Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Selasa, 02 Juni 2026 | 11:52 WIB
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
Nadiem Makarim (kanan) menunggu sidang pleidoi dimulai, di Pengadilan Tipikor pada PN Jakpus, Selasa (2/6/2026). ANTARA/Agatha Olivia Victoria.
baca 10 detik
  • Nadiem Makarim membantah tuntutan 27,5 tahun penjara dalam sidang pleidoi di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026.
  • Ia menegaskan kebijakan pengadaan Chromebook berhasil menghemat anggaran negara setidaknya Rp3,9 triliun dibanding penggunaan sistem operasi Windows sebelumnya.
  • Nadiem menyatakan tidak pernah menandatangani dokumen pengadaan dan mempertanyakan penyidikan yang menetapkannya sebagai tersangka atas dugaan korupsi tersebut.

Suara.com - Nadiem Makarim menyebut tuntutan 27,5 tahun penjara yang dialamatkan kepadanya sebagai sebuah kekeliruan mendasar dalam proses penyidikan, saat membacakan pleidoi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Ia membantah keras bahwa kebijakan pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan merupakan tindak pidana korupsi, dan justru membalikkan argumen dengan data penghematan anggaran negara.

“Saya dituntut 27,5 tahun penjara untuk kebijakan yang telah menghemat triliunan anggaran negara. Ini murni kekeliruan investigasi. Kebijakan kementerian memilih Chrome OS yang gratis secara mutlak telah menghemat pengeluaran setidak-tidaknya Rp3,9 triliun. Angka yang jauh di atas kerugian negara,” papar Nadiem.

Nadiem merinci perbandingan biaya yang menjadi dasar rekomendasi tim teknisnya kala itu.

“Saat tim mempresentasikan rekomendasi mereka kepada saya, estimasi biaya paket sekolah kalau semua laptopnya Windows, itu Rp148 juta per sekolah. Sedangkan kombinasi Chrome dan Windows, itu Rp98 juta per sekolah,” terangnya lagi.

Dari angka itu, ia melontarkan pertanyaan yang menohok kepada majelis hakim.

“Kalau saya dinyatakan bersalah, apakah negara berpendapat kementerian harusnya memilih opsi yang lebih mahal?,” sorot Nadiem.

Nadiem juga membantah bahwa pemilihan Chrome OS merupakan keputusannya selaku menteri, dan menegaskan ia tak pernah menandatangani satu pun dokumen terkait pengadaan tersebut.

“Keputusan memilih Chrome OS juga bukan keputusan menteri. Saya tidak pernah menandatangani dokumen apa pun untuk pengadaan Chromebook di bawah kementerian. Walaupun saya setuju, kewenangan ini mutlak ada di level mereka,” kata dia.

baca juga

Ia kemudian mempertanyakan arah penyidikan yang dinilainya tumpang tindih, setelah fakta persidangan mengungkap adanya aliran dana dari vendor kepada belasan pejabat pengadaan.

“Kalaupun ada korupsi dalam pengadaan, bukankah yang seharusnya menjadi tersangka adalah salah satu dari vendor, LKPP dan PPK Kementerian?,” tanya Nadiem lagi.

Nadiem juga menyinggung bagaimana para penerima gratifikasi justru difungsikan sebagai saksi pemberat demi kepentingan penyidik.

“Demi prestasi, demi ilusi penegakan hukum, semua saksi yang menerima gratifikasi itu disulap menjadi saksi pemberat. Dan mungkin, demi kebebasan mereka, BAP tertulis mereka pun mengikuti alur penyidik,” pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran

Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:03 WIB

Lawan Tuntutan 18 Tahun, Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi Kasus Chromebook Hari Ini!

Lawan Tuntutan 18 Tahun, Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi Kasus Chromebook Hari Ini!

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:43 WIB

Bayang-bayang 5 Tahun Bui, Nasib Eks Wamenaker Noel Diputus Hakim Pekan Depan

Bayang-bayang 5 Tahun Bui, Nasib Eks Wamenaker Noel Diputus Hakim Pekan Depan

News | Senin, 25 Mei 2026 | 19:30 WIB

Terkini

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:30 WIB

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:25 WIB

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:20 WIB

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:15 WIB

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:10 WIB

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 18:04 WIB

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:03 WIB

×