Kekerasan Seksual di Perkebunan Sawit seperti Gunung Es, Perlindungan Buruh Masih Minim

Bella

Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:20 WIB
Kekerasan Seksual di Perkebunan Sawit seperti Gunung Es, Perlindungan Buruh Masih Minim
ilustrasi kekerasan seksual (freepik)
baca 10 detik
  • Sekretaris Jenderal F-SERBUNDO Lorent Evanggelista menyatakan banyak kasus kekerasan seksual di perkebunan sawit diselesaikan melalui musyawarah.
  • Buruh perempuan disabilitas tuna rungu dan tuna wicara berinisial EZ mengalami kekerasan seksual di perkebunan sawit Mandailing Natal.
  • F-SERBUNDO berharap momentum ini mendorong perusahaan memperbaiki kebijakan perlindungan buruh serta sistem pencegahan kekerasan seksual.

Suara.com - Kasus kekerasan seksual di perkebunan kelapa sawit dinilai masih seperti fenomena gunung es karena tidak seluruh kejadian berujung pada proses hukum.

Sekretaris Jenderal F-SERBUNDO, Lorent Evanggelista Aritonang, mengatakan banyak kasus justru diselesaikan melalui musyawarah.

“Banyak kekerasan seksual hanya diselesaikan dengan musyawarah,” kata Lorent.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan masih lemahnya mekanisme penanganan kekerasan seksual di lingkungan perkebunan sawit.

Kerentanan tersebut semakin besar bagi buruh perempuan dan penyandang disabilitas yang bekerja di area perkebunan yang luas dan terisolasi.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah EZ, buruh perempuan penyandang disabilitas tuna rungu dan tuna wicara yang bekerja sebagai penyemprot (chemist) di perkebunan sawit di Mandailing Natal.

“Korban keterbatasan bicara dan juga keterbatasan mendengar,” ujar Lorent.

Kondisi itu membuat korban membutuhkan mekanisme pelaporan, pendampingan, serta akses layanan yang aman dan inklusif.

Menurut Lorent, persoalan tidak hanya terletak pada kasus yang terjadi, tetapi juga pada minimnya sistem pencegahan di lingkungan kerja.

baca juga

Ia menyebut masih ditemukan perusahaan yang tidak memiliki kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, tidak memberikan pelatihan maupun sosialisasi, serta belum menyediakan mekanisme pengaduan yang aman.

“Kemudian tidak ada mekanisme pengaduan yang aman, jadi buruh akan merasa takut mengadukan apabila tidak ada jaminan,” katanya.

Kondisi tersebut membuat penanganan kasus dapat berjalan lambat dan korban berpotensi tidak segera memperoleh perlindungan.

F-SERBUNDO berharap kasus kekerasan seksual di perkebunan sawit menjadi momentum untuk memperbaiki kebijakan perusahaan sekaligus memastikan hak-hak buruh terpenuhi.

Pemulihan korban, menurut Lorent, harus mencakup aspek psikologis, psikis, hingga keberlanjutan korban dalam pekerjaan.

“Harapannya kita bisa melakukan penanganan dan pencegahan kekerasan seksual di kebun sawit,” ujarnya.

Ia menegaskan perbaikan diperlukan agar persoalan kekerasan seksual tidak terus berlarut karena pada akhirnya dapat memengaruhi citra dan keberlangsungan bisnis sawit Indonesia.

Reporter: Agustin Dwi Anggraini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masih Diburu Polisi! Syekh Ahmad Al Misry Cabuli 5 Santri Pakai Iming-iming Kuliah di Mesir

Masih Diburu Polisi! Syekh Ahmad Al Misry Cabuli 5 Santri Pakai Iming-iming Kuliah di Mesir

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:05 WIB

Pelatih Panjat Tebing Jadi Tersangka TPKS 5 Atlet Pelatnas Putri, Terjadi Sejak 2022

Pelatih Panjat Tebing Jadi Tersangka TPKS 5 Atlet Pelatnas Putri, Terjadi Sejak 2022

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:33 WIB

Lewat Fashion Show Ini, Luka Korban Kekerasan Seksual Diterjemahkan ke Dalam Busana

Lewat Fashion Show Ini, Luka Korban Kekerasan Seksual Diterjemahkan ke Dalam Busana

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:13 WIB

81 Tahun Indonesia Merdeka, Tapi Kemerdekaan Belum Utuh bagi Penyandang Disabilitas Mental

81 Tahun Indonesia Merdeka, Tapi Kemerdekaan Belum Utuh bagi Penyandang Disabilitas Mental

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:24 WIB

Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun

Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:02 WIB

Diancam dengan Sumpah Al-Qur'an, 24 Anak jadi korban Pencabulan Guru Ngaji di Cilacap

Diancam dengan Sumpah Al-Qur'an, 24 Anak jadi korban Pencabulan Guru Ngaji di Cilacap

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:51 WIB

Dari Limbah Plastik Jadi Peluang, Pemberdayaan Disabilitas Terus Diperkuat

Dari Limbah Plastik Jadi Peluang, Pemberdayaan Disabilitas Terus Diperkuat

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Ayah di Jakarta Perkosa Anak Kandung Selama 4 Tahun, Terkuak Usai Korban Lapor Guru BK

Ayah di Jakarta Perkosa Anak Kandung Selama 4 Tahun, Terkuak Usai Korban Lapor Guru BK

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49 WIB

Kemnaker Perkuat Pelatihan dan Perluas Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas

Kemnaker Perkuat Pelatihan dan Perluas Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:14 WIB

Kekerasan Seksual Siswi di Bali, Sekolah Harus Pasang CCTV hingga Larang Guru Berduaan dengan Murid

Kekerasan Seksual Siswi di Bali, Sekolah Harus Pasang CCTV hingga Larang Guru Berduaan dengan Murid

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45 WIB

Terkini

Comeback Epik F1 Sepang 2026: Dikepung Kabut Asap Karhutla hingga Ancaman Cuaca Ekstrem

Comeback Epik F1 Sepang 2026: Dikepung Kabut Asap Karhutla hingga Ancaman Cuaca Ekstrem

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!

Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti

Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti

Riau | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Survei: 73,8 Persen Ojol Gabung Karena Tidak Punya Pilihan Lain

Survei: 73,8 Persen Ojol Gabung Karena Tidak Punya Pilihan Lain

Sulsel | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Mengenal Karakter Golongan Darah O: Benarkah Paling Pede dan Mudah Bergaul?

Mengenal Karakter Golongan Darah O: Benarkah Paling Pede dan Mudah Bergaul?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Transaksi Saham Makin Ramai, Tapi IHSG Malah Ambruk Pekan Ini

Transaksi Saham Makin Ramai, Tapi IHSG Malah Ambruk Pekan Ini

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:15 WIB

The Lost Horizon

The Lost Horizon

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Perlindungan Gig Worker Jangan Sampai Matikan Fleksibilitas

Perlindungan Gig Worker Jangan Sampai Matikan Fleksibilitas

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:09 WIB

×