Di sisi lain, diakui Fuadit bahwa para vendor pun merasa bingung jika ada pernyataan semacam "udahlah bikin yang simpel-simpel aja".
Jadi kesimpulannya, dikatakan Fuadit, bahwa untuk para pekerja di pemerintahan lebih baik mempelajari terlebih dahulu produk knowledge-nya sebelum memesan kepada vendor.
Sehingga, para vendor pun mampu mempelajari metode mana yang paling baik untuk diimplementasikan supaya sistem internalnya bisa berfungsi dengan baik.
"Jadi jangan sampai ada pejabat eselon yang mau ngerecokin, terus pengen mengubah-ubah sistemnya, karena biasanya mereka mencari celah untuk korupsi," tegasnya.
"Jadi jangan ragu sama pakar IT di Indonesia, bapak ibu cukup serahkan kepada kita 100 persen, dengan syarat budgetnya enggak boleh dipangkas sama sekali," pungkasnya.(*)