Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto bahkan memberi restu terhadap pertemuan Ganjar-Cak Imin.
Hasto menilai ada kesamaan karakter antara kedua tokoh politik tersebut.
"Pertemuan tersebut sangat positif, menunjukkan bahwa dialog antar pemimpin merupakan hal yang sangat penting dan sesuai kultur bangsa," kata Hasto dalam keterangannya, Jumat (18/8/2023).
Dekati Prabowo dan bentuk koalisi
Cak Imin akhirnya berpindah hati ke Prabowo usai membawa PKB masuk ke koalisi sang Ketua Umum Gerindra itu.
PKB dan Gerindra kala itu kompak membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).
Sayangnya, Gerindra tak lama mengubah nama koalisi tersebut menjadi Koalisi Indonesia Maju usai Partai Golkar dan PAN ikut bergabung, Senin (28/8/2023).
Momen perubahan koalisi tersebut menjadi awal tanda-tanda PKB yang mulai melirik sosok lain.
Panas isu duet dengan Anies
Baca Juga: Ya Allah Benar-Benar Tega! Bayi Dibungkus Plastik Membusuk di dalam Mesin Cuci
Tak terduga, Cak Imin kini diisukan telah dipilih sebagai cawapres Anies Baswedan.
Kini Cak Imin tinggal menunggu hari Anies memberi keterangan resmi, dan sontak terbayar tunai siasat sang Ketum PKB itu.
Isu ini bergulir kala Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengklaim Ketum NasDem Surya Paloh kongkalikong dengan Cak Imin agar Ketum PKB tersebut menjadi cawapres Anies.
“Secara sepihak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS,” kata Riefky dalam keterangan tertulisnya, Kamis (31/8/2023).
Kontributor : Armand Ilham
Sumber: suara.com berjudul Siasat Cak Imin 'PDKT' ke Semua Capres: Pepet Prabowo, Lirik Ganjar, Terpikat Anies?