Aktifitas fisik bisa meningkatkan kadar kolestrol. Apabila seseorang memiliki pekerjaan yang lebih banyak duduk, maka tubuh tidak akan menghasilkan kolestrol baik yang cukup.
5. Diet
Ada beberapa makanan yang dapat menaikkan dan menurunkan kadar kolestrol, karenanya tidak jarang penyedia layanan kesehatan menyarankan bahkan merekomendasikan perubahan pola makan pada penderita kolestrol.
Laman Mayoclinic menuliskan kolesterol juga dapat diperparah oleh beberapa jenis obat yang dikonsumsi, untuk masalah kesehatan lainnya. Contohnya jerawat, tekanan darah tinggi, transplantasi organ, kanker, bahkan HIV/AIDS. Perlu diingat, kolestrol yang tinggi dapat menyebabkan akumulasi kolesterol berbahaya dan endapan lain di dinding arteri, dimana hal tersebut akan semakin meningkatkan penumpukkan plak yang dapat mengurangi aliran darah melalui arteri.
Dari penumpukkan endapan tersebut, menghasilkan komplikasi yang tidak bisa disepelekan, seperti :
1. Serangan jantung
Plak yang robek atau bahkan pecah, akan menyebabkan darah beku terbentuk di tempat pecahnya plak sehingga menghalangi aliran darah dan menyumbat arteri ke hilir. Jika aliran darah ke bagian jantung berhenti, maka akan mengalami serangan jantung.
2. Stroke
Stroke mirip dengan serangan jantung. Stroke terjadi akibat gumpalan darah menghalangi aliran darah ke bagian otak.
Baca Juga: Kacang-kacangan Hingga Paprika, Jenis Camilan yang Baik untuk Bantu Menjaga Kesehatan Jantung
3. Nyeri dada
Apabila arteri yang memasok darah ke jantung dipengaruhi penumpukkan plak, maka seseorang mungkin akan mengalami nyeri dada dan gejala penyakit arteri koroner lainnya.