

Berdasarkan laporan dari situs otomotif Carscoops, ancaman peretasan mobil memang nyata, tetapi bentuknya tidak selalu sedramatis yang kita bayangkan.

"Jawabannya jauh lebih bernuansa daripada sekadar peretas dapat mengambil alih mobil Anda saat Anda sedang mengemudi".

Para ahli keamanan siber menjelaskan bahwa kendaraan modern tidak dirancang sedemikian rupa sehingga seseorang bisa dengan mudah mengintervensi sistem kemudi atau pengereman melalui koneksi internet biasa.

baca juga

Lantas, apa risiko nyata yang harus diwaspadai? Ancaman yang lebih realistis dan berbahaya justru terletak pada skala massal, seperti pencurian data atau pemutusan fungsi kendaraan secara mendadak.

Salah satu kasus nyata terjadi ketika ratusan unit mobil Porsche di Rusia tiba-tiba mati secara misterius, atau hasil investigasi di Norwegia yang menemukan potensi akses jarak jauh pada bus listrik buatan Tiongkok.

Risiko terbesar saat ini bukanlah mobil yang "disetir" oleh peretas, melainkan adanya kill switch atau sakelar pembunuh yang bisa mematikan ribuan armada kendaraan sekaligus.

Bayangkan kekacauan ekonomi yang terjadi jika seluruh armada bus sekolah, mobil polisi, atau truk pengiriman barang tiba-tiba mogok dan menolak untuk dinyalakan karena sistemnya disabotase.

Ilustrasi Head Unit - Rekomendasi Head Unit Android 7 Inch Agustus 2025 (Unsplash)
Ilustrasi head unit. (Unsplash)

Selain itu, pencurian data pribadi dari jutaan kendaraan yang terhubung juga menjadi target empuk bagi aksi spionase atau kejahatan siber berskala besar.

Hal ini dikarenakan setiap fitur baru yang terhubung ke internet ibarat pintu masuk tambahan yang harus dijaga ketat oleh pihak pabrikan.

Untungnya, sistem keamanan pada mobil modern memiliki lapisan pelindung yang sangat kompleks. Untuk mencapai sistem krusial seperti rem atau setir, peretas harus menembus banyak dinding pertahanan digital, dan itupun sangat sulit untuk memanipulasi kendaraan seakurat pengemudi asli.

Kabar baiknya, jalur OTA yang digunakan untuk menyusup juga menjadi senjata bagi produsen mobil untuk mengirimkan "obat" atau patch keamanan secara cepat dalam waktu semalam untuk menutup celah yang ditemukan.

Pertarungan antara peretas dan produsen otomotif ini merupakan perlombaan senjata digital yang tidak akan pernah berakhir.

Selama mobil kita terus melibatkan lebih banyak perangkat lunak dan konektivitas, risiko itu akan selalu ada. Namun, dengan terus memperbarui perangkat lunak kendaraan Anda secara rutin melalui jalur resmi, Anda sudah melakukan langkah cerdas untuk memastikan bahwa kendaraan kesayangan tetap menjadi sarana transportasi yang aman, bukan sasaran empuk kejahatan siber di jalan raya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Rupa Ada Harga, Changan Ogah Ikut Tren 'Perang Harga' Mobil Listrik di Indonesia

Ada Rupa Ada Harga, Changan Ogah Ikut Tren 'Perang Harga' Mobil Listrik di Indonesia

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:15 WIB

Industri Otomotif China Terjebak Persaingan Brutal yang Mengancam Loyalitas Konsumen

Industri Otomotif China Terjebak Persaingan Brutal yang Mengancam Loyalitas Konsumen

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:10 WIB

Bahlil Yakin Mobil Hidrogen Bakal Saingi Kendaraan Listrik

Bahlil Yakin Mobil Hidrogen Bakal Saingi Kendaraan Listrik

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:15 WIB

Mesin Mobil Copot Mendadak Usai Terjang Genangan Air, BYD Beri Klarifikasi

Mesin Mobil Copot Mendadak Usai Terjang Genangan Air, BYD Beri Klarifikasi

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:05 WIB

Terkini

Apakah Bedak Saripohatji Masih Ada? Produk Legendaris untuk Cerahkan Wajah

Apakah Bedak Saripohatji Masih Ada? Produk Legendaris untuk Cerahkan Wajah

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Antara Which Is dan Secara: Cara Gen Z Tetap Gaul Tanpa Merusak Bahasa Ibu

Antara Which Is dan Secara: Cara Gen Z Tetap Gaul Tanpa Merusak Bahasa Ibu

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:00 WIB

6 Rekomendasi Sandal Jepit yang Tidak Gampang Putus saat Musim Hujan

6 Rekomendasi Sandal Jepit yang Tidak Gampang Putus saat Musim Hujan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:32 WIB

×