Akhirnya, Ponpes Gontor Mengakui Adanya Kekerasan di Kematian Albar Mahdi

Poptren | Suara.com

Kamis, 08 September 2022 | 07:36 WIB
Akhirnya, Ponpes Gontor Mengakui Adanya Kekerasan di Kematian Albar Mahdi
Olah TKP di Pondok Pesantren Gontor (Foto: Beritajatim)

Poptren.suara.com – Akhirnya pihak Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengatakan secara resmi penyebab wafatnya santru asal Palembang  yang bernama Albar Mahdi, putra Siti Soimah (44) yang menjadi sorotan publik.

Noor Syahid selaku juru bicara Ponpes Gontor Memberikan penyataan resmi melalui surat yang dibacakannya.

Dalam surat tesebut pihak Gontor menyampaikan beberapa hal.

Pertama, Pondok Pesanteren Gontor meminta maaf dan mengucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya almarhum Albar Mahdi, khusunya kepada orang tua dan keluarga korban yang ditinggalkan.

Pihak Gontor juga berharap tak akan ada lagi kejadian seperti sekarang ini di masa depan.

"Kami sangat menyesalkan terjadinya peristiwa yang berujung pada wafatnya almarhum. Sebagai pondok pesantren yang concern terhadap pendidikan karakter anak, tentu kita semua berharap agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari," kata Noor Syahid dikutip Selebtek dari akun TikTok SUMEKSCO, Rabu (7/9/2022).

Tak hanya itu saja, Pondok Pesantren Gontor juga meminta maaf kepada orang tua dan keluarga korban jika dalam proses penyerahan jenazah Albar Mahdi dianggap tak terbuka.

Kedua, Ponpes Gontor membuat tim untuk menyelidiki meninggalnya Albar. Dan mereka menemukan adanya dugaan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Kami memang menemukan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan almarhum wafat," lanjut Noor Syahid.

Setelah melakukan penyelidikan terkait kekerasan yang diterima Albar, pihak Ponpes Gintor sudah menindak dengan tegas dan cepat para pelaku yang terlibat dugaan penganiayaan.

"Pada hari yang sama ketika almarhum wafat, kami langsung mengambil tindakan tegas dengan menjatuhkan sanksi kepada santri yang diduga terlibat, yaitu dengan mengeluarkan yang bersangkutan dari Pondok Modern Darussalam Gontor secara permanen," tutur Noor Syahid.

Para pelaku dipulangkan langsung kepada orang tua mereka. pihak Gontor tak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan.

"Pada prinsipnya kami, Pondok Modern Darussalam Gontor, tidak mentoleransi segala aksi kekerasan di dalam lingkungan pesantren, apa pun bentuknya, termasuk dalam kasus almarhum ananda AM ini," lanjut Noor Syahid.

Ketiga, Pihak Gontor akan terbuka dan mengikuti serangkaian penegakan hukum terkait peristiwa meninggalnya Albar Mahdi.

"Kami juga siap untuk mengikuti segala bentuk upaya dalam rangka penegakan hukum terkait peristiwa wafatnya almarhum ananda AM ini,"  tulis dalam keterangan itu. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cegah Kekerasan di Gontor Terulang, Semua Pengelola Pesantren Diimbau Awasi Santri

Cegah Kekerasan di Gontor Terulang, Semua Pengelola Pesantren Diimbau Awasi Santri

News | Rabu, 07 September 2022 | 18:30 WIB

PBNU Prihatin Kekerasan Terjadi Pada Santri di Pesantren Gontor

PBNU Prihatin Kekerasan Terjadi Pada Santri di Pesantren Gontor

| Rabu, 07 September 2022 | 18:27 WIB

Terkini

Rugikan Warga Ratusan Juta, 'Alumni' Kamboja Dibekuk Polisi Riau

Rugikan Warga Ratusan Juta, 'Alumni' Kamboja Dibekuk Polisi Riau

Riau | Minggu, 12 April 2026 | 10:25 WIB

Kunci Jawaban Soal SNBT: Penalaran Umum

Kunci Jawaban Soal SNBT: Penalaran Umum

Bali | Minggu, 12 April 2026 | 10:17 WIB

BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi

BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:10 WIB

Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah

Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:09 WIB

Akui Gunakan AI di Opening Ascendance of a Bookworm, WIT Studio Minta Maaf

Akui Gunakan AI di Opening Ascendance of a Bookworm, WIT Studio Minta Maaf

Your Say | Minggu, 12 April 2026 | 10:05 WIB

Intip 4 Pasang Sepatu Senilai Rp 129 Juta dari OTT Bupati Tulungagung, Ada Merek Louis Vuitton!

Intip 4 Pasang Sepatu Senilai Rp 129 Juta dari OTT Bupati Tulungagung, Ada Merek Louis Vuitton!

News | Minggu, 12 April 2026 | 10:01 WIB

Review Film Warung Pocong: Campuran Antara Komedi dan Horor yang Seimbang

Review Film Warung Pocong: Campuran Antara Komedi dan Horor yang Seimbang

Your Say | Minggu, 12 April 2026 | 10:00 WIB

Takut Takabur, Aldi Tetap Gunakan Jargon 'Semua Milik Allah' Usai Disentil Ustaz

Takut Takabur, Aldi Tetap Gunakan Jargon 'Semua Milik Allah' Usai Disentil Ustaz

Entertainment | Minggu, 12 April 2026 | 10:00 WIB

Nikita Mirzani Ngadu ke Prabowo, Singgung Hukum Buta Logika Usai Divonis 6 Tahun Penjara

Nikita Mirzani Ngadu ke Prabowo, Singgung Hukum Buta Logika Usai Divonis 6 Tahun Penjara

Entertainment | Minggu, 12 April 2026 | 09:58 WIB

Danantara Rebut Pengelolaan Sekuritas Himbara, Mau Bentuk Holding Baru

Danantara Rebut Pengelolaan Sekuritas Himbara, Mau Bentuk Holding Baru

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 09:55 WIB