- Oknum penjual mobil bekas sering melakukan manipulasi odometer untuk menyembunyikan jarak tempuh asli.
- Calon pembeli dapat memeriksa keausan komponen fisik serta riwayat servis untuk mendeteksi kecurangan tersebut.
- Pemeriksaan menyeluruh pada mobil bekas penting dilakukan agar pembeli tidak salah memperkirakan kondisi kendaraan.
Suara.com - Membeli mobil bekas membutuhkan ketelitian agar kamu tidak mendapatkan kendaraan dengan kondisi yang jauh dari ekspektasi.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah angka pada odometer atau alat penunjuk jarak tempuh kendaraan.
Pasalnya, ada oknum penjual yang sengaja mengubah angka odometer agar mobil terlihat lebih jarang digunakan.
Praktik ini dikenal sebagai odometer rollback atau memutar mundur angka kilometer.
Akibatnya, calon pembeli bisa salah memperkirakan usia pemakaian dan kondisi komponen mobil.
Berikut beberapa tanda yang bisa kamu periksa sebelum memutuskan membeli mobil bekas.
1. Kondisi Setir dan Pedal Tidak Sesuai dengan Kilometer
Perhatikan tingkat keausan pada setir, pedal gas, rem, dan kopling.
Jika angka odometer masih menunjukkan jarak tempuh rendah, tetapi komponen tersebut sudah terlihat sangat aus, kamu patut curiga.
Kondisi ini bisa menjadi tanda mobil sebenarnya sudah digunakan dalam waktu lama.
2. Jok dan Interior Usang
Mobil dengan jarak tempuh rendah umumnya memiliki kondisi interior yang relatif terawat, meskipun hal ini bergantung pada cara pemakaian pemilik sebelumnya.
Periksa jok, tuas transmisi, karpet, dan tombol pengatur AC. Jika banyak bagian terlihat aus atau rusak, tetapi odometer menunjukkan angka kecil, mintalah penjelasan kepada penjual.
3. Ada Bekas Pembongkaran pada Panel Instrumen
Perhatikan bagian dashboard dan panel instrumen, terutama di sekitar odometer.
Adanya bekas congkelan, celah tidak rata, baut tergores, atau klip yang rusak bisa menjadi indikasi panel pernah dibongkar.
Namun, pemeriksaan ini perlu dilakukan lebih lanjut karena panel juga bisa dibuka untuk keperluan perbaikan.
4. Riwayat Servis Tak Sesuai Angka Odometer
Buku servis dan catatan perawatan dapat membantu mengetahui perkembangan jarak tempuh mobil.
Bandingkan angka kilometer pada setiap catatan servis dengan angka yang tertera sekarang.
Jika catatan servis sebelumnya menunjukkan jarak tempuh lebih tinggi, ada kemungkinan odometer pernah diputar mundur.
5. Kondisi Ban Tidak Sebanding dengan Jarak Tempuh
Periksa usia, ketebalan tapak, dan kondisi keempat ban. Mobil yang diklaim baru menempuh belasan ribu kilometer seharusnya tidak selalu memiliki ban yang sudah sangat aus.
Meski begitu, kondisi ban juga dipengaruhi kualitas produk, tekanan angin, dan kebiasaan berkendara.
6. Komponen Kaki-kaki Aus
Perhatikan kondisi suspensi, bushing, tie rod, dan bagian kaki-kaki lainnya.
Jika komponen tersebut sudah menunjukkan keausan berat, sementara angka odometer masih rendah, kamu perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Keausan komponen bisa dipengaruhi jarak tempuh maupun kondisi jalan yang sering dilalui.
7. Data Odometer pada ECU Berbeda
Pada beberapa mobil modern, data jarak tempuh dapat tersimpan di lebih dari satu modul elektronik, tergantung merek dan model kendaraan.
Teknisi dapat menggunakan alat pemindai diagnostik untuk memeriksa apakah data pada modul terkait menunjukkan ketidaksesuaian. Cara ini bisa membantu menemukan indikasi manipulasi odometer digital.
8. Penjual Tidak Bisa Menunjukkan Riwayat Kendaraan
Waspadai penjual yang tidak dapat memberikan buku servis, bukti perawatan, atau informasi pemilik sebelumnya.
Ketidakjelasan riwayat kendaraan memang tidak otomatis membuktikan odometer telah dimanipulasi. Namun, kondisi tersebut membuat calon pembeli lebih sulit memastikan keaslian angka kilometer.
Sebelum membeli mobil bekas, sebaiknya lakukan inspeksi menyeluruh bersama mekanik atau jasa pemeriksaan kendaraan independen.
Jangan hanya berpatokan pada angka odometer karena kondisi mobil secara keseluruhan dan riwayat perawatannya jauh lebih penting.