7 Cara Mengetahui Motor Bekas Pernah Turun Mesin, Cek Baut dan Lem Paking Termasuk

Yasinta Rahmawati

Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:09 WIB
7 Cara Mengetahui Motor Bekas Pernah Turun Mesin, Cek Baut dan Lem Paking Termasuk
Ilustrasi motor matic bekas. [ChatGPT]
baca 10 detik
  • Pemeriksaan fisik motor bekas meliputi kondisi baut mesin lecet serta sisa lem paking yang berantakan menandakan unit pernah dibongkar.
  • Gejala mesin tidak sehat terlihat dari suara kasar, munculnya asap putih knalpot, rembesan oli, serta getaran mesin tidak wajar.
  • Pembeli motor bekas harus waspada terhadap performa mesin loyo akibat proses turun mesin sebelumnya agar terhindar dari kerugian biaya.

Suara.com - Membeli motor bekas perlu ketelitian ekstra. Salah satu hal yang paling krusial untuk diperhatikan adalah riwayat perbaikan besar pada area jantung pacu.

Memahami cara mengetahui mesin motor bekas pernah turun mesin sangatlah penting agar kamu tidak terjebak membeli unit yang kondisinya sudah tidak orisinal atau bahkan berpotensi mengalami kerusakan berulang di masa depan.

Istilah "turun mesin" sendiri merujuk pada proses membongkar mesin kendaraan dari rangka mobil atau motor untuk dilakukan perbaikan secara menyeluruh. 

"Biasanya, langkah ini dilakukan jika kerusakan sudah cukup parah dan tidak bisa ditangani dengan servis ringan. Misalnya, ketika ada kerusakan pada piston, silinder, atau komponen internal lainnya," demikian dikutip dari laman Suzuki.

Agar kamu mendapatkan motor bekas yang masih sehat, simak 7 ciri motor yang pernah turun mesin berikut ini.

1. Perhatikan Kondisi Baut-Baut Mesin

Cara paling mudah untuk mendeteksi mesin yang pernah dibongkar adalah dengan melihat baut-baut di sekitar blok mesin. Baut asli pabrikan biasanya memiliki sudut yang tajam, bersih, dan tidak ada bekas luka.

Jika kamu melihat baut yang sudah lecet, gompal, atau catnya terkelupas, itu merupakan indikasi kuat bahwa mesin tersebut pernah dibuka menggunakan kunci pas atau kunci sok.

2. Cek Bekas Lem Paking (Gasket)

baca juga

Pabrikan motor menggunakan paking atau gasket yang sangat rapi dan presisi. Jika mesin pernah turun, biasanya teknisi akan menggunakan lem paking tambahan untuk mencegah kebocoran. Lem tersebut umumnya berwarna merah, hitam, atau putih.

Jika kamu melihat sisa-sisa lem yang berantakan atau keluar dari sela-sela sambungan blok mesin, bisa dipastikan mesin tersebut sudah tidak segel pabrik lagi.

3. Dengarkan Suara Mesin saat Langsam

Nyalakan motor dalam kondisi dingin dan dengarkan suara mesinnya secara saksama. Motor yang pernah turun mesin dan tidak dirakit dengan presisi biasanya akan mengeluarkan suara kasar, seperti bunyi logam beradu (klotok-klotok atau tek-tek).

Mesin yang sehat seharusnya terdengar halus dan memiliki irama (ritme) yang stabil saat posisi idle atau langsam.

4. Munculnya Asap Putih dari Knalpot

Meskipun tidak selalu menandakan pernah turun mesin, munculnya asap putih tipis dari knalpot saat mesin digeber adalah tanda ada masalah pada komponen seal klep atau ring piston.

Sering kali, motor yang sudah pernah turun mesin namun pengerjaannya tidak sempurna akan kembali mengalami masalah kebocoran oli ke ruang bakar ini.

5. Cek Kebocoran Oli di Sela-Sela Mesin

Periksalah seluruh area mesin, mulai dari bagian atas hingga bawah. Jika kamu menemukan rembesan oli di sambungan blok, ini menandakan paking mesin sudah tidak rapat.

Hal ini sering terjadi pada motor yang pernah dibongkar pasang secara tidak profesional. Mesin yang orisinal dan sehat biasanya akan terlihat kering dan bersih tanpa noda oli.

