CRAFINA 2018 ke-11 akan Dibuka Ibu Mufidah Jusuf Kalla

Fabiola Febrinastri
CRAFINA 2018 ke-11 akan Dibuka Ibu Mufidah Jusuf Kalla
Dok: Crafina 2018

Pameran ini ditargetkan mencapai transaksi Rp 20 miliar.

Suara.com - Keragaman budaya, suku, dan etnik Indonesia sebagai negara kepulauan tercermin dalam keragaman seni dan kerajinan sebagai hasil karya bangsa yang bernilai seni tinggi. Keanekaragaman seni dan kerajinan tersebut juga menjadi sektor industri unggulan dalam negeri, dimana produk-produk tersebut mulai menjadi sebuah tren positif dan diaplikasikan dalam aktivitas dan gaya hidup sehari-hari, khususnya di kalangan generasi muda.

Perkembangan produk industri kreatif Indonesia mengalami kemajuan yang sangat signifikan, sehingga menjadi salah satu pemasok devisa dan penggerak perekonomian nasional. Industri ini cukup menarik minat pelaku ekonomi untuk mulai menjajaki prospeknya. Indonesia, sebagai negara yang memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia berkecukupan, dan dengan pasar yang cukup menjanjikan, baik di dalam maupun di luar negeri, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelaku kreatif untuk terus mengembangkan kreativitas dan inovasi produknya.

Tentu dengan dukungan pemerintah daerah dan dibantu pemerintah pusat, melalui program dan kebijakan-kebijakan ekonomi kreatifnya, untuk terus berupaya mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mencintai dan menggunakan produk Indonesia, khususnya produk kerajinan.

Pameran CRAFINA kini kembali diselenggarakan untuk ke-11 kalinya. CRAFINA memamerkan produk kerajinan unggulan berbasis bahan baku yang cukup tersedia dan dihasilkan oleh para produsen dan perajin dari seluruh Indonesia. Pameran yang diinisiasi oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bersama Mediatama Binakreasi ini akan memanjakan para stakeholder industri kerajinan Indonesia dengan showcase produk-produk unggulan sebagai trendsetter kerajinan Nusantara.

Dengan tema “From Natural Resources to Creative Product for Lifestyle“, pameran ini akan menampilkan berbagai produk kerajinan terbaik persembahan anak negeri, diantaranya fashion unggulan meliputi batik, tenun, songket, serta produk kerajinan tangan lainnya, seperti aksesoris, perhiasan, perlengkapan dekorasi ruangan dan lainnya.

Pemanfaatan dan penggunaan produk kerajinan, saat ini sudah menjadi tren lifestyle negara-negara berkembang di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Tahun ini, CRAFINA yang rencananya akan diresmikan oleh Ketua Umum Dekranas, Ibu Mufidah Jusuf Kalla, diselenggarakan pada
10 - 14 Oktober 2018, di JCC, Senayan.

Lebih dari 400 perusahaan kerajinan Indonesia menempati stan di Main Lobby, Plenary Hall dan Assembly Hall. Jumlah peserta tersebut menunjukan bahwa UKM kerajinan Indonesia telah mampu berkembang dan mandiri, serta mampu bersaing dengan negara-negara lain.

Pameran ini ditargetkan mencapai transaksi Rp 20 miliar dan jumlah pengunjung mencapai 40 ribu orang.

Para pengunjung dan pembeli dari dalam dan luar negeri diharapkan dapat menemukan produk-produk kerajinan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat, tanpa melupakan aspek kelestarian lingkungan dan proses produksi yang berkelanjutan. Para pelaku industri kerajinan diharapkan terus mengembangkan ide, kreasi, dan inovasi baru, sehingga menghasilkan produk-produk kerajinan yang eksklusif dan memiliki nilai jual tinggi di pasar Internasional.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS