Poptren.suara.com - Hotman Paris akhirnya turun tangan dalam kasus bayi perempuan yang jarinya putus digunting perawat Rumah Sakit Muhammadiyah di Jalan A Yani, Kelurahan Silaberanti, Palembang, Sumatera Selatan.
Hotman mengumumkan lewat akun Instagram pribadinya bahwa "Hotman 911 siap ketemu keluarga bayi ini!!"
Hotman juga membagikan foto tangkapan layar perbincangan dirinya dengan pihak keluarga bayi malang itu melalui pesan WhatsApp.
Foto terlihat si bayi tengah tertidur pulas, namun bagian telapak tangannya dibungkus dengan perban.
Kemudian, ibunda juga terlihat dalam foto sedang menemani bayinya.
"Saya keluarga si bayi korban yang jari kelingkingnya putus oleh perawat. Saya mohon bantuannya untuk menghubungkan agar bapak Hotman Paris bisa membantu adik sepupu saya biar ada keadilan di sini," tulisnya kepada Hotman Paris.
Adapun kronologi bayi dengan jari kelingking dipotong perawat RS Muhammadiyah Kota Palembang berawal ketika perawat membuka selang infus.
Ketika dalam penanganan, jari kelingking bayi itu malah terpotong oleh gunting hingga putus.
Suparman, ayah dari bayi tersebut pun melapor ke Polrestabes Palembang dengan nomor laporan LP/B/273/2023/SPKT/Polrestabes Palembang/Polda Sumatera Selatan.
Baca Juga: Ketua PB IDI Ditunjuk Jadi Ketua MASEAN
![Hotman Paris Hutapea [Instagram @hotmanparisofficial]](https://media.suara.com/suara-partners/poptren/thumbs/1200x675/2023/02/06/1-hotman-paris-ig2.jpg)
Suparman sendiri tinggal di Kelurahan 9-10 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Kota Palembang.
Bayi perempuan itu awalnya dibawa oleh ibunda bernama Sri ke RS Muhammadiyah untuk dirawat karena demam.
Bayi itu sempat dirawat hampir tiga hari di RS. Perawat pun memutuskan pakai gunting besar untuk membuka perban karena sulit dibuka.
Diketahui, infus yang berada di lengan kanan itu sempat tersumbat. Sayangnya, malah jari kelingking bayi perempuan itu terpotong hingga putus.
"Awalnya infus anak saya macet, Pak. Saya panggil perawat untuk minta betulkan. Nah perawat datang lalu membuka infus anak saya, tetapi tidak bisa bisa," kata Suparman, dilansir dari Banjarmasin Post. (*)