Invasi Mobil China Makin Masif, Pemasok Otomotif Eropa Minta Perlindungan

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Sabtu, 12 September 2026 | 08:21 WIB
Invasi Mobil China Makin Masif, Pemasok Otomotif Eropa Minta Perlindungan
Ilustrtasi Mobil Listrik China. (Polytron)
baca 10 detik
  • Ketua Anfia Roberto Vavassori mendesak Uni Eropa mengenakan tarif impor hingga 80 persen bagi produk otomotif China pada Sabtu (12 September 2026).
  • Pangsa pasar mobil merek China di Uni Eropa telah menembus angka di atas 9 persen pada paruh pertama tahun ini.
  • Ekspor komponen Italia ke Jerman diproyeksikan merosot 10 persen tahun ini dan terancam anjlok hingga 50 persen pada 2028.

Suara.com - Industri otomotif Eropa mulai merasakan ketakutan hebat akibat derasnya gempuran produk asal China. Kondisi memprihatinkan ini memicu asosiasi pemasok otomotif Italia, Anfia, mendesak Uni Eropa segera mengambil langkah tegas demi melindungi industri dalam negeri dari kehancuran.

Ketua Anfia, Roberto Vavassori, mengusulkan agar kendaraan dan komponen buatan China dikenakan tarif hingga 80 persen jika jumlah impornya melampaui ambang batas tertentu. Ia menilai kendaraan China seharusnya hanya boleh masuk tanpa tarif tambahan selama volumenya tidak melebihi 8 persen dari total kendaraan yang terdaftar di Uni Eropa setiap tahun.

"Kami sangat menghormati pencapaian industri China tetapi rasa hormat itu kini telah berubah menjadi ketakutan. Eropa tidak boleh kehilangan industri yang sangat penting bagi otonomi strategisnya," ujarnya, dikutip dari Reuters, Sabtu (12 September 2026).

Vavassori menegaskan pembatasan ketat ini wajib mencakup suku cadang karena komponen menyumbang sekitar 80 persen dari total nilai satu unit kendaraan.

Ancaman ini kian nyata seiring pesatnya ekspansi produsen asal Negeri Tirai Bambu. Data European Automobile Manufacturers' Association (ACEA) mencatat pangsa pasar mobil merek China di Uni Eropa telah menembus angka di atas 9 persen pada paruh pertama tahun ini.

Saat ini Uni Eropa sebenarnya telah menerapkan bea masuk tambahan untuk mobil listrik buatan China di luar tarif standar 10 persen. Kebijakan itu membuat total beban impor berada di kisaran 18 hingga 45 persen tergantung pada masing-masing merek.

Tak hanya persoalan impor, Anfia menyoroti investasi pabrikan seperti BYD dan Chery di Eropa yang dinilai masih sebatas pabrik perakitan tanpa melibatkan pemasok lokal. Mayoritas komponen masih diimpor dari China atau kawasan berbiaya rendah.

Dampak tekanan ini sudah menghantam pemasok otomotif Italia. Ekspor komponen mereka ke Jerman yang bernilai 4,9 miliar euro pada 2025 diproyeksikan merosot 10 persen tahun ini menyusul imbas restrukturisasi Volkswagen. Tanpa proteksi regulasi yang kuat, Anfia memperkirakan ekspor suku cadang Italia bisa anjlok hingga 50 persen pada 2028.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

GIIAS Bandung 2026 Hadirkan Line Up Dengan Merek Terlengkap

GIIAS Bandung 2026 Hadirkan Line Up Dengan Merek Terlengkap

Otomotif | Kamis, 10 September 2026 | 14:01 WIB

Vietnam Menjelma Jadi Pusat Industri Otomotif Baru di Kawasan Asia Tenggara

Vietnam Menjelma Jadi Pusat Industri Otomotif Baru di Kawasan Asia Tenggara

Otomotif | Senin, 07 September 2026 | 08:17 WIB

Kemenperin Dorong Produsen Otomotif yang Masih Numpang Segera Bangun Fasilitas Produksi Sendiri

Kemenperin Dorong Produsen Otomotif yang Masih Numpang Segera Bangun Fasilitas Produksi Sendiri

Otomotif | Jum'at, 04 September 2026 | 16:50 WIB

Terkini

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:25 WIB

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 08:15 WIB

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:13 WIB

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur

Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur

Bali | Minggu, 13 September 2026 | 07:58 WIB

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 07:53 WIB

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:45 WIB

×