Poptren.suara.com - Sosok dr. Richard Lee memang tak pernah sepi dari pemberitaan, mulai dari berita fenomenal hingga yang menyerempet kasus hukum.
Belakangan, dokter muda itu menyandingkan lafaz 'Kun Fayakun' dengan kata 'simsalabim'. Sontak ucapannya berbuntut panjang, karena beberapa pihak menuding dr. Richard Lee telah menista agama.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan dengan tegas mendukung upaya memperkarakan ucapan dr. Richard Lee. Hal itu disampaikan Ketua Umum Barisan Advokat Bersatu Herwanto, salah seorang pelapor sekaligus saksi.
"Kami sudah bicara dengan MUI dan mereka mendukung untuk melaporkan kasus ini ke polisi. MUI juga bersedia untuk menjadi saksi ahli dalam kasus ini," terangnya.
Herwanto juga mengatakan bahwa polisi bakal memanggil satu saksi lagi bernama Sapran soal kasus penistaan agama ini.
"Setelah itu, barulah polisi akan memeriksa terlapor yaitu dr. Richard," ujarnya.
Boleh jadi, dr. Richard Lee dinilai ceroboh soal apa yang ia ucapkan. Herwanto menduga kalau dr. Richard Lee tak paham dengan apa yang ia ucapkan hingga kemudian menyinggung agama.
Seharusnya, sambung Herwanto, dr. Richard Lee bertanya dulu sebelum mengucapkan sesuatu soal makna dari kalimat tersebut.
"Kalau ini kan tidak, sudah nggak paham dia langsung saja menayangkannya ke publik tanpa mengedit kata-kata sensitif yang berbau-bau agama," tandas Herwanto.
Baca Juga: Lokasi Tes DNA Ulang Denny Sumargo di Singapura, Verny Hasan Tolak Bantuan Dokter Richard Lee
"Kita akan berjuang agar dia dipenjarakan sesuai dengan perbuatannya. Kita lihat nanti persidangannya saja, mudah-mudahan dihukum," harapnya.
Atas kasus ini, dr. Richard Lee dimungkinkan bakal terancam pidana akibat melanggar UU ITE Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45 dan pasal 156 A KUHP dengan hukuman dibui selama lima tahun.
Lantas, apa pembeda dari dua kalimat tersebut?
Kalimat 'Kun fayakun' tentu tak asing di telinga umat Muslim. Kalimat yang disebutkan beberapa kali di Al-Quran adalah sebagai adalah bukti dari kuasa Allah SWT, yang bermakna "Jadilah, maka terjadilah".
Sementara kalimat 'Simsalabim' dipopulerkan oleh pesulap kondang asal Denmark bernama Dante. Ia pernah menyebutkan kata itu pada sebuah acara dengan maksud ucapan "ribuan terima kasih".
Bahkan ada juga yang menyebut bahwa 'Simsalabim' adalah kata lain dari 'Abrakadabra' yang diucap sebagai mantra oleh para pesulap dan penyihir di masa lalu.