FAO Bantu 70 Ribu Nelayan dan Petani Sulawesi Tengah

M. Reza Sulaiman

Senin, 05 November 2018 | 18:22 WIB
FAO Bantu 70 Ribu Nelayan dan Petani Sulawesi Tengah
FAO and staf pemerintah memperkirakan kerusakan pada sarana kelautan dan perikanan di Palu. (Dok. FAO/Evriant Sigit)

Suara.com - Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO) telah meluncurkan program pemulihan untuk membantu lebih dari 70.000 petani kembali menanam bahan pangan dan nelayan Indonesia kembali melaut bencana gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah bulan lalu.

Gempa di Sulawesi Tengah terhitung sebagai gempa paling mematikan di Indonesia dalam satu dekade terakhir. Tsunami dan likufaksi yang menyusul setelah gempa juga telah menghancurkan banyak rumah dan lahan pertanian. Korban jiwa berjatuhan dan ribuan orang menjadi pengungsi karena kehilangan tempat tinggal.

Untuk membantu korban kembali produktif, FAO berencana menjangkau 50.000 petani dengan benih sayuran, pupuk dan alat-alat tangan kecil, seperti sekop dan cangkul. 20.000 nelayan juga akan menerima peralatan-peralatan untuk menangkap ikan.

FAO menargetkan keluarga petani dan nelayan di daerah yang paling terpukul oleh bencana - Donggala, Sigi, Palu dan Parigi Moutong di Provinsi Sulawesi Tengah.

FAO juga menyiapkan skema bantuan tunai untuk mendukung 4.000 ibu hamil dan ibu dengan anak di bawah lima tahun, untuk memungkinkan mereka mengakses makanan bergizi.

"Keluarga di Sulawesi Tengah sangat bergantung pada kegiatan pertanian dan perikanan. Bagi banyak mayoritas penduduk, ini adalah satu-satunya sumber makanan dan pendapatan mereka. Dengan bencana ini mereka kehilangan mata pencaharian. Mereka kehilangan hasil panen dan sarana mereka untuk menanam atau mengakses makanan lagi," ungkap Stephen Rudgard, Perwakilan FAO di Indonesia, dalam rilis yang diterima Suara.com.

Sektor pertanian dan perikanan telah mengalami kerusakan parah. FAO memperkirakan tingkat kerusakan yang sebenarnya lebih tinggi dari yang terdata. Hingga saat ini, diperkirakan bahwa hampir 10.000 hektar lahan pertanian telah rusak, dengan padi dan tanaman jagung yang paling terkena pengaruh. Hilangnya produksi sayuran juga diperkirakan sangat tinggi. Di Kabupaten Sigi, kerusakan pada sistem irigasi utama telah memutus pasokan air ke lebih dari 8.000 hektar lahan pertanian dan kawasan budidaya pertanian.

Terdapat risiko tinggi untuk gagal panen lebih lanjut karena berkurangnya tenaga kerja pertanian, hilangnya persediaan pertanian yang disimpan dan terbatasnya akses ke benih, pupuk, peralatan dan irigasi. Beberapa fasilitas perikanan dan akuakultur, termasuk pembenihan ikan, tempat pendaratan, kapal dan peralatan memancing juga telah rusak parah.

Lebih dari 200.000 orang telah mengungsi dan lebih dari 3.000 orang kehilangan nyawa mereka atau hilang karena rangkaian bencana yang menimpa Sulawesi Tengah. Selama 70 tahun, FAO telah mendukung Indonesia dengan ratusan program untuk meningkatkan, menstabilkan dan menambah kualitas produksi dan suplai makanan.

"Kami tahu bahwa banyak orang di Indonesia telah mengalami ini sebelumnya dan cukup tangguh untuk kembali bangkit. Namun, penting bahwa FAO hadir, dalam mendukung upaya Pemerintah untuk membantu masyarakat Sulawesi Tengah agar segera bangkit. Melalui program bantuan ini masyarakat Indonesia dapat memulihkan produksi makanan mereka secepat mungkin dan menghindari lebih banyak kelaparan dan penderitaan di masa depan,” tutupnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Miris, Nelayan di Batam Nekat Gantung Diri di Depan Anak Istri

Miris, Nelayan di Batam Nekat Gantung Diri di Depan Anak Istri

News | Senin, 05 November 2018 | 10:55 WIB

FAO Waspadai Wabah Flu Babi Afrika yang Menyerang Cina

FAO Waspadai Wabah Flu Babi Afrika yang Menyerang Cina

Health | Jum'at, 02 November 2018 | 22:31 WIB

Tanggap Darurat Usai, 101 Prajurit TNI Ditarik dari Sulteng

Tanggap Darurat Usai, 101 Prajurit TNI Ditarik dari Sulteng

News | Jum'at, 02 November 2018 | 18:53 WIB

Upin Ipin Akan Sambangi Korban Gempa Lombok dan Palu

Upin Ipin Akan Sambangi Korban Gempa Lombok dan Palu

News | Kamis, 01 November 2018 | 19:48 WIB

Prabowo Janji Perbaiki Gaji Petani dan Nelayan?

Prabowo Janji Perbaiki Gaji Petani dan Nelayan?

Bisnis | Kamis, 01 November 2018 | 14:05 WIB

Terkini

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

×