Pengganti Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan

Poptren

Jum'at, 22 Juli 2022 | 01:10 WIB
Pengganti Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan
Menstrual Cup. (suara.com)

Poptren.suara.comInovasi menstrual cup memudahkan kaum perempuan saat menstruasi. Menstrual cup yang bentuknya mirip cawan kecil ini digunakan untuk menggantikan pembalut yang konvensional. Terbuat dari silikon, menstrual cup dirancang untuk menampung darah menstruasi wanita. Bukan menyerapnya.

Dikutip dari timesindonesia.co.id, menstrual cup dinilai memiliki beberapa kelebihan, yaitu :

1. Tidak Menghasilkan Bau
Ketika memakai pembalut atau tampon, sering kali mendapat keluhan bau darah haid yang tidak sedap dikarenakan pembalut akan menyerap darah haid. Akan tetapi, menstrual cup akan mengurangi bau darah haid dan tetap nyaman melakukan aktivitas seperti biasanya.

2. Menjaga Keseimbangan pH juga Bakteri Baik pada Vagina
Hal ini disebabkan karena menstrual cup hanya akan menampung darah haid, bukan menyerap. Sehingga keseimbangan pH pada vagina tidak akan terganggu. Berbeda dengan pembalut, jika ia akan menyerap darah haid maupun cairan dari vagina maka hal ini akan mebuat lembab sehingga menganggu keseimbangan pH.

3. Aman
Dilansir dari alodokter.com, menstrual cup cenderung lebih aman. Karena sifatnya yang hanya menampung, maka tidak akan menyisakan cairan maupun darah haid yang mengendap sehingga besar kemungkinan untuk dapat tumbuhnya bakteri. Disamping itu, menstrual cup juga tidak akan menyebabkan lecet muapun ruam kulit seperti keluhan lainnya ketika menggunakan pembalut.

4. Tahan lama dan ramah lingkungan
Mengapa disebut ramah lingkungan? Karena menstrual cup adalah produk yang tahan lama hingga 6 bulan sampai 10 tahun dibandingkan pembalut yang sekali pakai.

Untuk pemakaian, menstrual cup cukup dicuci dengan air bersih dan juga sabun kemudian siap untuk digunakan lagi. Berbeda dengan pembalut yang langsung dibuang. Tentu saja hal ini akan menambah lebih banyak sampah lagi dilingkungan kita.

5. Daya Tampung Lebih Besar
Menstrual cup dapat menampung kurang lebih 40 ml darah haid. Tentu hal ini akan mengurangi resiko bocor dan tidak nyaman beraktivitas selama periode mentruasi. Sedangkan pada pembalut, hanya akan dapat menampung darah kurang lebih sebanyak 7 ml saja.

Untuk durasi waktu dalam sehari, menstrual cup dapat digunakan 6-12 jam sehari. Hal ini karena memiliki daya tampung yang lebih besar dibanding pembalut.

baca juga

Disamping hemat, bersih dan ramah lingkungan, menstrual cup dinilai sebagai inovasi baru bagi kaum hawa yang ingin aktivitas kesehariannya tak terganggu saat menstruasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Atasi Persoalan Sampah, Perusahaan di AS Kembangkan Mesin Daur Ulang Sampah Rumahan

Atasi Persoalan Sampah, Perusahaan di AS Kembangkan Mesin Daur Ulang Sampah Rumahan

Video | Senin, 20 September 2021 | 13:36 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×