Jenis Cedera Dalam Bulutangkis

Poptren

Kamis, 21 Juli 2022 | 02:00 WIB
Jenis Cedera Dalam Bulutangkis
Ilustrasi seseorang yang sedang cedera pada kaki (suara.com)

Poptren.suara.com - Bulutangkis termasuk salah satu olahraga yang populer di Indonesia. Terutama tiap kali ada perhelatan turnamen internasional bulutangkis, seperti Thomas-Uber Cup, All England, hingga Indonesia Master dan Indonesia Open, dan membuat masyarakat Indonesia antusias.

Akibat terbawa euforia, masyarakat kerap ikut-ikutan bermain bulutangkis. Tak perlu memaksa diri bermain seperti atlet profesional, sebab bulutangkis juga rentan menimbulkan risiko cedera seperti olahraga lain.

"Bulutangkis termasuk kategori olahraga high impact dengan gerakan yang dinamis, merupakan kombinasi antara reli-reli pendek dan reli-reli panjang. Karenanya, pemain bulutangkis membutuhkan kebugaran aerobik atau kebugaran kardiorespirasi untuk dapat bermain bulu tangkis dengan durasi permainan 3 set," jelas spesialis kedokteran olahraga dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO., dalam keterangan tertulisnya.

Dalam bermain bulutangkis juga diperlukan kecepatan, tenaga, serta kelincahan yang cukup baik. Misalnya, gerakan melompat saat jumping smash, lunges saat melakukan gerakan netting hingga drop shot yang membutuhkan gerakan cepat untuk mengubah arah bola.

Apabila berbagai gerakan tersebut salah dilakukan atau beban tubuh kewalahan melakukannya, berisiko menyebabkan cedera. 

Dokter Antonius mengatakan bahwa ada enam cedera paling sering yang dialami pemain bulutangkis.

"Olahraga ini dipenuhi gerakan kompleks sesuai dengan tempo permainannya. Itulah mengapa jika tidak berhati-hati, cedera otot, sendi, ligamen, hingga tendon rentan terjadi ketika bermain bulutangkis," ujarnya.

Berikut enam jenis cedera yang dapat terjadi ketika bermain bulutangkis :

1. Cedera Bahu

Penyebab : gerakan overhead atau mengayun yang cepat dan berulang. Tipe cedera bahu pada pemain bulutangkis disebut overuse injury. Biasanya disebabkan karena gerakan sendi bahu yang berulang. Kondisi itu akan menyebabkan otot-otot bahu kelelahan dan mengakibatkan stabilitas sendi bahu menurun. Tendonitis rotator cuff atau tendinopathy adalah kondisi cedera bahu tersering pada pemain bulu tangkis.

2. Cedera Ankle

Penyebab : gerakan-gerakan berubah arah dalam waktu yang cepat serta gerakan melompat dan mendarat saat melakukan jumping smash. Faktor risiko cedera pergelangan kaki bisa berasal dari internal dan eksternal. 

Faktor internal misalnya, kelelahan saat bermain sehingga membuat keseimbangan menjadi terganggu dan pergelangan kaki jadi terkilir. Faktor eksternal, biasanya disebabkan karena kondisi lapangan yang licin atau penggunaan sepatu yang tidak tepat sehingga membuat cedera pada ankle.

3. Cedera Lutut

Penyebab : gerakan melompat dan mendarat berulang dan gerakan lunges yang berulang. Kedua gerakan itu memberikan beban yang cukup besar pada tendon sendi lutut sehingga menyebabkan cedera lutut. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dokter Temukan Keunggulan Operasi Kuno Zaman Firaun untuk Atasi Cedera Otak

Dokter Temukan Keunggulan Operasi Kuno Zaman Firaun untuk Atasi Cedera Otak

Health | Selasa, 19 Juli 2022 | 06:19 WIB

Terkini

Hasil Piala Dunia 2026: Jerman Mengamuk Lumat Curacao 7-1

Hasil Piala Dunia 2026: Jerman Mengamuk Lumat Curacao 7-1

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 02:15 WIB

Kontroversi Piala Dunia 2026: Wartawan Dilarang Bertanya dalam Bahasa Spanyol

Kontroversi Piala Dunia 2026: Wartawan Dilarang Bertanya dalam Bahasa Spanyol

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 00:56 WIB

Robek Gawang Jerman! Eks Rekan Justin Hubner Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026

Robek Gawang Jerman! Eks Rekan Justin Hubner Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 00:44 WIB

Ruang Ganti Brasil Memanas! Endrick Ngamuk Tak Dimainkan Carlo Ancelotti

Ruang Ganti Brasil Memanas! Endrick Ngamuk Tak Dimainkan Carlo Ancelotti

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 00:25 WIB

Miroslav Klose Ikhlas Rekor Golnya di Piala Dunia Disalip Lionel Messi

Miroslav Klose Ikhlas Rekor Golnya di Piala Dunia Disalip Lionel Messi

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 00:18 WIB

Dilema Scaloni! Julian Alvarez atau Lautaro Martnez, Siapa Jadi Striker Argentina?

Dilema Scaloni! Julian Alvarez atau Lautaro Martnez, Siapa Jadi Striker Argentina?

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 00:12 WIB

Vitinha Berani Garansi! Final Piala Dunia 2026 Messi vs Ronaldo Jadi Kenyataan

Vitinha Berani Garansi! Final Piala Dunia 2026 Messi vs Ronaldo Jadi Kenyataan

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 00:05 WIB

Sering Ditagih Warga, Alasan Kapolres Bekasi Kombes Sumarni Hubungi Sony Sonjaya Terungkap

Sering Ditagih Warga, Alasan Kapolres Bekasi Kombes Sumarni Hubungi Sony Sonjaya Terungkap

Jabar | Minggu, 14 Juni 2026 | 23:36 WIB

Kabar Terbaru Tol Bocimi, Kapan Jalur Cibadak-Sukabumi Barat Mulai Bisa Dilintasi?

Kabar Terbaru Tol Bocimi, Kapan Jalur Cibadak-Sukabumi Barat Mulai Bisa Dilintasi?

Jabar | Minggu, 14 Juni 2026 | 23:21 WIB

Viral Siswi SD Menangis Akibat Listrik Padam Saat OSN, Disdik Sukabumi Minta Ujian Diulang

Viral Siswi SD Menangis Akibat Listrik Padam Saat OSN, Disdik Sukabumi Minta Ujian Diulang

Jabar | Minggu, 14 Juni 2026 | 23:09 WIB