UBM Kembali Gelar Health Ingredients South East Asia 2017

Ririn Indriani

Sabtu, 04 Maret 2017 | 09:42 WIB
UBM Kembali Gelar Health Ingredients South East Asia 2017
Konferensi Pers 'Health ingredients South East Asia (Hi SEA) 2017' yang akan digelar pada 22-24 Maret 2017 di Jakarta International Expo (JIExpo) – Kemayoran.

Suara.com - PT UBM Pameran Niaga Indonesia kembali menyelenggarakan pameran dan konferensi Health ingredients South East Asia (Hi SEA) 2017 pada 22-24 Maret 2017 di Jakarta International Expo (JIExpo) – Kemayoran.

Hi SEA 2017 merupakan pameran khusus bahan baku untuk pangan fungsional dan nutrasetikal yang memberikan peluang bagi professional industri health ingredient untuk berinteraksi, bertukar pengalaman dan membangun jaringan bisnis.

“Kami bangga dapat kembali menghadirkan Hi South East Asia di Indonesia, hal ini merupakan pembuktian bahwa pameran ini menjadi sebuah platform terpercaya bagi badan pemerintah, asosiasi perdagangan, lembaga regulator dan industri pangan fungsional dan nutrasetikal khususnya. Hi South East Asia diharapkan dapat berkontribusi meningkatkan industri pangan fungsional dan nutrasetikal di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara,” jelas Maria Lioe, Event Director, PT UBM Pameran Niaga Indonesia.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Indonesia masuk dalam 10 besar pasar global untuk kesehatan dan kebugaran, karena konsumen Indonesia saat ini sudah semakin sadar akan pola makan sehat dan rela mengadopsi pola makan khusus demi bisa mengatasi berbagai masalah gangguan kesehatan.

Selain itu, lanjut Maria, peningkatan biaya kesehatan juga menjadi faktor yang mendorong upaya pencegahan melalui pola konsumsi yang sehat karena dianggap lebih menguntungkan. Hal ini menyebabkan minat tinggi terhadap bahan pangan yang memiliki komposisi gizi baik dan juga fungsi fisiologis bermanfaat bagi tubuh, sehingga muncul tren pangan fungsional dan nutrasetikal.

Menurut data Nielsen’s new Global Health and Ingredient-Sentiment Survey yang dilakukan di 63 negara (termasuk Indonesia) menunjukkan bahwa 80 persen konsumen Indonesia menjalani diet khusus yang membatasi atau melarang mengkonsumsi makanan/minuman atau bahan-bahannya dan hampir dua pertiga konsumen (64 persen) mengatakan mereka bersedia membayar lebih untuk makanan atau minuman yang tidak mengandung bahan-bahan yang tidak diinginkan.

Selain itu, 89 persen masyarakat Indonesia juga mengurangi konsumsi makanan dan minumuman yang tinggi lemak, gula dan karbohidrat.

Semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang peduli kesehatan, menjadi peluang pasar bagi para pelaku industri di sektor produk makanan dan minuman sehat. Head of Nutrifood Research Center, Susana mengatakan, pola hidup masyarakat modern yang semakin sadar akan pentingnya menjalankan pola hidup sehat, membuat kebutuhan akan bahan pangan yang praktis dan bisa memberi manfaat untuk kesehatan semakin meningkat.

Hal ini membuat perusahaan yang bergerak di industri produk makanan dan minuman kesehatan seperti Nutrifood terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin menerapkan pola hidup sehat. Salah satunya dengan mengembangkan produk untuk konsumen yang menderita penyakit Diabetes Melitus/kencing manis dan juga untuk konsumen yang ingin menjaga kerampingan tubuh dalam mengatasi kegemukan.

“Salah satu bahan baku untuk produk makanan sehat yang tengah menjadi tren akhir–akhir ini adalah daun Stevia," terangnya.

Daun Stevia, lanjut Susana, merupakan salah satu contoh bahan baku pangan fungsional yang dapat dikembangkan dan dioptimalkan di Indonesia. Dengan potensi yang besar sebagai bahan pemanis alami, Stevia layak dijadikan sebagai komoditas unggulan dalam pengembangan agribisnis dan agroindustri di Indonesia sehingga dapat memenuhi kebutuhan industri gula rendah kalori di Indonesia.

Prof. Dr. C. Hanny Wijaya, Ketua Perhimpunan Penggiat Pangan Fungsional dan Nutrasetikal Indonesia (P3FNI), mengatakan Indonesia memiliki potensi sumber daya health ingredients yang besar untuk dapat dikembangkan dalam memenuhi kebutuhan para pelaku industri makanan dan minuman sehat.

Organisasi P3FNI – dapat memberikan kontribusi kepada industri pangan di Indonesia dengan menjadi wadah bagi para penggiat dan profesional pangan Fungsional untuk bertukar informasi dan pengalaman yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui tingkat kesehatan dan nutrisi yang lebih baik.

Dalam kegiatan Hi SEA ini, P3FNI akan menyelenggarakan konferensi selama 2 hari dengan tema Revitalising & Repositioning Functional Foods and Nutraceuticals as Essential Indicators of Wellness. Berbagai pembicara pakar di bidangnya telah dipastikan hadir untuk berbagi pengetahuan di sini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inilah Dua Komponen yang Dibutuhkan Industri Maritim Indonesia

Inilah Dua Komponen yang Dibutuhkan Industri Maritim Indonesia

Bisnis | Selasa, 15 November 2016 | 15:40 WIB

Proyek Infrastruktur Digenjot, Potensi Sektor Konstruksi Naik

Proyek Infrastruktur Digenjot, Potensi Sektor Konstruksi Naik

Bisnis | Kamis, 15 September 2016 | 10:33 WIB

Terkini

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:58 WIB

×