Pasangan Milenial Ingin Tekan Konsumsi Listrik, Ini Triknya

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 22 Maret 2019 | 19:30 WIB
Pasangan Milenial Ingin Tekan Konsumsi Listrik, Ini Triknya
Konsumsi listrik berpengaruh terhadap pembangunan negara. (Shutterstock)

Suara.com - Pasangan Milenial Ingin Tekan Konsumsi Listrik, Ini Triknya

Konsumsi listrik merupakan salah satu pengeluaran wajib yang dikeluarkan pasangan yang sudah menikah.

Nah, pasangan milenial yang merasa konsumsi listriknya masih boros, bisa mengikuti trik berikut ini.

Tumiran, Pakar Bidang Kelistrikan sekaligus anggota Dewan Energi Nasional menyebutkan, konsumsi rumah tangga memang tengah mengalami tren penurunan.

Hal ini menurutnya terjadi akibat banyaknya peralatan rumah tangga yang hemat energi, mulai dari lampu LED, pendingin ruangan, mesin cuci, kulkas, dan sebagainya.

"Sekarang rumah tangga sudah banyak gunakan peralatan yang lebih efisien di bidang energi. Bayangkan, lampu LED cuma 20% konsumsi listriknya dibanding lampu konvensional, begitu pula dengan tv plasma, dan lainnya," ujar Tumiran.

Di sisi lain, Executive Vice President Corporate Communication and CSR PT PLN (Persero) I Made Suprateka mengatakan konsumsi listrik merupakan salah satu faktor pembangunan negara.

Indikator kemajuan ekonomi suatu negara diukur dari konsumsi energi per kapita. Dengan mengoptimalkan listrik yang tersedia, melalui pemanfaatan untuk produktivitas dan melalui pemerataan listrik ke seluruh wilayah Indonesia, maka ekonomi Indonesia akan semakin meningkat,” paparnya, dalam siaran pers yang diterima Suara.com.

Peralatan listrik hemat energi untuk tekan konsumsi listrik. (Dok. Suara.com)
Peralatan listrik hemat energi untuk tekan konsumsi listrik. (Dok. Suara.com)

Upaya Produktif Dorong Konsumsi Listrik

baca juga

Tingkat konsumsi listrik Indonesia terus menunjukkan kemajuan yang signifikan setiap tahunnya. Tahun 2016 konsumsi listrik Indonesia mencapai 956 kWh per kapita. Sementara di tahun 2018 lalu konsumsi listrik di Indonesia sudah menembus 1.064 kWh per kapita.

Kemajuan peningkatan konsumsi listrik itu sendiri menjadi cermin kinerja maksimal PLN dalam menerangi Nusantara. Kinerja PLN pun secara tak langsung tercermin dalam data yang dirilis hasil survei Ease of Doing Business yang digelar World Bank.

Lonjakan peringkat itu sendiri, tak lain berkat keberhasilan PLN membangun jaringan pembangkit, transmisi listrik dan gardu induk di seantero Indonesia.

"Sejak tahun 2015 telah dibangun lebih dari 35 ribu Megawatt pembangkit, 14.400 kilometer sirkuit jaringan transmisi serta 56 ribu Mega volt Ampere Gardu Induk di seluruh Indonesia. Dengan demikian terjadi kenaikan supply listrik dari pembangkit-pembangkit yang telah dibangun yang telah memasuki masa operasional (COD). Keberhasilan itu di antaranya yang membuat peringkat Getting Electricity Indonesia saat ini meningkat pesat dibanding 5 tahun silam, dari peringkat 101 ke peringkat 33 dari 190 negara yang disurvei oleh World Bank," jelas Made.

Tumiran, yang juga menjabat Guru Besar Bidang Kelistrikan di Universitas Gadjah Mada, memberikan saran peningkatan konsumsi listrik dengan upaya yang produktif. Antara lain dengan membuat peta jalan pengembangan industri nasional.

