- Regulator China merilis pedoman baru pada awal September 2026 untuk mengatur ekspansi global produsen otomotif nasional.
- Aturan tersebut mewajibkan perusahaan mematuhi regulasi lokal, hukum antimonopoli, standar antikorupsi, serta tanggung jawab sosial di luar negeri.
- Produsen dilarang melakukan perang harga tidak sehat demi menjaga stabilitas rantai pasok dan reputasi industri otomotif global.
Suara.com - Regulator China secara resmi menerbitkan pedoman baru bagi produsen mobil yang tengah gencar melakukan ekspansi ke pasar internasional. Langkah ini diambil seiring dengan semakin agresifnya perusahaan asal Negeri Tirai Bambu tersebut dalam membangun fasilitas produksi dan menanamkan investasi di berbagai negara.
Melansir laman Reuters, aturan yang dirilis pada Selasa awal September 2026 tersebut meminta produsen mobil memastikan seluruh kegiatan investasi serta operasional di luar negeri mematuhi regulasi yang berlaku.
Perusahaan juga diinstruksikan untuk memperkuat kepatuhan terhadap aturan antimonopoli, antikorupsi, serta tanggung jawab sosial dalam menjalankan bisnis global mereka.
Kebijakan ini muncul di tengah persaingan industri otomotif domestik China yangbsemakin sengit hingga mendorong merek besar seperti BYD mencari sumber pertumbuhan baru di mancanegara. Pemerintah China menekankan pentingnya menjaga reputasi merek otomotif nasional dengan menetapkan harga berdasarkan biaya produksi dan kondisi pasar yang sehat.
Dalam pedoman tersebut, perusahaan dilarang keras menggunakan strategi harga untuk memperoleh keuntungan kompetitif secara tidak adil. Regulator meminta produsen menghindari perubahan harga yang terlalu tajam atau sering karena dapat merugikan konsumen sekaligus merusak citra industri.
Selain itu, produsen wajib menyajikan informasi pemasaran yang akurat dan menghindari iklan yang menyesatkan.
Aspek lain yang menjadi fokus adalah kepatuhan terhadap aturan ketenagakerjaan di negara tujuan serta manajemen risiko terkait kondisi politik dan ekonomi.
Langkah ini krusial mengingat skala ekspansi yang masif. Data resmi mencatat China telah mengekspor sekitar 8,32 juta kendaraan pada 2025 ke lebih dari 200 negara dengan investasi manufaktur di lebih dari 80 pasar.
Kementerian Perdagangan China menyebut pedoman tersebut ditujukan untuk "mendorong penempatan industri dan rantai pasok lintas negara secara rasional dan tertib" demi mendukung keberlanjutan industri di panggung global.
Melalui kebijakan ini, ekspansi produsen mobil China diharapkan mampu membentuk rantai pasok otomotif dunia yang lebih stabil dan kompetitif.