Hyundai Peringatkan Potensi Invasi Mobil Listrik China di Pasar Otomotif

Manuel Jeghesta Nainggolan

Senin, 21 September 2026 | 15:10 WIB
Hyundai Peringatkan Potensi Invasi Mobil Listrik China di Pasar Otomotif
Ilustrasi Logo Hyundai. (Foto: Hyundai)
baca 10 detik
  • CEO Hyundai Jose Munoz memperingatkan pasar AS bisa dikuasai merek China jika pembatasan impor dihapuskan.
  • Pabrikan AS menuding produsen China mendapat keuntungan tidak adil dari subsidi negara serta manipulasi mata uang.
  • CEO Ford Jim Farley memperkirakan merek-merek otomotif Tiongkok akan resmi memasuki pasar AS dalam lima hingga sepuluh tahun.

Suara.com - Meskipun mobil listrik China belum mendominasi pasar Amerika Serikat akibat tarif tinggi, produsen otomotif global mulai mengkhawatirkan masa depan. Terlebih setelah Presiden Donald Trump menyatakan terbuka terhadap pabrikan China yang ingin membangun fasilitas produksi di AS, Hyundai menjadi produsen terbaru yang menyuarakan kecemasaannya.

CEO Hyundai Motor, Jose Munoz, memperingatkan bahwa pasar mobil AS bisa mulai menyerupai pasar Inggris dan Eropa jika pemerintah menghapus pembatasan impor.

"Inggris, yang di masa lalu merupakan pasar yang sangat menguntungkan dan kuat, telah menjadi seperti China. Semua penjual teratas adalah orang China karena tidak ada hambatan. Jadi saya pikir kita dapat mengharapkan hal serupa terjadi di AS, pada tingkat yang berbeda, kecuali ada kondisi tertentu," kata Munoz seperti dilaporkan Reuters, Senin (21/9/2026).

Saat ini, mobil listrik China sulit bersaing di Amerika Serikat akibat pengenaan tarif impor mencapai 100 persen. Kendati demikian, wacana pembukaan akses industri bagi produsen China memicu penolakan dari berbagai pihak.

American Automotive Policy Council yang mewakili Ford, General Motors, dan Stellantis menuding bahwa pabrikan Tiongkok mendapat keuntungan tidak adil dari subsidi negara, manipulasi mata uang, serta regulasi non-pasar.

Di sisi lain, CEO Ford Jim Farley memperkirakan merek-merek Tiongkok akan resmi memasuki pasar AS dalam rentang lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Munoz menilai ancaman tersebut nyata lantaran mobil buatan China memiliki efisiensi biaya yang sangat tinggi. Di Eropa, meskipun Uni Eropa telah menerapkan tarif tambahan untuk mengatasi isu subsidi negara, harga mobil buatan China diklaim masih 30 hingga 40 persen lebih murah di beberapa wilayah pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hyundai Gandeng Shell Perkuat Layanan Purna Jual Kendaraan

Hyundai Gandeng Shell Perkuat Layanan Purna Jual Kendaraan

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 11:32 WIB

Hyundai Stargazer Cartenz Punya Fitur 'Anti Pegal' Hadapi Macet hingga Tanjakan, Cocok Buat Keluarga

Hyundai Stargazer Cartenz Punya Fitur 'Anti Pegal' Hadapi Macet hingga Tanjakan, Cocok Buat Keluarga

Otomotif | Jum'at, 18 September 2026 | 18:31 WIB

Invasi Mobil China Makin Masif, Pemasok Otomotif Eropa Minta Perlindungan

Invasi Mobil China Makin Masif, Pemasok Otomotif Eropa Minta Perlindungan

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 08:21 WIB

Terkini

Hyundai Peringatkan Potensi Invasi Mobil Listrik China di Pasar Otomotif

Hyundai Peringatkan Potensi Invasi Mobil Listrik China di Pasar Otomotif

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 15:10 WIB

Pabrik Tua Bikin Pupuk Makin Mahal, Pupuk Indonesia Tekor Rp9,99 Triliun

Pabrik Tua Bikin Pupuk Makin Mahal, Pupuk Indonesia Tekor Rp9,99 Triliun

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:09 WIB

Perempuan yang Ditendang Pria di Mal Senayan City Alami Trauma Psikis

Perempuan yang Ditendang Pria di Mal Senayan City Alami Trauma Psikis

News | Senin, 21 September 2026 | 15:09 WIB

Tembus Rp12 Triliun, BRI Wujudkan Mimpi 83 Ribu Keluarga Punya Rumah Sendiri

Tembus Rp12 Triliun, BRI Wujudkan Mimpi 83 Ribu Keluarga Punya Rumah Sendiri

Bri | Senin, 21 September 2026 | 15:09 WIB

Penjualan Naik 1.000%, AMMN Ubah Rugi Jadi Laba USD428,83 Juta di Semester I-2026

Penjualan Naik 1.000%, AMMN Ubah Rugi Jadi Laba USD428,83 Juta di Semester I-2026

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:06 WIB

Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini

Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini

News | Senin, 21 September 2026 | 15:05 WIB

Rentetan Kasus Keracunan Jadi Sorotan, Program MBG Tuai Penolakan di Sejumlah Daerah

Rentetan Kasus Keracunan Jadi Sorotan, Program MBG Tuai Penolakan di Sejumlah Daerah

Video | Senin, 21 September 2026 | 15:04 WIB

Beras Premium Hilang 5 Bulan, 25 Merek Fortifikasi 'Lenyap': Stok Ritel Makin Ngenes

Beras Premium Hilang 5 Bulan, 25 Merek Fortifikasi 'Lenyap': Stok Ritel Makin Ngenes

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:00 WIB

Review Film The Wrong Girls: Petualangan Telekinesis Dua Sahabat yang Rusuh

Review Film The Wrong Girls: Petualangan Telekinesis Dua Sahabat yang Rusuh

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 15:00 WIB

6 Cara Reapply Sunscreen di Atas Makeup Tanpa Bikin Geser dan Oily, Wajah Tetap Fresh

6 Cara Reapply Sunscreen di Atas Makeup Tanpa Bikin Geser dan Oily, Wajah Tetap Fresh

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 15:00 WIB

×