"Negara harus tumbuh maka harus menciptakan lapangan kerja berbasis produktivitas demi meningkatkan konsumsi listrik. Caranya dengan membuat road map pengembangan industri," tutur Tumiran.

Karena itu Made Suprateka juga menegaskan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan berbagai industri yang membutuhkan pasokan listrik, apabila didukung oleh meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional, maka sejalan dengan tekad pemerintah meningkatkan efisiensi di berbagai sektor, dan juga pasokan listrik yang semakin optimal, penurunan harga jual listrik juga mulai diimplementasikan secara perlahan.

Pada Februari 2019, Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan insentif berupa diskon kepada pelanggan R-I VA RTM (Rumah Tangga Mampu) mulai 1 Maret 2019, bagi 21 juta pelanggannya.

Insentif ini diberikan karena adanya efisiensi pada golongan ini, selain terjadinya penurunan harga minyak dan kurs dolar. Dengan insentif ini, pelanggan golongan R-I 900 VA RTM hanya membayar listrik Rp1.300 per kilowatt hour (kWh) dari tarif normal Rp1.352 per kWh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Cara Modern Melatih Komitmen Milenial Bersedekah

3 Cara Modern Melatih Komitmen Milenial Bersedekah

Lifestyle | Jum'at, 22 Maret 2019 | 19:05 WIB

Penuh Hiburan Edukatif, Ini Saluran Televisi Khusus Milenial

Penuh Hiburan Edukatif, Ini Saluran Televisi Khusus Milenial

Lifestyle | Senin, 18 Maret 2019 | 16:04 WIB

3 Kiat Sukses Berwirausaha Bagi Para Milenial

3 Kiat Sukses Berwirausaha Bagi Para Milenial

Lifestyle | Kamis, 28 Februari 2019 | 16:10 WIB

Terkini

Laba Operasional BABY Meledak 271%, Integrasi MTI-EGI Baru 56%

Laba Operasional BABY Meledak 271%, Integrasi MTI-EGI Baru 56%

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 21:05 WIB

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:01 WIB

DPR Restui KAI Impor Kereta Bekas untuk KRL Jabodetabek

DPR Restui KAI Impor Kereta Bekas untuk KRL Jabodetabek

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:52 WIB

Donald Trump Serang Jurnalis Saat Sidang Umum PBB: Anda Seharusnya Tak Ada di Sini

Donald Trump Serang Jurnalis Saat Sidang Umum PBB: Anda Seharusnya Tak Ada di Sini

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:45 WIB

Masuk 100 Perusahaan Terbesar Fortune Indonesia, InJourney Raih Fastest Growing by Growth in Profit

Masuk 100 Perusahaan Terbesar Fortune Indonesia, InJourney Raih Fastest Growing by Growth in Profit

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 20:33 WIB

4 Low pH Cleanser Berbahan Probiotic Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Kering

4 Low pH Cleanser Berbahan Probiotic Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Kering

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 20:30 WIB

Antrean Solar Sumsel Belum Reda, Kebutuhan 2,8 Juta KL Hanya Dialokasikan 650 Ribu KL

Antrean Solar Sumsel Belum Reda, Kebutuhan 2,8 Juta KL Hanya Dialokasikan 650 Ribu KL

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 20:21 WIB

Dari Lapangan Bola Sao Paulo ke Dunia Fashion, Havaianas x KidSuper Hadirkan Koleksi Sandal Unik

Dari Lapangan Bola Sao Paulo ke Dunia Fashion, Havaianas x KidSuper Hadirkan Koleksi Sandal Unik

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 20:16 WIB

Pasokan KRL PT INKA Terlambat, Dirut KAI Buka-bukaan di DPR

Pasokan KRL PT INKA Terlambat, Dirut KAI Buka-bukaan di DPR

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Ada Retakan di Rangka Bawah, PT KAI Tarik Kembali 7 Rangkaian KRL Buatan INKA

Ada Retakan di Rangka Bawah, PT KAI Tarik Kembali 7 Rangkaian KRL Buatan INKA

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

×