Desa Buddha di Ponorogo Mencerminkan Keberagaman dan Sejarah yang Kaya

Ponorogo

Minggu, 04 Juni 2023 | 17:48 WIB
Desa Buddha di Ponorogo Mencerminkan Keberagaman dan Sejarah yang Kaya
Warga sedang mengikuti ibadah waisak ((ponorogo.suara.com/dedy.s))

Suara Ponorogo - Desa Sodong di Ponorogo, Jawa Timur, telah menjadi tempat bersejarah bagi agama Buddha di wilayah tersebut. Dalam sebuah wawancara dengan Tokoh masyarakat yang juga Ketua Vihara, Suwandi, kita dapat melihat sejarah panjang dan perkembangan agama Buddha di daerah ini.

Kepada ponorogo.suara.com, Suwandi menjelaskan, Sejarah desa Sodong dimulai pada masa ketika wilayah tersebut masih merupakan pedalaman yang belum seperti sekarang. 

Pada waktu itu, hanya sedikit penduduk yang tinggal di sana. Namun, pada tahun 50-an, seorang tokoh bernama Mbah Saimin mulai menyebarkan ajaran Buddha di daerah ini dengan tekad yang kuat.

Pada tahun 1969, dibangunlah sebuah vihara sederhana sebagai tempat ibadah bagi umat Buddha di daerah tersebut. Sejak itu, agama Buddha terus berkembang dan bertahan hingga saat ini.

Ibadah Waisak di Sodong, Ponorogo [ponorogo.suara.com/dedy.s]
Ibadah Waisak di Sodong, Ponorogo (sumber: ponorogo.suara.com/dedy.s)

Mbah Saimin, adalah seorang penduduk asli daerah tersebut. Beliau lahir di Sodong, tetapi sempat bermukim di Wonogiri, Jawa Tengah. Setelah diarahkan oleh seorang biksu dari Wonogiri, Mbah Saimin mulai menyebarkan ajaran Buddha di desa Sodong.

Pada saat itu, agama Buddha masih belum begitu jelas bagi sebagian masyarakat setempat. Namun, seiring berjalannya waktu, agama Buddha semakin berkembang dan menjadi mayoritas di desa tersebut.

Namun, beberapa dekade kemudian, terjadi perubahan dalam tingkat kepercayaan dan keberagaman agama di desa Sodong. Faktor-faktor seperti perkawinan antaragama dan kebebasan beragama individu menjadi penyebab pergeseran ini. Pada tahun 1980-an, jumlah penganut agama Buddha mulai berkurang seiring dengan faktor perkawinan.

Namun, perkembangan ini tidak harus dianggap sebagai kemunduran. Dalam wawancara tersebut, Suwandi menyatakan bahwa perkawinan dan perubahan agama dapat membawa pencerahan baru bagi individu. 

 [ponorogo.suara.com/dedy.s]
(sumber: ponorogo.suara.com/dedy.s)

Saat ini, agama di desa Sodong lebih relatif dan dipandang sebagai pilihan pribadi masing-masing individu. Banyak yang memilih untuk keluar dari agama Buddha dan memeluk agama lain seperti Islam, dan mereka menikah sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.

baca juga

Meskipun kebanyakan penduduk desa Sodong adalah etnis Jawa, agama Buddha telah menjadi bagian dari kehidupan mereka selama beberapa dekade. 

Mbah Saimin sendiri telah memulai pembangunan vihara sejak tahun 1965, dan sejak itu, desa Sodong telah memiliki altar Buddha yang menjadi tempat beribadah bagi umat Buddha.

Desa Buddha di Ponorogo ini mencerminkan keberagaman dan sejarah yang kaya. Meskipun terjadi pergeseran dalam penganut agama, desa Sodong tetap menjadi tempat yang penting dalam sejarah perkembangan agama Buddha di Bumi Reog.

Dengan adanya perubahan ini, desa Sodong mengajarkan kita pentingnya penghormatan terhadap pilihan agama dan kebebasan beragama individu dalam masyarakat yang majemuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pantau Langsung Ibadah Waisak, Kapolres Ponorogo Mengapresiasi Kerukunan Antaragama di Dusun Sodong

Pantau Langsung Ibadah Waisak, Kapolres Ponorogo Mengapresiasi Kerukunan Antaragama di Dusun Sodong

Ponorogo | Minggu, 04 Juni 2023 | 17:12 WIB

Perjalanan Jauh Biksu Dari Thailand ke Borobudur: Kaki Terkoyak, Senyuman Tak Pernah Padam!

Perjalanan Jauh Biksu Dari Thailand ke Borobudur: Kaki Terkoyak, Senyuman Tak Pernah Padam!

Ponorogo | Sabtu, 03 Juni 2023 | 21:46 WIB

Ponorogo Diguncang Skandal Video Wanita Remaja Tanpa Busana: Orang Tua Korban Dikirimi Video oleh Pelaku, Diduga Pacar Korban

Ponorogo Diguncang Skandal Video Wanita Remaja Tanpa Busana: Orang Tua Korban Dikirimi Video oleh Pelaku, Diduga Pacar Korban

Ponorogo | Sabtu, 03 Juni 2023 | 18:22 WIB

Terkini

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×