Tanah Gerak di Dusun Nguncup, Ponorogo: Ketakutan yang Terus Membayangi, Perlukah Respons Lebih Tanggap?

Ponorogo

Kamis, 25 Mei 2023 | 19:31 WIB
Tanah Gerak di Dusun Nguncup, Ponorogo: Ketakutan yang Terus Membayangi, Perlukah Respons Lebih Tanggap?
Warga Bekiring Ponorogo mengungsi (ponorogo.suara.com/dedy.s)

Suara Ponorogo - Masyarakat Dusun Nguncup, Desa Bekiring, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo semakin dilanda kekhawatiran yang mendalam seiring dengan meningkatnya intensitas tanah gerak di daerah mereka. 

Menurut laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, tanah gerak telah menyebabkan 14 rumah terdampak, memaksa 14 kepala keluarga atau sekitar 36 jiwa untuk mengungsi. Dari rumah-rumah yang terdampak, empat di antaranya mengalami kerusakan parah.

Suparmi, salah satu warga yang terpaksa mengungsi, berbagi kisah pahitnya tentang kehidupan sehari-hari yang dipenuhi ketakutan dan kecemasan. 

"Karena tanah gerak  saya sudah Mengungsi 2 bulan lamanya akibat rumah saya hancur dan takut untuk kembali menempati rumah” ujarnya dengan suara tertekan. Satu-satunya rumah yang dimiliki oleh Suparmi telah hancur retak-retak dan tidak lagi memiliki bentuk yang layak huni. Setiap hari, dia hidup dalam ketakutan mendalam dan kekhawatiran akan runtuhnya rumah yang selalu bergerak.

Kepala Desa Bekiring, Agus Santoso, mengungkapkan bahwa permasalahan tanah gerak ini telah terjadi sejak tahun 2017, namun kondisinya semakin memburuk pada tahun 2023. 

"Kali ini, ada 14 kepala keluarga dengan total 36 jiwa yang terpaksa mengungsi. Masyarakat sangat traumatik dengan keadaan ini. Mereka meminta adanya relokasi karena setiap hari mereka mendengar gemuruh di sekitar mereka," paparnya.

Agus Santoso juga telah mengajukan permohonan relokasi kepada pihak berwenang. Dia menyampaikan bahwa masyarakat berharap dapat direlokasi ke tanah yang dimiliki oleh Perhutani. 

"Masyarakat sangat takut karena tanah terus bergerak dan berbunyi, meskipun tidak ada hujan. Akibatnya, beberapa warga mengalami kerusakan. Mereka berharap untuk segera direlokasi," tambahnya dengan nada prihatin.

Sebelumnya, kekhawatiran mengenai tanah gerak di Dukuh Nguncup, Desa Bekiring, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo sudah menjadi perhatian serius. Pada bulan Maret 2023, warga hanya mengungsi pada malam hari atau saat hujan. Namun, situasinya semakin memburuk sehingga mereka sekarang memilih untuk mengungsi secara permanen karena keparahan tanah gerak.

baca juga

Saat ini, puluhan warga telah mengungsi di tenda-tenda yang didirikan oleh BPBD Ponorogo dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A). Tindakan tanggap dan bantuan dari pemerintah daerah ini merupakan langkah penting untuk memberikan perlindungan sementara bagi mereka yang terdampak.

Peristiwa ini menunjukkan perlunya respons yang humanis dan kritis terhadap tantangan bencana alam. Selain menangani pengungsian, perlu upaya yang berkelanjutan untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi, termasuk pelayanan kesehatan, sanitasi, air bersih, dan dukungan psikososial.

Pemerintah daerah perlu bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk mengidentifikasi dan menganalisis penyebab serta risiko tanah gerak ini secara mendalam. Langkah-langkah preventif dan mitigasi yang tepat harus segera diambil untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman yang semakin memprihatinkan ini.

Dalam situasi seperti ini, solidaritas dan empati dari masyarakat luas juga sangat dibutuhkan. Bantuan dan dukungan moral kepada para pengungsi serta keluarga yang terdampak dapat memberikan harapan dan kekuatan bagi mereka yang sedang menghadapi cobaan berat ini.

Kami berharap pemerintah daerah, otoritas terkait, dan masyarakat secara bersama-sama dapat menghadapi tantangan ini dengan kepedulian, kemanusiaan, dan kebijaksanaan. 

Semoga solusi yang komprehensif dan berkelanjutan dapat ditemukan untuk mengatasi permasalahan tanah gerak di Dusun Nguncup dan memberikan masa depan yang lebih aman bagi masyarakat yang terdampak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ponorogo Creative Festival: Menumbuhkan Kreativitas dan Menggugah Generasi Muda di Ponorogo

Ponorogo Creative Festival: Menumbuhkan Kreativitas dan Menggugah Generasi Muda di Ponorogo

Ponorogo | Rabu, 24 Mei 2023 | 13:37 WIB

Anies Baswedan Mempererat Ikatan Spiritual dengan Ponorogo: Jejak Warisan Spiritual dan Pertemuan dengan Peninggalan Leluhur

Anies Baswedan Mempererat Ikatan Spiritual dengan Ponorogo: Jejak Warisan Spiritual dan Pertemuan dengan Peninggalan Leluhur

Ponorogo | Rabu, 24 Mei 2023 | 13:05 WIB

Bayi Tanpa Tempurung Kepala di Ponorogo Meninggal, Keluarga Mengungkap Kronologi yang Mengharukan

Bayi Tanpa Tempurung Kepala di Ponorogo Meninggal, Keluarga Mengungkap Kronologi yang Mengharukan

Ponorogo | Selasa, 23 Mei 2023 | 12:48 WIB

Terkini

Menelusuri Kehidupan Sosial Batavia di Buku Jean Gelman Taylor

Menelusuri Kehidupan Sosial Batavia di Buku Jean Gelman Taylor

Your Say | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:15 WIB

Ronaldo Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Pelatih Portugal Bantah Cristiano Tengah Kejar Rekor Messi

Ronaldo Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Pelatih Portugal Bantah Cristiano Tengah Kejar Rekor Messi

Bola | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:12 WIB

Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?

Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:11 WIB

Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik

Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:04 WIB

Jeritan UMKM Probolinggo di Tengah Pemadaman Listrik Bergilir

Jeritan UMKM Probolinggo di Tengah Pemadaman Listrik Bergilir

Jatim | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:02 WIB

Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief

Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:02 WIB

Respons Berkelas Cristiano Ronaldo ke Pengkritik: Cetak Brace, Ukir 2 Sejarah!

Respons Berkelas Cristiano Ronaldo ke Pengkritik: Cetak Brace, Ukir 2 Sejarah!

Bola | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:00 WIB

Review Supergirl: Petualangan Kosmik yang Lebih Liar dari Semesta DC Baru

Review Supergirl: Petualangan Kosmik yang Lebih Liar dari Semesta DC Baru

Your Say | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:00 WIB

Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:58 WIB

Pengusaha Jasa Kurir Janji Ikut Tekan Biaya Logistik Nasional yang Masih Tinggi

Pengusaha Jasa Kurir Janji Ikut Tekan Biaya Logistik Nasional yang Masih Tinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:55 WIB