JPU Tuntut Pasutri Penjual Sate Daging Babi di Padang Tiga Tahun Penjara

JPU Tuntut Pasutri Penjual Sate Daging Babi di Padang  Tiga Tahun Penjara

Pasangan suami-isteri Bustami dan Evita yang menjadi terdakwa Sate Padang yang diduga pakai daging babi dituntut dengan hukuman tiga tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum Mulyana Safitri mengatakan, menuntut agar Majelis Hakim menyatakan terdakwa bersalah dan menjatuhkan hukuman penjara selama tiga tahun, di Padang, Selasa (13/8).

Pasutri ini dituntut dengan dakwaan melanggar pasal 62 (1) juncto pasal 8 ayat (1) huruf a dan d UU Nomor 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, juncto pasal 55 ayat (1) ke1 KUHP. Sidang pembacaan tuntutan jaksa itu dipimpin oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas I A Padang yang diketuai Agus Komaruddin.

Pasutri penjual Sate Padang diduga pakai daging babi menghadiri persidangan mengenakkan rompi tahanan Kejari Padang berawarna merah. Pemilik usaha sate dengan merek KMSB itu menjalani persidangan didampingi penasehat hukum Nurul Ilmi Cs.

Menanggapi tuntutan yang dibacakan Jaksa, pihak terdakwa menyatakan akan mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang selanjutnya. Kasus itu berawal ketika petugas gabungan dari Dinas Perdagangan Padang dan instansi terkait mengungkap penjualan satai Padang diduga dari daging babi di kawasan Simpang Haru, Padang dengan merek usaha KMSB, pada Selasa (29/1/2019) lalu.

Saat dilakukan penggerebekan pada 29 Januari 2019, petugas menemukan barang bukti Sate Padang mengandung daging babi. Penindakan lapangan itu berbekal uji sampel yang sudah diambil instansi terkait sebelumnya karena mendapatkan laporan masyarakat.

Polisi menetapkan tersangka menyusul diterimanya uji laboratorium forensik terhadap 300 lebih tusuk sate yang dagingnya positif mengandung babi.

Terkini

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS