ponorogo.suara.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Jumat (3/32023) mengunjungi warga terdampak tanah ambles yang kini mengungsi di bangunan TK milik desa. Sebelum bertemu dengan para pengungsi, Khofifah terlebih dahulu memantau langsung Kawasan zona merah lokasi pemukiman yang terdampak.
Dalam pertemuannya dengan para pengungsi, mantan Menteri Sosial periode 2014-2018 membagikan sejumlah bingkisan kepada perempuan dewasa dan anak anak korban tanah ambles. Khofifah menjelaskan bahwa saat ini Pemprov Jatim dan Pemda Ponorogo tengah mengupayakan dengan segera relokasi lahan untuk ratusan warga terdampak.
Ia menambahkan bahwa tanah untuk relokasi pengungsi titiknya sudah ditemukan, sementara apa yang bisa dilakukan Pemprov Jatim untuk para pengungsi, Khofifah menekankan bahwa Permprov akan menyediakan dana 50 juta rupiah untuk setiap unit rumah yang dibangun di tanah relokasi.
“titiknya sudah ditemukan, untuk pembangunan rumah, dari pemprov budgetnya 50 juta rupiah tiap unitnya, sehingga jika nanti ada yang turut membantu secara gotong royong maka itu akan sangat bagus sekali”
Sementara itu, terkait banyaknya titik lokasi bencana di Ponorogo, Gubernur menyatakan bahwa itu merupakan SK Kabupaten, jadi yang turun, langsung dari Pemda terkait. Pemrov hanya memberi support tanggap darurat seperti logistik, tempat pengungsian dan dapur umum lapangan.
“pada dasarnya jika itu SKnya adalah SK darurat Kabupaten ya Kabupaten, kita hanyya support tanggap darurat seperti pengadaan logistic, tempat pengungsian dan dapur umum lapangan” ujarnya.
Untuk diketahui sebelumnya, ratusan warga Desa Tumpuk Kecamatan Sawoo mengungsi ke Gedung TK desa setempat. Pasalnya, rumah yang mereka tinggali, terdampak tanah gerak. Rumah yang terdampak pun, selain retak juga ada yang amblas. Sehingga sangat berbahaya untuk ditinggali. Apalagi cuaca yang masih sering hujan, dikhawatirkan retaknya semakin bertambah.