Terdampak Inflasi, Negara-negara Ini Juga Terancam Bangkrut

Poptren

Selasa, 12 Juli 2022 | 18:01 WIB
Terdampak Inflasi, Negara-negara Ini Juga Terancam Bangkrut
suara.com

Sri Lanka mengalami krisis ekonomi yang parah pada tahun 2022, yang membuat negara ini dinyatakan bangkrut, setelah mengumumkan default atau gagal bayar utang ke luar negeri sebesar 51 miliar dolar Amerika.

Keadaan ini menjadi yang terparah sejak kemerdekan Sri Lanka pada 1948 Kala itu, Gubernur Bank Sentral, Nandalal Weerasinghe sampai meminta warga Sri Lanka yang berada di luar negeri untuk mengirimkan uang sebagai tambahan devisa negara.

Situasi terkini, warga Sri Lanka telah demo besar-besaran sampai menguasai rumah Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa. Hal itu akhirnya membuat pemimpin Presiden Rajapaksa mengundurkan diri.

Kondisi perekonomian di dunia juga cukup mengkhawatirkan akibat krisis pangan dan energi. Bahkan, sejumlah negara juga terancam bangkrut seperti Sri Lanka setelah mengalami lonjakan inflasi. Negara-negara tersebut adalah :

1. Afghanistan

Afganistan sempat mengalami krisis ekonomi sejak Amerika Serikat dan sekutunya menarik pasukannya tahun lalu, lalu Taliban mengambil alih. Sejumlah pekerja publik seperti PNS, dokter, perawat, guru juga tidak mendapat gaji berkali-kali. Kini, separuh dari 39 juta penduduk Afghanistan menghadapi krisis pangan.

2. Argentina

Masyarakat Argentina bertahan hidup dari dapur umum lewat program kesejahteraan dan bantuan sosial. Perekonomian Argetina menjadi krisis setelah bank sentral tidak lagi memiliki cadangan devisa karena lemahnya mata uang peso. 

3. Mesir

baca juga

Mesir mengalami inflasi sejak April 2022 sebesar 15 persen. Kondisi itu mengakibatkan 103 juta penduduk hidup dalam kemiskinan. Pemerintah pun kesulitan membayar utang luar negeri yang menumpuk. Terlebih dengan adanya kebijakan kenaikan suku bunga demi mengekang laju inflasi.

4. Laos

Laos mengalami utang yang bergitu besar dan bahkan terpaksa mengemis restrukturisasi utang bernilai miliaran dolar Amerika. Bank Dunia bahkan mengatakan bahwa cadangan devisa Laos tersisa kurang dari dua bulan impor. Jatuhnya mata uang Laos sebanyak 30 persen pun semakin memperburuk situasi negara tersebut.

5. Lebanon

Lebanon mengalami krisis ekonomi karena mata uangnya jatuh hingga 90 persen. Lonjakan inflasi pun juga menjadi salah satu faktornya.

Lebanon menderita krisis ekonomi sejak perang saudara yang panjang dan menghambat pemulihan negara dan disfungsi pemerintah dan serangan teror. Bank Dunia mengatakan krisis ekonomi negara ini adalah yang terburuk selama lebih dari 150 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Negara Hancur-hancuran, Detik-detik Warga Sri Lanka Serbu Kediaman Presiden dan PM Sri Lanka

Negara Hancur-hancuran, Detik-detik Warga Sri Lanka Serbu Kediaman Presiden dan PM Sri Lanka

Video | Senin, 11 Juli 2022 | 20:30 WIB

Terkini

Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan

Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta di Jakarta Selatan Buka Suara Soal Temuan 995 Pucuk Senjata Api

Eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta di Jakarta Selatan Buka Suara Soal Temuan 995 Pucuk Senjata Api

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:09 WIB

Zulhas Goda Kepala BGN Sudaryono: Belum Sebulan Menjabat Sudah Turun Berapa Kilo?

Zulhas Goda Kepala BGN Sudaryono: Belum Sebulan Menjabat Sudah Turun Berapa Kilo?

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen

Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya

Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya

Jatim | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Lelang Batubara Ilegal Hasilkan Rp20,97 Miliar untuk Kas Negara

Lelang Batubara Ilegal Hasilkan Rp20,97 Miliar untuk Kas Negara

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:00 WIB

ADA Band Genap 30 Tahun, Siap-Siap Nostalgia di Remember Fest x Cube Concert November Nanti

ADA Band Genap 30 Tahun, Siap-Siap Nostalgia di Remember Fest x Cube Concert November Nanti

Entertainment | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:58 WIB

Jaga Warisan Perjuangan, Bupati Bogor Lakukan Revitalisasi Total Cagar Budaya SDN Cileungsi 02

Jaga Warisan Perjuangan, Bupati Bogor Lakukan Revitalisasi Total Cagar Budaya SDN Cileungsi 02

Bogor | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:56 WIB

Pakar Hukum Tata Negara Ungkap Inpres Kopdes Merah Putih Keliru

Pakar Hukum Tata Negara Ungkap Inpres Kopdes Merah Putih Keliru

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Buntut Kasus Yurizal, Nakes Jakarta Dilarang Keras Cibir Pasien BPJS

Buntut Kasus Yurizal, Nakes Jakarta Dilarang Keras Cibir Pasien BPJS

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:53 WIB

×