SuaraPekanbaru.id – Konon, pada bulan puasa Ramadhan, setan-setan dibelenggu hingga umat Islam dapat menjalankan ibadah kepada Allah dengan aman dan nyaman.
“Ketika masuk bulan Ramadhan maka syaitan-syaitan dibelenggu, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup” (HR Bukhari dan Muslim).
Dengan demikian, bulan puasa Ramadhan menjadi kabar baik bagi mereka yang takut oleh setan.
Namun, tak sedikit orang yang heran ketika terjadi kejahatan dan kemaksiatan selama bulan puasa Ramadhan.
Dikutip dari YouTube Ku Ma Alloh, Ustadz Abdul Somad (UAS) mengatakan, fakta sebenarnya adalah ketika melihat iman seseorang yang kuat, setan itu mati gaya seperti terbelenggu.
"Maksudnya itu disebut setan tidak terikat. Tetapi ketika melihat iman kita (kuat) setan seolah-olah terikat. Ketika engkau kuat, setan terbelenggu,” kata UAS.
Jadi, adanya kejahatan dan kemaksiatan pada bulan puasa Ramadhan itu proyeksi dari kadar iman manusia.
Jika kadar iman orang-orang masih lemah, maka dengan mudah setan mempengaruhi mereka untuk berbuat jahat atau maksiat.
"Penyebabnya, orang masih menuruti hawa nafsunya dan menurunnya kadar iman seseorang", kata UAS. (*)
Baca Juga: 3 Cara Menghapus Aplikasi di Laptop Windows 7 sampai 10, Anti Ribet!