Suara Ponorogo - Ratusan simpatisan Joko Widodo (Jokowi) secara mengejutkan mendeklarasikan dukungan mereka terhadap calon presiden Prabowo Subianto dalam acara yang diadakan di Kecamatan Sambit, Ponorogo.
Acara deklarasi tersebut tidak hanya menarik perhatian publik karena perpindahan dukungan politik, tetapi juga karena selipan kesenian tradisional Reog dan pertunjukan gajah gajahan yang memikat ribuan penonton.
Dalam wawancara dengan Ketua DPC Gerindra Ponorogo, Supriyanto, terungkap bahwa sejak 2014 dan 2019, banyak pendukung Jokowi dari bawah yang membrikan dukungan kepada Prabowo Subianto.
![Ketua DPC Gerindra Ponorogo, Supriyanto [ponorogo.suara.com/dedy.s]](https://media.suara.com/suara-partners/ponorogo/thumbs/1200x675/2023/06/19/1-relawan-3.jpeg)
Supriyanto mengungkapkan harapannya agar Pilpres 2024 berjalan dengan lancar tanpa konflik yang berarti, sehingga bisa menjadi simbol kebaikan bagi proses demokrasi di Indonesia.
"Sinyal dari Pak Jokowi mengendorse Pak Prabowo memberikan harapan bahwa di lapangan akan terlihat seperti ini. Ini adalah bukti bahwa deklarasi ini dilakukan oleh para pendukung Pak Jokowi untuk mendukung Pak Prabowo," kata Supriyanto.
Menyikapi perubahan ini, Kharisma Febriansah, Sekertaris DPD Partai Derindra Jawa Timur, menegaskan bahwa bergandengan tangan untuk memenangkan Pilpres 2024 adalah tujuan bersama bagi para pendukung Jokowi dan Prabowo.
Ia menyatakan bahwa kedua pemimpin tersebut telah memberikan contoh bahwa persatuan elit politik dapat memajukan negara.
"Pak Prabowo dan Pak Jokowi bersatu karena memiliki cita-cita yang sama, yakni menjadikan bangsa ini kuat dan dihormati oleh bangsa lain di dunia melalui kesejahteraannya. Kita memiliki modal yang besar, negara yang kaya dengan sumber daya alam yang melimpah, tetapi belum dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat kita sendiri," jelas Kharisma.
Dia menambahkan bahwa pemilihan pemimpin pada tantangan Pilpres 2024 akan mempengaruhi kondisi adik-adik kita di masa depan.
Baca Juga: Booth Yamaha di JFK 2023 Manjakan Pengunjung dengan Gebyar Promo dan Hiburan Menarik
Kharisma mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang teruji dan mampu menghadapi tantangan dunia pasca pandemi Covid-19.
"Perjuangan kita di tahun 2024 bukan hanya untuk hidup, tetapi untuk memastikan kehidupan yang lebih baik bagi adik-adik kita. Mari kita jeli dalam memilih pemimpin yang memiliki kualitas dan pengalaman, karena tantangan yang kita hadapi pada tahun 2024 adalah tantangan global pasca pandemi Covid-19" tambah Kharisma.
Deklarasi tersebut telah mengundang perhatian luas dari berbagai kalangan masyarakat. Dalam sejarah politik Ponorogo, Prabowo Subianto sebelumnya kalah dalam pemilihan presiden di daerah ini pada Pilpres 2014 dan 2019.
Namun, pergeseran dukungan yang signifikan dari pemilih Jokowi ke Prabowo menunjukkan potensi perubahan dinamika politik dari Bumi Reog ini.