poptren.suara.com - Hujan deras yang melanda Kota Bandung mengakibatkan terjadinya longsor di TPU Sirnaraga, Jalan Citepus, Kota Bandung sehingga ada beberapa kain kafan yang terlihat.
Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras yang tak kunjung berhenti mengguyur Kota Bandung.
Hujan deras tersebut membuat kirmir ambruk akibat tergerus aliran air Kali Cilimus yang meluap sehingga tampak beberapa jenazah menyembul dari tanah dan terlihat kain kafannya.
Kapolsek Cicendo Kompol Sadewo mengatakan, kronologi kejadian berawal saat hujan deras mengguyur Kota Bandung sejak pukul 13.30 WIB hingga 14.37 WIB. Air Kali Cilimus meluap karena tidak dapat menampung debit air. Aliran deras air Kali Cilimus menggerus kirmir di pinggiran. Sementara, sebagian makam berada di tepi kirmir itu.
"Kurang lebih panjang Kirmir yang tergerus sepanjang 30 meter. Ada 25 makam yang terdampak," kata Kapolsek Cicendo.
Untuk mengevakuasi makam yang terdampak, petugas masih menunggu pendataan dari para ahli waris.
Kompol Sadewo menyatakan, dari 25 makam yang terdampak, 18 di antaranya harus diperbaiki. Sedangkan tujuh makam lainnya, perlu dievakuasi.
"Tujuh makan tersebut dua diantaranya jasad anak kecil, lima lainnya dewasa. Kondisinya (jenazah) baik. Hanya ada beberapa yang dapat terlihat langsung, seperti ada yang terlihat bagian kepala," ujar Kompol Sadewo.
Saat ini, tutur Kapolsek Cicendo, polisi bersama dinas terkait dari Pemkot Bandung, tengah berjaga dan melakukan pendataan ahli waris, guna pemindahan jenazah.
Baca Juga: Dibubarkan Emak-emak, Anak Sekolah Ini Langsung Pergi : Berisik Lu Bu!
Menurut keterangan Kepala UPT Pemakaman Wilayah 3, Saeful Iman, dipastikan tidak ada jenazah yang hanyut.
Saat ini petugas bekerja sama dengan para warga kenal dengan keluarganya untuk diinformasikan mengenai lokasi pemindahan jenazahnya. Jika sudah disetujui maka akan segera dipindahkan karena menurut Saeful Iman kondisi makamnya sudah termasuk yang cukup parah.