Suara Ponorogo - Pasar hewan di Kabupaten Ponorogo dilaporkan belum banyak dikunjungi pembeli hewan untuk kebutuhan Ibadah Qurban yang tinggal menghitung hari.
Dalam pengamatan ponorogo.suara.com di pasar ternak, Senin (5/5/23) aktivitas jual beli hewan masih didominasi oleh makelar ternak di banding pembeli, selain itu kondisi pasar masih belum semeriah tahun-tahun sebelum terjadinya wabah PMK yang merugikan petani serta peternak di Ponorogo
Sugianto, Kepala pasar Hewan mengatakan, meskipun terjadi peningkatan pembeli sebesar 5 persen menjelang Hari Raya Qurban, kondisi pasar masih tergolong sepi pasca pandemi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
"Untuk sapi yang dijual di pasar hewan ini, stoknya hanya sekitar 300 ekor untuk kambing, sementara sapi mencapai 400 ekor," ujar Sugianto.
Menurut Sugianto, biasanya terjadi kenaikan pembeli beberapa hari sebelum Idul Adha. Namun, kali ini jumlah pembeli belum mencapai ekspektasi.
Dia mengungkapkan harapannya agar jumlah pembeli dapat meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Di sisi lain, Wahono, seorang makelar ternak di pasar hewan Ponorogo, menyatakan bahwa harga hewan masih berada dalam kondisi normal saat ini, tanpa adanya kenaikan yang signifikan.
"Untuk kambing, harga masih berada di bawah 3 juta rupiah, sedangkan untuk harga di atasnya berkisar antara 3,5 juta hingga 4 juta rupiah," ungkap Wahono.
Wahono menambahkan bahwa saat ini masih ada kesempatan bagi pembeli untuk mendapatkan harga yang terjangkau untuk hewan ternak.
Baca Juga: Penyebab Fiersa Besari Kecelakaan Hingga Mobilnya Nyaris Masuk Jurang Terungkap
Namun, dia tidak menutup kemungkinan bahwa harga dapat berubah dalam beberapa hari mendatang mengingat permintaan yang terus meningkat menjelang Hari Raya Qurban.
Dengan lebih banyaknya makelar ternak dibanding pembeli ternak di pasar hewan Ponorogo, diharapkan agar pemerintah setempat dapat melakukan upaya untuk mengoptimalkan promosi dan memperluas akses informasi kepada masyarakat mengenai kesempatan membeli hewan ternak untuk Hari Raya Qurban.