Tak Nyaman karena Puasa Ramadhan? Lanjutkan, Ini Reaksi Positif Kata Pakar Terapi Polarisasi

Suara Pekanbaru Suara.Com
Jum'at, 24 Maret 2023 | 15:11 WIB
Tak Nyaman karena Puasa Ramadhan? Lanjutkan, Ini Reaksi Positif Kata Pakar Terapi Polarisasi
Ilustrasi reaksi positif saat puasa Bulan Ramadhan. (pexels.com)

SuaraPekanbaru.id – Pada awal Bulan Ramadhan, banyak umat Islam yang mengeluh ketika menjalankan ibadah puasa

Bukan soal ikhlas dan tidak ikhlas. Ini soal perasaan tak nyaman yang mereka alami saat berpuasa pada Bulan Ramadhan.

Menanggapi hal itu, Pakar Terapi Polarisasi, Johan Steve, tetap mendukung mereka yang berpuasa pada Bulan Ramadhan.

Katanya, perasaan tidak nyaman pada minggu pertama Bulan Ramadhan adalah hal normal bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa.

Pasalnya, akan terjadi reaksi positif selama orang melakukan Puasa Ramadhan.

Setiap minggunya, selama Bulan Ramadhan, reaksi positif dari puasa yang dilakukan umat Islam itu berbeda.

“Jadi, kalau merasa tidak nyaman pada minggu pertama Bulan Ramadhan ini, jangan khawatir, lanjutkan, karena itu reaksi positif,” ujar Steve kepada Suara Pekanbaru.

Pada minggu pertama Ramadhan, katanya, kadar gula darah dan tekanan darah mulai menurun.  

Terutama pada hari pertama, orang puasa akan merasa mual, pusing, sakit kepala, dan rasa lapar yang hebat. 

Baca Juga: CEK FAKTA: Ayah Brigadri J Hina Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kini Berada Dalam Jeruji Besi?

Itulah reaksi positif pada minggu pertama puasa, secara perlahan tubuh melakukan proses pembersihan. 

Pada minggu kedua Ramadhan, kata Steve, tubuh cenderung bisa beradaptasi dengan jadwal puasa, dan sistem pencernaan bisa beristirahat. 

Tidak adanya asupan makanan yang dicerna sistem pencernaan, membuat sistem ini memfokuskan energi untuk membersihkan tubuh dan menyembuhkan sel-sel. 

“Pada fase ini, mulai terjadi proses perbaikan pada organ-organ tubuh,” ucapnya.

Selanjutnya, pada minggu ketiga Ramadhan, akan terjadi peningkatan energi dan daya konsentrasi. 

Selain itu, selama puasa, proses penyembuhan tubuh menjadi lebih efisien karena tubuh mulai memperbaiki sel-sel yang rusak. 

“Usus besar, hati, ginjal, paru-paru, dan kulit pun melakukan detoksifikasi, yakni proses pembuangan racun secara alami dari dalam tubuh,” tuturnya. 

Terakhir, pada minggu keempat Ramadhan, daya ingat dan konsentrasi kian menguat. Pada fase ini, setelah semua racun keluar, organ-organ tubuh memulihkan diri. 

“Akibatnya, secara perlahan tubuh kita menjadi sehat, berenergi,” katanya. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI