Gebyar Nusantara di Tanah Manca

Ruben Setiawan | Suara.com

Rabu, 10 Desember 2014 | 02:15 WIB
Gebyar Nusantara di Tanah Manca
Penampilan Tari Merak dalam Indonesian Culture Festival di Nanchang University. (Rifqi Hasibuan)

Suara.com - Penghujung Nopember, musim dingin mulai menyapa kota Nanchang. Pepohonan terlihat menguning dan kecoklatan, bahkan ada yang menyisakan ranting-ranting telanjang tanpa dedaunan. Matahari yang terbit lebih lambat dan terbenam lebih cepat, membuat setiap orang enggan beranjak dari peraduan. Tapi memang kodrat manusia untuk tak menyerah pada tekanan alam. Di sela gemericik hujan yang turun di akhir musim gugur itu, sayup terdengar hentakan irama-irama nusantara di ibu kota provinsi Jiangxi, Tiongkok itu.

Irama-irama nusantara itu berasal dari ruang pertunjukan kampus Jiangxi Normal University yang tengah menghelat Indonesian Culture Festival (ICF). Event itu digelar oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok cabang Nanchang (PPIT Nanchang) pada 30 Nopember 2014. Suhu dingin dan cuaca yang kurang bersahabat tak mengurangi antusiasme pengunjung. Terbukti, ruang pertunjukan yang berkapasitas 300 tempat duduk itu padat oleh penonton. Mereka terdiri dari para mahasiswa Tiongkok, mahasiswa internasional dari berbagai negara, hingga para orang tua dan anak-anaknya.

Dalam pagelaran yang berlangsung dua setengah jam itu, para pengunjung disuguhi berbagai atraksi seni dan budaya Indonesia. Hampir semua penampil adalah para mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di Nanchang. Mereka menampilkan atraksi tarian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, music angklung, penampilan band dan musik akustik, hingga fashion show yang memperagakan busana tradisional Indonesia. “ICF adalah satu-satunya event promosi budaya Indonesia yang digelar setiap tahun di kota Nanchang,” tutur Rifqi Hasibuan, Ketua PPIT Nanchang sekaligus penanggung jawab ICF.

Memang tak mudah menggelar acara budaya di negeri orang. Ketersediaan perlengkapan seni pentas menjadi salah satu kendala. Perlu biaya sangat besar untuk mendatangkan berbagai kostum tari dan perlengkapan lain dari tanah air. Toh, selalu ada jalan bagi setiap kemauan. “Beberapa kostum tari kita desain sendiri, sementara pakaian daerah dan angklung kita pinjam dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing,” tutur Valeria Claudia, ketua panitia ICF. Dua bulan penuh para mahasiswa mempersiapkan acara, mulai dari mendesain pakaian, menjahit, hingga latihan.

Alhasil, tahun ini para mahasiswa kembali bisa menghadirkan nuansa Indonesia di tengah perantauan. Sorak sorai dan tepuk tangan para pengunjung tak henti bersahutan sepanjang acara. Terlebih lagi, panitia juga menyajikan masakan tradisional Indonesia yang diracik sendiri oleh para mahasiswa. Alhasil nasi kuning, perkedel, risoles, bakwan jagung, siomay, hingga minuman beras kencur disediakan cuma-cuma. “Kegiatan ini sangat positif, dan membantu kami lebih mengenal Indonesia,” tutur Rubi Chen, seorang dosen Jiangxi Normal University.

Acara ini juga diramaikan dengan lomba mewarnai untuk anak-anak TK Tiongkok, serta fashion show yang menampilkan pakaian-pakaian tradisional Indonesia, mulai dari pakaian adat berbagai daerah hingga batik. Yang tak kalah menarik, para peraga busana justru mahasiswa asing dari berbagai negara. Sorak-sorai bergemuruh ketika para mahasiswa dari Tiongkok, Brazil, Rusia hingga Afrika berlenggang-lenggok mengenakan pakaian-pakaian khas Indonesia. Memang, selain ajang promosi Indonesia, acara ini juga menjadi media untuk mempererat hubungan mahasiswa Indonesia dengan para mahasiswa dari berbagai negara.

“Peningkatan kerjasama bilateral antara pemerintah Indonesia dengan Tiongkok perlu diiringi hubungan baik antar warganya,” tutur Dian Havid yang hadir mewakili KBRI Beijing. Budaya bisa menjadi media untuk memperantarai peningkatan hubungan itu, mengingat Indonesia dan Tiongkok sendiri memiliki sejarah asimilasi budaya yang panjang. “Di era yang sangat ekonomistis ini, kita harus tetap menjaga kelestarian budaya leluhur sebagai bagian dari identitas bangsa,” tutur Sri Widagdo, Ketua Steering Committee ICF.

Hari itu, pukul 17.00 waktu Tiongkok, hujan lebat masih mengguyur kota Nanchang. Jarum thermometer semakin mendekati angkal nol derajat celcius. Namun, cuaca beku itu serasa lumer oleh semangat lagu “Kebyar-kebyar” yang dinyanyikan serentak oleh 60 mahasiswa Indonesia di atas panggung. Lagu itu seolah mewakili semangat kecintaan para mahasiswa PPIT Nanchang terhadap tanah air, meski mereka jauh dari kampung halaman. Lantunan lagu gubahan almarhum penyanyi Gombloh oleh seluruh panitia dan penampil acara ICF itu sekaligus menutup rangkaian acara ICF tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional

Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional

Press Release | Senin, 19 Agustus 2024 | 07:00 WIB

Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On

Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On

Press Release | Senin, 19 Agustus 2024 | 02:47 WIB

Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'

Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'

Press Release | Minggu, 18 Agustus 2024 | 21:30 WIB

Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan

Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan

Press Release | Sabtu, 17 Agustus 2024 | 18:05 WIB

Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta

Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta

Press Release | Sabtu, 17 Agustus 2024 | 17:20 WIB

Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna

Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna

Press Release | Sabtu, 17 Agustus 2024 | 15:10 WIB

Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan

Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan

Press Release | Sabtu, 17 Agustus 2024 | 10:05 WIB

Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park

Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park

Press Release | Sabtu, 17 Agustus 2024 | 09:11 WIB

Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia

Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia

Press Release | Sabtu, 17 Agustus 2024 | 07:50 WIB

Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence

Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence

Press Release | Jum'at, 16 Agustus 2024 | 19:05 WIB