- Presiden Prabowo Subianto berencana meluncurkan motor listrik nasional buatan anak bangsa dengan merek baru pada 13 Agustus 2026.
- PT Pindad menegaskan tidak terlibat dalam proyek motor listrik tersebut karena difokuskan khusus untuk mengembangkan kendaraan jenis mobil.
- Indonesia sebelumnya telah memiliki beberapa merek motor listrik nasional seperti Gesits, Maka Motors, Electro, dan Polytron.
Suara.com - Motor listrik nasional yang dicita-citakan oleh Presiden Prabowo Subianto akan didesain dan diproduksi di dalam negeri, demikian diungkapkan oleh Direktur Utama PT Pindad sekaligus Direktur Utama Danantara Development Management Fund Sigit Puji Santoso.
Meski demikian Sigit juga menegaskan Pindad tak akan terlibat dalam proyek tersebut dan hanya fokus pada pengembangan mobil. Saat ini Pindad sudah memiliki merek Maung yang tak lain dari mobil asal Korea Selatan dengan perombakan pada bagian bodi.
"Pindad fokus di mobil. Nah, untuk motor listrik nanti ada lagi penugasan yang lain," ujar Sigit di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Ia mengungkapkan bahwa rencana peluncuran motor listrik nasional dijadwalkan akan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
Sigit mengatakan belum bisa memberikan informasi secara lebih rinci lantaran Presiden Prabowo yang akan mengumumkannya secara langsung.
Meski demikian, Sigit memastikan bahwa motor listrik nasional akan menggunakan merek baru yang dikembangkan oleh anak bangsa.
"Enggak, itu nanti akan ada merek baru dan desainnya by Indonesian engineers, desain dari kita. Desain dan production dari kita," jelas Sigit.
Dirut perusahaan pelat merah ini menekankan bahwa produksi motor listrik nasional bukan menjadi tanggung jawab Pindad. Menurutnya, pemerintah akan mengumumkan produsen yang ditunjuk pada saat peluncuran resmi.
"Nanti akan diumumkan Bapak (Presiden Prabowo) itu nanti tanggal 13," katanya.
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia akan segera memiliki motor listrik nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat industri otomotif dalam negeri sekaligus mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.
Presiden Prabowo berharap kehadiran motor listrik nasional dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, termasuk petani sebagai sarana transportasi yang lebih efisien dan terjangkau.
Bukan motor nasional pertama
Meski demikian motor listrik yang digadang Prabowo itu bukanlah motor listrik nasional pertama. Indonesia faktanya sudah memiliki setidaknya dua merek motor listrik nasional.
Pertama adalah motor listrik Gesits, yang diproduksi oleh PT Gesits Motor Nusantara. Perusahaan ini adalah anak usaha dari dua BUMN yakni PT Industri Baterai Indonesia (IBC) dan PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi.
Motor listrik ini sejatinya buah pikiran dan karya anak bangsa karena berawal dari pengembangan yang dilakukan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya sejak 2007.
Motor ini kemudian dikembangkan serius di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan pada 2021 bahkan sudah diekspor ke Senegal.
PT Gesits memiliki pabrik di Cileungsi, di pinggir Jakarta tidak jauh dari kediaman Presiden Prabowo di Sentul, Bogor. Faktanya motor listrik Gesits banyak digunakan oleh para ojek online.
Kedua adalah PT Kendaraan Listrik Nusantara (KLN) dengan merek Maka Motors. Berdiri pada 2022, perusahaan ini dilahirkan oleh dua pengusaha dan insinyur muda Indonesia: Raditya Wibowo dan Arief Fadillah. Menurut keduanya motor ini dirancang, dikembangkan dan diproduksi oleh anak-anak bangsa.
Produk pertama mereka Maka Cavalry diluncurkan pada tahun lalu dan mendapat sambutan cukup luas di Indonesia. Maka Motors juga sudah memiliki pusat R&D di Indonesia - sesuatu yang cukup jarang ditemukan di Tanah Air.
Maka Motors juga memiliki pabrik di Cikarang, Jawa Barat dengan kapasitas produksi 100.000 unit per tahun.
Tapi dalam beberapa kesempatan belum lama ini pendiri Maka Motors mengeluh penjualan motor listrik di Indonesia anjlok karena belum jelasnya kebijakan pemerintah terkait insentif.
Ia mengatakan motor listrik nasional sukar berkembang karena belum sepenuhnya didukung oleh pemerintah, termasuk dalam bentuk pemberian insentif seperti yang diberikan oleh pemerintahan sebelumnya.
Selain itu masih ada juga beberapa merek motor listrik nasional lainnya seperti Electro dari PT Mobil Anak Bangsa, perusahaan otomotif nasional yang mengembangkan bus, truk dan mobil listrik di Indonesia. Ada juga Polytron yang kini telah menjual jajaran motor listrik Fox dan mobil listrik. Polytron bahkan memiliki sejumlah pabrik di Jawa Tengah.