Poptren.suara.com - Tindihan, juga dikenal sebagai sleep paralysis dalam bahasa Inggris, adalah fenomena saat seseorang merasa terjaga dari tidur tetapi mengalami ketidakmampuan untuk bergerak atau berbicara, serta seringkali disertai oleh sensasi berat pada tubuh dan perasaan tertekan.
Tindihan sering terjadi ketika tidur terganggu atau tidak teratur, misalnya pada orang dengan gangguan tidur seperti insomnia atau narcolepsy.
Sleep paralysis terjadi ketika otak "terbangun" dari fase tidur REM (Rapid Eye Movement) namun tubuh masih berada dalam kondisi tidur. Fase REM adalah saat di mana kita bermimpi dan otot-otot kita menjadi lumpuh untuk mencegah kita melakukan gerakan yang berbahaya selama mimpi.
Beberapa kondisi neurologis seperti migren, epilepsi, dan gangguan tidur seperti narkolepsi dapat meningkatkan risiko terjadinya tindihan.
Stres, kecemasan, dan depresi juga dapat berperan dalam terjadinya tindihan. Beberapa orang melaporkan mengalami tindihan lebih sering saat mereka sedang mengalami stres berat.
Selain itu, kurang tidur atau pola tidur yang tidak teratur dapat meningkatkan risiko mengalami tindihan.
Penggunaan obat tertentu atau zat seperti alkohol, narkotika, atau obat tidur juga dapat berkontribusi pada terjadinya tindihan.
Tindihan biasanya merupakan fenomena yang tidak berbahaya dan hanya berlangsung dalam beberapa detik hingga beberapa menit. Namun, pengalaman ini bisa sangat menakutkan bagi beberapa orang.
Sebaiknya kunjungi dokter jika Anda mengalami tindihan secara teratur atau mengalami gangguan tidur lainnya evaluasi lebih lanjut.