- Kementerian Perindustrian China menemukan ketidaksesuaian ukuran wheelbase pada unit sampel Geely EX2 tahun 2025.
- Perbedaan wheelbase tersebut melampaui batas toleransi satu persen dari data katalog resmi kendaraan.
- Pemerintah China mengambil tindakan tegas dan belum ada keputusan penghentian produksi atau penarikan massal.
Suara.com - Geely EX2 mendapat sorotan dari pemerintah China setelah ditemukan adanya ketidaksesuaian antara ukuran wheelbase pada unit sampel dengan data yang tercantum dalam katalog kendaraan resmi.
Temuan tersebut muncul dalam pemeriksaan kesesuaian produksi kendaraan energi baru tahunan 2025 yang dilakukan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT).
Melansir Carnewschina, MIIT mengungkap temuan ketidaksesuaian pada sejumlah model kendaraan. Salah satunya Geely EX2 yang di pasar China dikenal dengan nama Geely Xingyuan.
Model yang diperiksa tercatat menggunakan kode JL7001BEV71 dan diproduksi oleh Zhejiang Haoqing Automobile Manufacturing Co., Ltd.
MIIT menyebut wheelbase pada unit sampel Geely EX2 memiliki perbedaan lebih dari batas toleransi yang diperbolehkan, yakni 1 persen dari nilai yang tercantum dalam katalog kendaraan resmi.
Namun, pemerintah China tidak mengungkapkan hasil pengukuran wheelbase pada unit yang diperiksa maupun berapa besar selisihnya dalam satuan milimeter.
Wheelbase sendiri merupakan salah satu dimensi kendaraan yang tercatat dalam data resmi. Karena itu, perbedaan antara kendaraan yang diproduksi dengan spesifikasi yang telah didaftarkan kepada regulator masuk dalam kategori masalah kesesuaian produksi atau production conformity.
Meski demikian, temuan MIIT tidak serta-merta menunjukkan adanya masalah pada seluruh unit Geely EX2. Pemeriksaan dilakukan terhadap kendaraan sampel untuk memastikan unit yang keluar dari lini produksi tetap sesuai dengan parameter dan spesifikasi yang telah didaftarkan.

Atas temuan tersebut, MIIT juga menyatakan telah mengambil tindakan berdasarkan tingkat keseriusan masing-masing pelanggaran. Tindakan yang dapat diberikan regulator antara lain meminta produsen melakukan perbaikan, menangguhkan atau mencabut entri produk dalam katalog kendaraan, hingga menghentikan sementara pengiriman informasi sertifikat kesesuaian secara elektronik.
Geely EX2 di Indonesia
Menariknya, Geely EX2 juga telah dipasarkan di Indonesia. Berdasarkan spesifikasi yang tercantum di situs Geely, mobil listrik tersebut memiliki panjang 4.135 mm, lebar 1.805 mm, tinggi 1.580 mm, serta wheelbase 2.650 mm.
Meski memiliki spesifikasi yang tercantum secara resmi, temuan MIIT di China belum dapat diartikan sebagai masalah yang terjadi pada seluruh unit Geely EX2 yang telah diproduksi atau beredar termasuk unit yang dipasarkan di Indonesia.
MIIT juga tidak menyebutkan bahwa produksi Geely EX2 dihentikan atau akan ditarik dari pasar. Temuan yang dipublikasikan hanya berkaitan dengan kendaraan sampel dalam pemeriksaan kesesuaian produksi.