Yayasan Plan Indonesia Terjunkan Tim Respon Darurat di Pesisir Selat Sunda

MN Yunita

Rabu, 26 Desember 2018 | 10:13 WIB
Yayasan Plan Indonesia Terjunkan Tim Respon Darurat di Pesisir Selat Sunda
Kondisi salah satu daerah terdampak bencana saat Emergency Response Team Yayasan Plan International Indonesia lakukan kunjungan. (Dok: YPII)

Suara.com - Daerah pesisir Indonesia masih terus didera bencana alam. Kali ini, beberapa kawasan Provinsi Banten tersapu tsunami, Sabtu (22/12/2018). Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tsunami terjadi di Pantai Carita, Banten dan menghantam pesisir di sekitar Selat Sunda, terutama di Pandeglang, Lampung Selatan, dan Serang.

Akibat kejadian ini ratusan orang meninggal, luka-luka bahkan banyak pula korban yang belum ditemukan. Dari sisi kerugian material ada sekitar 611 rumah, 69 villa, 60 toko rusak, 420 kapal dan sejumlah kendaraan juga dilaporkan rusak.

Berdasarkan data BNPB, Senin (24/12/18), daerah yang paling terdampak akibat bencana adalah permukiman dan situs wisata di Pantai Tanjung Lesung, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita. Data sementara terus diperbaharui sejalan dengan perkembangan karena tidak seluruh wilayah yang terdampak telah terpantau.

Penyebab air pasang dan tsunami tersebut di duga akibat longsor di dasar laut sebagai dampak dari meletusnya Gunung Anak Krakatau yang dikombinasi dengan musim air pasang tinggi yang kerap terjadi pada bulan Desember.

Direktur Program Yayasan Plan International Indonesia, Dwi Rahayu,  atas nama organisasi yang dipimpinnya menyampaikan ucapan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya bagi masyarakat yang terdampak.

“Yayasan Plan International Indonesia sebagai salah satu organisasi kemanusiaan nasional independen di Indonesia yang berafiliasi dengan Plan International siap berkoordinasi dengan Pemerintah dan organisasi kemanusiaan lainnya agar dapat memberi kontribusi bagi masyarakat di wilayah terdampak. Dengan pengalaman di Aceh, Lombok, serta baru-baru ini di Sulawesi Tengah, Plan Indonesia cukup mengerti situasi di wilayah bencana dan sudah menyiagakan Emergency Response team (ERT) guna melakukan proses penilaian terhadap kebutuhan cepat (Rapid Need Assessment/RNA),” jelas Dwi.

“Fokus dari respon kami adalah pada pendidikan dan perlindungan anak dalam keadaan darurat. Ketika bencana melanda, anak-anak selalu terkena dampak buruk bencana. Bagi anak-anak penyintas, mereka akan kehilangan orang tua, saudara kandung dan keluarga besar. Mereka juga akan kehilangan semangat untuk menjalani kehidupan yang masih membentang di hadapan mereka,” tambah Dwi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Beban Perubahan di Pundak Mahasiswa: Sampai Kapan Rakyat Menitipkan Harapan?

Beban Perubahan di Pundak Mahasiswa: Sampai Kapan Rakyat Menitipkan Harapan?

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Transisi Status PPPK Dimulai Awal 2027, Komisi X DPR Minta Para Guru Tak Lagi Resah

Transisi Status PPPK Dimulai Awal 2027, Komisi X DPR Minta Para Guru Tak Lagi Resah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:27 WIB

Merdeka dari People Pleasing: Mengapa Gen Z Harus Mulai Belajar Berkata 'Tidak'

Merdeka dari People Pleasing: Mengapa Gen Z Harus Mulai Belajar Berkata 'Tidak'

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Kekerasan Seksual di Perkebunan Sawit seperti Gunung Es, Perlindungan Buruh Masih Minim

Kekerasan Seksual di Perkebunan Sawit seperti Gunung Es, Perlindungan Buruh Masih Minim

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Makna Lagu "Great Expectation" Sienna Spiro, Ketika Cinta Tejebak Ekspetasi

Makna Lagu "Great Expectation" Sienna Spiro, Ketika Cinta Tejebak Ekspetasi

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sudah Sampai Malaysia, Sekolah di Sarawak Ditutup

Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sudah Sampai Malaysia, Sekolah di Sarawak Ditutup

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:19 WIB

Guns N' Roses Kembali ke Jakarta dan Kenangan Masa Remaja Saya

Guns N' Roses Kembali ke Jakarta dan Kenangan Masa Remaja Saya

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:12 WIB

Warga Jakarta Bayar Mahal Udara Kotor, Revisi Aturan Pencemaran Masih Terpinggirkan

Warga Jakarta Bayar Mahal Udara Kotor, Revisi Aturan Pencemaran Masih Terpinggirkan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:12 WIB

Rupiah Kian Menguat, Destry Damayanti: Respons Kebijakan Stabilisasi BI

Rupiah Kian Menguat, Destry Damayanti: Respons Kebijakan Stabilisasi BI

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Mahasiswa Minta Praperadilan Febrie Ardiansyah Tak Hambat Penelusuran Aset dan Aliran Dana TPPU

Mahasiswa Minta Praperadilan Febrie Ardiansyah Tak Hambat Penelusuran Aset dan Aliran Dana TPPU

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:08 WIB

×