- Bengkel AHA Pedia menyatakan bahwa jarum RPM yang naik-turun saat konstan atau tersendat pada RPM tinggi menunjukkan kerusakan CVT.
- Ko Freddy dari Domo Transmisi menyebutkan transmisi CVT buatan Mitsubishi dan Toyota jauh lebih tangguh daripada merek Honda.
- Pakar merekomendasikan tiga mobil bekas bertransmisi CVT yang awet, yaitu Mitsubishi Mirage, Toyota Yaris, dan Toyota Agya.
Suara.com - Mobil matic dengan transmisi CVT kini menjadi andalan utama masyarakat perkotaan.
Karakter perpindahan giginya yang halus tanpa adanya hentakan dinilai sangat ideal untuk menghadapi situasi jalanan kota yang padat.
Sayangnya, saat hendak berburu mobil bekas, transmisi CVT kerap menjadi kekhawatiran terbesar calon pembeli akibat adanya anggapan bahwa sabuk bajanya rentan putus dan membutuhkan biaya perbaikan yang mahal.
Oleh karena itu, penting sekali untuk mendeteksi kondisi transmisi ini secara cermat saat memilih unit seken di pasar otomotif.
Ciri CVT Mobil Mulai Bermasalah
Untuk mendeteksi apakah sistem transmisi matic CVT masih sehat atau sudah mulai jebol, Anda dapat menerapkan trik pengetesan langsung saat melakukan uji berkendara yang disarankan oleh bengkel spesialis AHA Pedia.
Berdasarkan penjelasan dari pihak AHA Pedia, tanda-tanda kerusakan awal dapat dipantau melalui pergerakan jarum RPM pada panel instrumen saat melaju konstan.
"Ketika jalan konstan RPM 2000 jadi gasnya itu tetap dilangsamkan di 2000 itu jarum RPM-nya bergerak mengayun," ungkap mekanik dari AHA Pedia.
Pada fase awal ini, guncangan fisik biasanya memang belum terasa secara langsung di dalam kabin.
Namun, jika Anda menaikkan putaran mesin lebih tinggi, gejala kerusakannya akan semakin nyata.
"Kecuali kalau tambah tinggi lagi mungkin di 3000 sampai 4000 itu digas agak terasa ndut-ndutan," tambah pihak AHA Pedia.
Jika mobil mulai tersendat atau terasa ndut-ndutan saat digas pada RPM tinggi tersebut, maka itu adalah indikasi kuat sabuk baja CVT sudah bermasalah.
Mobil dengan CVT Awet
Selain melakukan pengetesan fisik, reputasi merek mobil juga sangat menentukan tingkat keawetan sistem transmisi ini.
Ko Freddy, mekanik spesialis dari Domo Transmisi, menjelaskan bahwa transmisi CVT buatan pabrikan Mitsubishi dan Toyota secara kualitas masih jauh lebih tangguh dibandingkan dengan Honda.
"Karena dari segi kualitas karena kita jarang dapat Mitsubishi atau atau Toyota ya yang beltnya kasusnya putus betul jarang banget kalau Honda kan... sering banget kan seringat putus," jelas Ko Freddy.
Ia juga menambahkan bahwa bobot kendaraan memiliki pengaruh besar terhadap beban kerja transmisi, di mana mobil yang lebih ringan akan membuat sabuk baja CVT bekerja lebih rileks dan awet dalam jangka panjang.
Rekomendasi Mobil Bekas Tipe Matic CVT yang Awet
Berikut adalah rekomendasi mobil bekas dengan transmisi CVT awet yang disarankan sesuai dengan pandangan pakar:
1. Mitsubishi Mirage (Generasi Pertama)

- Estimasi Harga Bekas: Rp78 juta hingga Rp99 juta.
- Kapasitas Mesin: 1.193 cc (1.2L) 3-silinder DOHC MIVEC.
- Tenaga dan Torsi: Menghasilkan tenaga sekitar 77 hp dengan torsi maksimal 100 Nm.
Kelebihan (Plus): Transmisinya dinilai sangat tangguh dan jarang sekali mengalami kerusakan berat. Bobot mobil yang ringan membuat sabuk bajanya bekerja minimal, ditambah konsumsi bahan bakar yang sangat efisien. Suspensi empuk nggak bikin mabuk darat dan sakit punggung.
Kekurangan (Minus): Ruang kabin tergolong cukup kompak. Suspensi empuk bikin mobil agak limbung di tikungan.
2. Toyota Yaris (Facelift Mulai 2016)

- Estimasi Harga Bekas: Rp120 juta hingga Rp175 juta tergantung tahun produksi.
- Kapasitas Mesin: 1.496 cc (1.5L) 4-silinder DOHC Dual VVT-i.
- Tenaga dan Torsi: Menghasilkan tenaga hingga 107 PS dengan torsi maksimal 140 Nm.
Kelebihan (Plus): Didukung oleh kualitas komponen CVT Toyota yang terkenal tangguh dan minim kendala kerusakan sabuk baja. Handling berkendara stabil dan mesinnya terasa halus.
Kekurangan (Minus): Varian mesin yang lebih baru terkadang dirasakan kurang bertenaga karena bobot bodi kendaraan yang lebih berat. Radius putar besar, susah belok, tidak lincah.
3. Toyota Agya (Generasi CVT)

- Estimasi Harga Bekas: Rp125 juta hingga Rp150 juta.
- Kapasitas Mesin: 1.197 cc (1.2L) 3-silinder DOHC Dual VVT-i.
- Tenaga dan Torsi: Menghasilkan tenaga hingga 88 PS dengan torsi maksimal 108-113 Nm.
Kelebihan (Plus): Biaya servis berkala sangat ekonomis, pajak tahunan ringan, dan konsumsi BBM sangat irit untuk penggunaan dalam kota.
Kekurangan (Minus): Sebagai mesin tiga silinder, getaran khasnya terkadang masih terasa kuat hingga ke bagian setir kemudi.