Poptren.Suara.com - Insilico Medicine, sebuah perusahaan start-up yang mengkhususkan diri dalam penemuan obat berbasis kecerdasan buatan (AI), telah menjadi pionir dalam penggunaan teknologi ini, dengan telah menemukan 12 kandidat obat untuk berbagai penyakit, termasuk kanker hati dan kanker payudara.
Tiga dari obat-obatan ini sudah mencapai tahap uji klinis pada manusia setelah berhasil diuji pada hewan. Uji klinis untuk obat baru ini melibatkan 60 peserta dari 40 institusi terkemuka di Tiongkok dan Amerika Serikat, dengan tujuan untuk mengevaluasi efektivitas obat dan mengkaji profil keamanannya.
Kini Insilico Medicine telah mencapai tahap uji klinis II untuk obat potensial baru yang dirancang untuk mengobati idiopatik pulmoner fibrosis (IPF), penyakit langka yang memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia.
Selain itu, perusahaan ini telah menjalin perjanjian lisensi teknologi dengan perusahaan farmasi terkemuka seperti Sanofi dan Johnson & Johnson.
Insilico Medicine menggunakan kekuatan algoritma AI untuk menganalisis data medis yang luas dan mengidentifikasi struktur protein kunci yang terkait dengan IPF. Hasilnya, mereka berhasil menyaring dan mengidentifikasi zat-zat yang dapat menghambat protein-protein tersebut, membuka jalan bagi pengembangan obat terobosan.
Keberhasilan Insilico Medicine telah menarik perhatian perusahaan-perusahaan besar dalam industri farmasi, dengan mendapatkan investasi dari perusahaan terkenal seperti Fosun International di Tiongkok dan Warburg Pincus di Amerika Serikat.