Serupa Tapi Tidak Sama, Ini Perbedaan Demam Berdarah dan Chikungunya!

Poptren | Suara.com

Rabu, 19 Oktober 2022 | 21:15 WIB
Serupa Tapi Tidak Sama, Ini Perbedaan Demam Berdarah dan Chikungunya!
Ilustrasi nyamuk (Freepik)

Poptren.suara.com - Saat musim hujan banyak penyakit muncul ke permukaan, salah satunya Demam Berdarah Dengue atau DBD. Merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus.

Jika nyamuk Aedes aegypti yang sebelumnya mengisap darah penderita DBD, kemudian menggigit orang lain yang sehat, maka virus demam berdarah akan berpindah ke orang sehat tersebut. Orang tersebut akan menderita demam berdarah, seperti yang dikutip dari laman Yankes.itb.ac.id.

Nyamuk jenis ini akan menggigit dan menginfeksi seseorang pada pagi sampai sore hari menjelang petang dan mereka berkembang biak di daerah panas dan lembap.

Di Indonesia, penyakit yang muncul ke permukaan ketika musim hujan bukan hanya demam berdarah, tapi ada pula chikungunya. Apa itu chikungunya? Chikungunya juga penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti, dengan gejala yang mirip dan sifatnya endemik.

Penularan chikungunya sama dengan demam berdarah. Namun belum pernah dijumpai penularan dari orang ke orang tanpa perantaraan nyamuk penular.

Demam berdarah dan chikungunya tentu memiliki perbedaan. Apa bedanya? Yang pertama, penyebab. Meskipun sama-sama disebabkan oleh nyamuk, namun penyebab utamanya adalah virus. Penyakit chikungunya seringkali disebut flu tulang dan disebabkan oleh Togaviridae alphavirus. Sedangkan demam berdarah dengue disebabkan oleh Flaviviridae flavivirus.

Selanjutnya masa inkubasi. Virus dengue memiliki masa inkubasi tiga hingga tujuh hari, atau kurang lebih dua minggu. Sedangkan chikungunya masa inkubasinya lebih singkat yaitu 12 hari setelah gigitan nyamuk. Perlu diingat, keduanya perbedaan keduanya tipis, jadi seringkali sulit didiagnosis.

Perbedaan selanjutnya pada gejala. Umumnya penderita demam berdarah akan mengalami gejala kepala berat atau pusing, sakit pada sendi dan otot, nyeri saat menelan, batuk, perut tidak nyaman atau nyeri dibarengi mual, muntah ataupun diare, demam bahkan perdarahan.

Seseorang yang sakit demam berdarah akan mengalami demam yang polanya naik turun, mirip tapal kuda. Penderita akan mengalami fase demam tinggi antara 39-40 derajat Celsius, yang kemudian akan masuk ke dalam fase kritis dengan gejala demam menurun drastis, yakni kembali ke 37 derajat Celcius.

Pada fase tersebut, penderita berisiko mengalami shock syndrome yang ditandai dengan denyut nadi cepat dan lemah, wajah pucat, tubuh berkeringat, gelisah, kesadaran menurun, ujung tangan dan kaki terasa dingin bahkan bibir menjadi kebiruan.

Sedangkan chikungunya lebih dominan alami nyeri sendi dan otot. Bahkan pada orang dewasa bisa menimbulkan kelumpuhan sementara lantaran kaki sakit ketika berjalan. Pada anak-anak demam akan terasa selama tiga hari, dan tidak pula dijumpai pendarahan.

Demam berdarah dan chikungunya, serupa namun tidak sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

6 Tanda Gagal Ginjal Akut Pada Anak, Segera ke RS Jika Ada Gejala Ini!

6 Tanda Gagal Ginjal Akut Pada Anak, Segera ke RS Jika Ada Gejala Ini!

Health | Rabu, 19 Oktober 2022 | 13:55 WIB

Pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun

Pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun

| Rabu, 19 Oktober 2022 | 11:56 WIB

Terkini

Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang

Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:54 WIB

Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan

Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:35 WIB

Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat

Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:27 WIB

7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik

7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik

Jakarta | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:17 WIB

Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?

Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?

Jakarta | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:03 WIB

Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru

Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:58 WIB

DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi

DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:48 WIB

SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini

SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini

Kalbar | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:27 WIB

Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam

Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam

Kalbar | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:16 WIB

Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba

Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba

Entertainment | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:00 WIB