Meski Diklarifikasi Hoaks, Disdik Pekanbaru Tetap Beri Edukasi Pencegahan LGBT di Lingkungan SD

Suara Pekanbaru

Selasa, 20 Juni 2023 | 17:06 WIB
Meski Diklarifikasi Hoaks, Disdik Pekanbaru Tetap Beri Edukasi Pencegahan LGBT di Lingkungan SD
Ilustrasi bendera LGBT di lingkungan SD Kota Pekanbaru. Jadi perhatian khusus Disdik untuk beri edukasi. (Pixabay/Astrobobo)

SUARA PEKANBARU - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pekanbaru, Abdul Jamal menyampaikan soal adanya grup WhatsApp LGBT dilakukan siswa SD cuman hoaks.

Meskipun kabar tersebut hoaks, sebagai Disdik di Kota Pekanbaru, pihaknya akan tetap memberikan edukasi untuk mencegah adanya LGBT di lingkungan SD.

Hal tersebut disampaikan Abdul Jamal melalui kanal resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru, Selasa (20/6/2023) soal upaya pencegahan tindakan LGBT.

"Seperti Hari Jumat, kami sudah meminta agar pihak sekolah menggelar pengajian dengan temanya bahaya LGBT," jelas Abdul Jamal.

Pencegahan yang dilakukan tentunya sesuai dari arahan Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Muflihun yang sebelumnya mengumpulkan seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) SD di Pekanbaru.

"Sebelumnya ada anak SMA, sekarang SD juga sudah ada. Jika ini tudak diantisipasi dengan cepat bisa berkembang di Pekanbaru," ujar Muflihun, Senin (19/6/2023).

Peran dari pihak sekolah, khususnya orang tua untuk terus mendidik anak-anak mereka supaya tidak terjerumus perilaku seksual harus digencarkan dari sekarang.

"Untuk itu peran orang tua, kepala sekolah, guru sangat menentukan nasib anak muda ke depannya," tutur Pj Wali Kota Pekanbaru itu.

Berawal dari informasi pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Riau, Hendri menyampaikan adanya grup untuk LGBT siswa SD.

baca juga

"Saya tanya, di mana pak Hendri menemukan kabar ini di Pekanbaru. Biar saya turun ke lapangan kalau memang murid SD," beber Kadisdik Pekanbaru itu.

"Pak Hendri bilang berita itu tidak benar, karena ada miskomunikasi dengan wartawan," sambungnya.

Sebagai Kadisdik Kota Pekanbaru, Abdul Jamal merasa heran karena anak SD tidak mungkin melakukan LGBT lantaran belum sampai ranahnya.

"Biasanya anak-anak SD sebagai korban pelecehan orang-orang dewasa, bukan kebutuhan mereka soal itu, makanya saya heran," kata Abdul Jamal.

Alhasil, berdasarkan dari penelusuran yang dilakukan Disdik Pekanbaru. Terkait adanya pembentukan grup WhatsApp siswa SD untuk LGBT tidak ada di Pekanbaru.

"Saya sudah mencari tau informasi kabar grup itu, tapi ternyata tidak benar. Saya juga sudah tanya ke sekolah-sekolah, tidak ada," pungkas Abdul Jamal.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemkot Pekanbaru Bantah Tidak Ada Grup WhatsApp LGBT oleh Siswa SD

Pemkot Pekanbaru Bantah Tidak Ada Grup WhatsApp LGBT oleh Siswa SD

Pekanbaru | Selasa, 20 Juni 2023 | 16:23 WIB

Heboh Anak SD Pekanbaru Masuk Grup WhatsApp LGBT, Ini Kata Dinas Pendidikan

Heboh Anak SD Pekanbaru Masuk Grup WhatsApp LGBT, Ini Kata Dinas Pendidikan

Riau | Selasa, 20 Juni 2023 | 13:17 WIB

Seolah Dunia Milik Berdua, Sejoli Terciduk Mesum di Bawah Jembatan Siak I

Seolah Dunia Milik Berdua, Sejoli Terciduk Mesum di Bawah Jembatan Siak I

Riau | Senin, 19 Juni 2023 | 18:13 WIB

Terkini

Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026

Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:15 WIB

Iran Tolak Temui Utusan AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Iran Tolak Temui Utusan AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:10 WIB

Putusan MK Soal Pilkada Langsung Dinilai Beri Kepastian Hukum, Ini Alasannya

Putusan MK Soal Pilkada Langsung Dinilai Beri Kepastian Hukum, Ini Alasannya

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:06 WIB

Syuting One Piece Live Action Season 3 Resmi Rampung, Kapan Tayang?

Syuting One Piece Live Action Season 3 Resmi Rampung, Kapan Tayang?

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:04 WIB

Bupati Kuansing dan Sekda Serahkan Diri, Dibawa KPK dari Bandara

Bupati Kuansing dan Sekda Serahkan Diri, Dibawa KPK dari Bandara

Riau | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:02 WIB

Putra Patrick Kluivert Jadi Korban Rasis usai Belanda Dihajar Maroko, KNVB Siap Bawa ke Ranah Hukum

Putra Patrick Kluivert Jadi Korban Rasis usai Belanda Dihajar Maroko, KNVB Siap Bawa ke Ranah Hukum

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:01 WIB

Belanda Kena Getahnya, Teknik Stutter Penalti Mulai Kehilangan Efektivitas di Piala Dunia 2026?

Belanda Kena Getahnya, Teknik Stutter Penalti Mulai Kehilangan Efektivitas di Piala Dunia 2026?

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:00 WIB

Sudah Hemat, tapi Tetap Boncos: Ketika Menabung Seolah Menjadi Privilege

Sudah Hemat, tapi Tetap Boncos: Ketika Menabung Seolah Menjadi Privilege

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:00 WIB

Cushion Tahan Lama Merek Apa? Ini 5 Pilihannya, Ada yang Awet sampai 72 Jam

Cushion Tahan Lama Merek Apa? Ini 5 Pilihannya, Ada yang Awet sampai 72 Jam

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:55 WIB

Dari Kotak Amal hingga Burung Kicau: Jejak 19 Kriminal Malang yang Berakhir di Tangan Polisi

Dari Kotak Amal hingga Burung Kicau: Jejak 19 Kriminal Malang yang Berakhir di Tangan Polisi

Malang | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:55 WIB

×