SuaraPekanbaru.id – Pada awal Bulan Ramadhan, banyak umat Islam yang mengeluh ketika menjalankan ibadah puasa.
Bukan soal ikhlas dan tidak ikhlas. Ini soal perasaan tak nyaman yang mereka alami saat berpuasa pada Bulan Ramadhan.
Menanggapi hal itu, Pakar Terapi Polarisasi, Johan Steve, tetap mendukung mereka yang berpuasa pada Bulan Ramadhan.
Katanya, perasaan tidak nyaman pada minggu pertama Bulan Ramadhan adalah hal normal bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa.
Pasalnya, akan terjadi reaksi positif selama orang melakukan Puasa Ramadhan.
Setiap minggunya, selama Bulan Ramadhan, reaksi positif dari puasa yang dilakukan umat Islam itu berbeda.
“Jadi, kalau merasa tidak nyaman pada minggu pertama Bulan Ramadhan ini, jangan khawatir, lanjutkan, karena itu reaksi positif,” ujar Steve kepada Suara Pekanbaru.
Pada minggu pertama Ramadhan, katanya, kadar gula darah dan tekanan darah mulai menurun.
Terutama pada hari pertama, orang puasa akan merasa mual, pusing, sakit kepala, dan rasa lapar yang hebat.
Itulah reaksi positif pada minggu pertama puasa, secara perlahan tubuh melakukan proses pembersihan.
Pada minggu kedua Ramadhan, kata Steve, tubuh cenderung bisa beradaptasi dengan jadwal puasa, dan sistem pencernaan bisa beristirahat.
Tidak adanya asupan makanan yang dicerna sistem pencernaan, membuat sistem ini memfokuskan energi untuk membersihkan tubuh dan menyembuhkan sel-sel.
“Pada fase ini, mulai terjadi proses perbaikan pada organ-organ tubuh,” ucapnya.
Selanjutnya, pada minggu ketiga Ramadhan, akan terjadi peningkatan energi dan daya konsentrasi.
Selain itu, selama puasa, proses penyembuhan tubuh menjadi lebih efisien karena tubuh mulai memperbaiki sel-sel yang rusak.
“Usus besar, hati, ginjal, paru-paru, dan kulit pun melakukan detoksifikasi, yakni proses pembuangan racun secara alami dari dalam tubuh,” tuturnya.
Terakhir, pada minggu keempat Ramadhan, daya ingat dan konsentrasi kian menguat. Pada fase ini, setelah semua racun keluar, organ-organ tubuh memulihkan diri.
“Akibatnya, secara perlahan tubuh kita menjadi sehat, berenergi,” katanya. ***