6. Getaran Mesin yang Tidak Wajar

Cara mengetahui mesin motor bekas pernah turun mesin selanjutnya adalah dengan merasakan getarannya. Cobalah untuk duduk di atas motor dan tarik gas perlahan.

Jika getaran mesin terasa sangat keras hingga ke setang dan bodi, ada kemungkinan komponen internal seperti kruk as atau balancer tidak terpasang dengan presisi setelah proses turun mesin sebelumnya.

7. Performa dan Tarikan Mesin

Lakukan test ride untuk merasakan tenaga motor. Motor yang pernah turun mesin karena masalah serius seringkali kehilangan "napas" atau terasa berat saat diajak berakselerasi.

Jika tarikan terasa loyo padahal kapasitas mesin besar, kamu patut curiga bahwa kompresi mesin sudah tidak optimal lagi.

Membeli motor bekas yang pernah turun mesin sebenarnya sah-sah saja asalkan pengerjaannya dilakukan secara profesional dan menggunakan sparepart asli. Namun, jika penjual tidak jujur atau pengerjaannya asal-asalan, motor tersebut justru akan menjadi beban biaya di kemudian hari.

Gunakan poin-poin di atas sebagai panduan saat mengecek unit. Jika kamu masih ragu, sangat disarankan untuk membawa mekanik kepercayaan untuk membantu melakukan inspeksi menyeluruh sebelum melakukan transaksi. Selamat berburu motor bekas berkualitas!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hemat Bensin Gak Pakai Mahal, Ini Pilihan Motor Bekas Irit, Suku Cadang Melimpah Mentok 5 Jutaan

Hemat Bensin Gak Pakai Mahal, Ini Pilihan Motor Bekas Irit, Suku Cadang Melimpah Mentok 5 Jutaan

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:13 WIB

Budget Mepet? Ini 4 Pilihan Motor Bekas 3 Jutaan yang Bandel dan Irit untuk Harian

Budget Mepet? Ini 4 Pilihan Motor Bekas 3 Jutaan yang Bandel dan Irit untuk Harian

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:49 WIB

Mau Beli Motor Bekas? Ini Deretan Dokumen Wajib yang Harus Kamu Periksa Biar Nggak Ketipu

Mau Beli Motor Bekas? Ini Deretan Dokumen Wajib yang Harus Kamu Periksa Biar Nggak Ketipu

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Terkini

3 Pemain Timnas Indonesia Masuk Pantauan John Herdman Usai Bungkam Singapura, Kenapa?

3 Pemain Timnas Indonesia Masuk Pantauan John Herdman Usai Bungkam Singapura, Kenapa?

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 09:10 WIB

Ini 8 Keunggulan Mesin 4N15 dari Mitsubishi Pajero Sport

Ini 8 Keunggulan Mesin 4N15 dari Mitsubishi Pajero Sport

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 09:10 WIB

Guruh Soekarnoputra Akan Dikebumikan di Samping Makam Fatmawati

Guruh Soekarnoputra Akan Dikebumikan di Samping Makam Fatmawati

News | Sabtu, 26 September 2026 | 09:06 WIB

Ilusi Mampu Mencicil: Saat Kemudahan Paylater Menguji Kontrol Diri

Ilusi Mampu Mencicil: Saat Kemudahan Paylater Menguji Kontrol Diri

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 09:00 WIB

Face Oil vs Serum, Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Kamu?

Face Oil vs Serum, Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Kamu?

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 08:50 WIB

Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2

Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 08:50 WIB

Iran Siap Buka Selat Hormuz dalam Seminggu

Iran Siap Buka Selat Hormuz dalam Seminggu

News | Sabtu, 26 September 2026 | 08:43 WIB

Berprestasi, Pegadaian Borong Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

Berprestasi, Pegadaian Borong Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 08:39 WIB

Polemik Pembentukan Korps Kadet untuk Pelajar, Akademisi: Rawan Kepentingan Elektoral

Polemik Pembentukan Korps Kadet untuk Pelajar, Akademisi: Rawan Kepentingan Elektoral

News | Sabtu, 26 September 2026 | 08:38 WIB

Sinopsis Dead-End Job: Lee Jae-wook Terjebak Pekerjaan Mengerikan

Sinopsis Dead-End Job: Lee Jae-wook Terjebak Pekerjaan Mengerikan

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 08:30 WIB

×