SUARA PEKANBARU- Perlu diingat dan dicamkan oleh setiap wanita dan laki-laki untuk menjaga lidahnya supaya tidak menjadi fasilitas dalam melakuka ghibah. Sesbuah perbuatan yang busuk tdan tidak terpuji.
Bukan hanya bagi perempuan, hal ini juga berlaku bagi kaum pria. Ibaratnya orang yang melakukan ghibah seperti dengan menyantap bangkai saudaranya sendiri.
“Janganlah sebagian kamu membicarakan aib orang lain, maukah kamu memakan bangkai saudaramu?” tegas Ustadz Abdul Somad seperti dikutip dari Youtube TVOne Indahnya Ramadhan, Rabu (5/4/2023).
Ghibah memiliki arti membicarakan tentang keburukan atau aib dari orang lain. Tentu saja perbuatan ini tidak patut dilakukan, apalgi oleh seorang umat muslim.
“Artinya tidak kelihatan, karena kita membicarakan seseroang tidak di depan kita, kalau kita mau luruskan orang bicarakan di depan,” terang pria yang akrab disapa UAS.
Menurut ustadz kondang asal Kota Pekanbaru ini, sesuai dengan yang dikatakan oleh Imam Syafi'I, cara kita untuk memberikan nasihat kepada orang lain.
“Kalau engkau nasehati orang di depan orang banyak, sungguh engkau sedang mempermalukannya. Jika engkau sayang ajak dia bicara luruskan dia,” terang Ustadz Abdul Somad,
Menurut Ustadz Abdul Somad, Allah tidak pernah mengangakat seseorang untuk menjadi pengawas aib orang lain.
“Kapan Allah mengangkat dia menjadi pengawas aib orang lain. Mana SK nya? Seharusnya, telinga saya sehat, tapi tidak dipakai untuk mendengarkan nasehat lisan. Saya sehat, tapi tidak dipakai untuk berdzikir bertasbih bertahmid bertakbir,” jelasa Ustadz Abdul Somad.
Baca Juga: Belum Sanggup Ikrar Nikah? Begini Cara Kendalikan Syahwat ala Ustaz Somad
Lisan yang diberikan oleh Allas SWT, hendaknya dipakai untuk kebaikan.
“Semestinya lisan digunakan basah untuk itu. Tapi ternyata lisan basah terus menceritakan anak orang, istri orang, suami orang, menantu orang, tetangga orang. Ketiga sejak kapan kita diangkat menjadi hakim, untuk memutuskan perkara orang lain?” kata beliau.
“Kita ini adalah Dai, yang mengajak orang. Kita ini bukan hakim yang menjadi memutuskan perkara orang,” ucapnya.
Saat yang mengerikan kata Ustadz Abdul Somad adalah ketika amal yang kita miliki, pindah kepada orang lain. Sebaliknya dosa milik orang lain, menjadi pindah milik si tukang ghibah.
“Nanti ada orang yang datang menghadap Allah pada hari kiamat. shalatnya banyak tapi ternyata memakan harta si fulan, shalatnya diambil pahala, pahala puasanya terbang, pahala sedekahnya melayang pahala. Shalat malamnya hilang,” kata Ustadz Abdul Somad.
Akan panjang antriannya bagi orang yang suka melakukan ghibah, akibat dosa yang telah diperbuatnya,