Selain itu, ada juga International Class atau Regular Plus dimana mahasiswa dapat mengikuti kuliah di Esa Unggul dengan bahasa pengantar utama yakni bahasa Inggris.
“Mahasiswa di International Class memiliki kesempatan untuk merasakan atmosfer internasional dengan mengikuti pertukaran pelajar, internship di luar negeri dan kegiatan camp yang diadakan oleh partner universitas di luar negeri. Intinya, kuliah di dalam negeri tapi rasa luar negeri,” ujar Frans.
Selain itu, untuk ketiga program tersebut, mahasiswa/mahasiswi program internasional akan diberikan pembekalan bahasa seperti kelas Bahasa Mandarin selama empat semester dan English Club.
Sehingga, ketika lulus mahasiswa diharapkan dapat menguasai tiga bahasa dan dapat bersaing di manca negera.
Selain dengan China, Kampus Internasional Universitas Esa Unggul juga menggalang kerjasama dengan Jepang, Korea dan negara-negara ASEAN.
Frans optimis, dengan diadakannya International Program, lulusan Universitas Esa Unggul akan memiliki wawasan international dan dapat belajar dari negara dengan ekonomi terbesar di dunia saat ini.
Dengan demikian, lulusan Esa Unggul akan mampu bersaing dengan lulusan dari luar negeri.
“Kapasitas mereka akan semakin meningkat dan bisa mengharumkan nama bangsa,“ kata dia.
Baca Juga: Program Tol Laut Jokowi Sempat Jadi Bahan Olok-olok, Nyatanya...