- Pemeriksaan fisik motor bekas meliputi kondisi baut mesin lecet serta sisa lem paking yang berantakan menandakan unit pernah dibongkar.
- Gejala mesin tidak sehat terlihat dari suara kasar, munculnya asap putih knalpot, rembesan oli, serta getaran mesin tidak wajar.
- Pembeli motor bekas harus waspada terhadap performa mesin loyo akibat proses turun mesin sebelumnya agar terhindar dari kerugian biaya.
Suara.com - Membeli motor bekas perlu ketelitian ekstra. Salah satu hal yang paling krusial untuk diperhatikan adalah riwayat perbaikan besar pada area jantung pacu.
Memahami cara mengetahui mesin motor bekas pernah turun mesin sangatlah penting agar kamu tidak terjebak membeli unit yang kondisinya sudah tidak orisinal atau bahkan berpotensi mengalami kerusakan berulang di masa depan.
Istilah "turun mesin" sendiri merujuk pada proses membongkar mesin kendaraan dari rangka mobil atau motor untuk dilakukan perbaikan secara menyeluruh.
"Biasanya, langkah ini dilakukan jika kerusakan sudah cukup parah dan tidak bisa ditangani dengan servis ringan. Misalnya, ketika ada kerusakan pada piston, silinder, atau komponen internal lainnya," demikian dikutip dari laman Suzuki.
Agar kamu mendapatkan motor bekas yang masih sehat, simak 7 ciri motor yang pernah turun mesin berikut ini.
1. Perhatikan Kondisi Baut-Baut Mesin
Cara paling mudah untuk mendeteksi mesin yang pernah dibongkar adalah dengan melihat baut-baut di sekitar blok mesin. Baut asli pabrikan biasanya memiliki sudut yang tajam, bersih, dan tidak ada bekas luka.
Jika kamu melihat baut yang sudah lecet, gompal, atau catnya terkelupas, itu merupakan indikasi kuat bahwa mesin tersebut pernah dibuka menggunakan kunci pas atau kunci sok.
2. Cek Bekas Lem Paking (Gasket)
Pabrikan motor menggunakan paking atau gasket yang sangat rapi dan presisi. Jika mesin pernah turun, biasanya teknisi akan menggunakan lem paking tambahan untuk mencegah kebocoran. Lem tersebut umumnya berwarna merah, hitam, atau putih.
Jika kamu melihat sisa-sisa lem yang berantakan atau keluar dari sela-sela sambungan blok mesin, bisa dipastikan mesin tersebut sudah tidak segel pabrik lagi.
3. Dengarkan Suara Mesin saat Langsam
Nyalakan motor dalam kondisi dingin dan dengarkan suara mesinnya secara saksama. Motor yang pernah turun mesin dan tidak dirakit dengan presisi biasanya akan mengeluarkan suara kasar, seperti bunyi logam beradu (klotok-klotok atau tek-tek).
Mesin yang sehat seharusnya terdengar halus dan memiliki irama (ritme) yang stabil saat posisi idle atau langsam.
4. Munculnya Asap Putih dari Knalpot
Meskipun tidak selalu menandakan pernah turun mesin, munculnya asap putih tipis dari knalpot saat mesin digeber adalah tanda ada masalah pada komponen seal klep atau ring piston.
Sering kali, motor yang sudah pernah turun mesin namun pengerjaannya tidak sempurna akan kembali mengalami masalah kebocoran oli ke ruang bakar ini.
5. Cek Kebocoran Oli di Sela-Sela Mesin
Periksalah seluruh area mesin, mulai dari bagian atas hingga bawah. Jika kamu menemukan rembesan oli di sambungan blok, ini menandakan paking mesin sudah tidak rapat.
Hal ini sering terjadi pada motor yang pernah dibongkar pasang secara tidak profesional. Mesin yang orisinal dan sehat biasanya akan terlihat kering dan bersih tanpa noda oli.
6. Getaran Mesin yang Tidak Wajar
Cara mengetahui mesin motor bekas pernah turun mesin selanjutnya adalah dengan merasakan getarannya. Cobalah untuk duduk di atas motor dan tarik gas perlahan.
Jika getaran mesin terasa sangat keras hingga ke setang dan bodi, ada kemungkinan komponen internal seperti kruk as atau balancer tidak terpasang dengan presisi setelah proses turun mesin sebelumnya.
7. Performa dan Tarikan Mesin
Lakukan test ride untuk merasakan tenaga motor. Motor yang pernah turun mesin karena masalah serius seringkali kehilangan "napas" atau terasa berat saat diajak berakselerasi.
Jika tarikan terasa loyo padahal kapasitas mesin besar, kamu patut curiga bahwa kompresi mesin sudah tidak optimal lagi.
Membeli motor bekas yang pernah turun mesin sebenarnya sah-sah saja asalkan pengerjaannya dilakukan secara profesional dan menggunakan sparepart asli. Namun, jika penjual tidak jujur atau pengerjaannya asal-asalan, motor tersebut justru akan menjadi beban biaya di kemudian hari.
Gunakan poin-poin di atas sebagai panduan saat mengecek unit. Jika kamu masih ragu, sangat disarankan untuk membawa mekanik kepercayaan untuk membantu melakukan inspeksi menyeluruh sebelum melakukan transaksi. Selamat berburu motor bekas berkualitas!