Poptren.suara.com - Ressa Herlambang ternyata sangat dekat dengan sosok ibunda, Yulla Heri Buhania. Apalalagi, sosok Yulla lah yang membuat Ressa menjadi seorang artis yang sangat dikenal di Tanah Air.
Sayangnya, saat ini Ressa tak bisa lagi berdampingan dengan Yulla karena beliau sudah lebih dulu berpulang setelah berjuang melawan kanker serviks stadium 4.
Yulla diketahui meninggal dunia pada 30 Agustus 2022.
Herman Leumani, ayah Ressa Herlambang, pernah menceritakan kronologi sang istri meninggal dunia kepada media hiburan di lokasi pemakaman Yulla di TPU Kober, Jatinegara, pada 31 Agustus 2022.
Herman menceritakan kronologi saat kehilangan istri tercinta setelah Yulla menderita sakit kanker 3 tahun lamanya.
"Kalau kronologinya, beliau menderita sakit ini sudah 3 tahun. Pada 2 bulan awal sempat berobat di salah satu rumah sakit di Kebayoran, beliau sudah divonis (kanker serviks)," kata Herman dilansir dari akun YouTube Starpro.
![Ressa Herlambang [Instagram @ressaherlambang]](https://media.suara.com/suara-partners/poptren/thumbs/1200x675/2023/02/13/1-ressa-herlambang-ig2.jpg)
Ibunda Ressa Herlambang Divonis Hidup Tinggal 2 Bulan
Herman mengatakan bahwa Yulla sebetulnya sudah divonis hidup tinggal 2 bulan saja.
Namun, ia pun bersyukur sang istri bisa hidup lebih lama karena keluarga tak mau menyerah begitu saja.
"Alhamdulillah, keluarga tidak menyerah, Ressa Herlambang mungkin, anak saya, rasa cintanya pada ibundanya, pada adik-adiknya yang lai. Pakai cara pengobatan yang lain tahan lah sampai 2,5 tahun," kenang Herman.
Kemudian, 2,5 tahun berikutnya keluarga mencoba lagi secara medis di salah satu rumah sakit khusus kanker.
"Bahwa kondisi sudah akut, sudah stadium 4, akhirnya Ressa dan saya sudah menyerahkan nasibnya kepada sang pencipta, sang khalik," ungkapnya.
Selanjutnya, di titik akhir, keluarga diajukan 2 pilihan oleh dokter, apakah akan dirawat secara medis dengan bantuan alat-alat kedokteran atau alami saja.
"Akhirnya kami pilih secara alami karena kami punya peluang untuk menyampaikan sesuai dengan iman, menyampaikan bisikan-bisikan-Nya," tutur dia.
Selama dirawat di rumah sakit, Herman menceritakan bahwa Yulla dirawat di ruang khusus sehingga keluarga cuma bisa melihat di balik kaca.