Poptren.suara.com - Atas kejadian kebakaran di kawasan Gunung Bromo yang menghanguskan 500 hektae lahan, belakangan pihak wedding organizer atau WO prewedding melaporkan balik pihak Bromo ke polisi.
Namun pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengaku akan profesional menanggapi laporan tersebut.
"Saya tidak bisa menanggapi tentang hal ini. Tentunya kami akan proporsional dalam menghadapi ini. Sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku," kata Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani, Sabtu (16/9/2023), mengutip detikcom.
Pihak rombongan prewedding sebelumnya juga sempat menyalahkan angin dan rumput kering, hingga membuat api cepat melebar ke wilayah lain.
"Tidak hanya (karena) angin kencang saja, karena juga kondisi rerumputan yang sudah sangat kering sehingga klien kami tidak bisa mengatasi," kata Mustaji kuasa hukum rombongan WO prewedding.
Saat ini, polisi telah menetapkan Andrie Wibowo Eka Wardhana selaku manajer WO prewedding sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hebat di kawasan Bromo tersebut.
Nama lima orang lainnya, yakni HP (calon pengantin pria), PMP (calon pengantin wanita), MGG (kru prewedding), ET (kru prewedding) dan ARVD (juru rias), saat ini masih ditetapkan sebagai saksi atas kejadian itu.