Inspirasi Belajar Sambil Bermain Demi Masa Depan Ribuan Anak Korban Gempa

Vania Rossa

Jum'at, 04 Oktober 2019 | 18:33 WIB
Inspirasi Belajar Sambil Bermain Demi Masa Depan Ribuan Anak Korban Gempa
JIS Membantu Pendidikan Anak Korban Gempa di Lombok Timur. (Dok. JIS)

Suara.com - Bencana gempa bumi pada Juli 2018 menyisakan trauma mendalam pada warga Lombok Timur, khususnya anak-anak usia di bawah 6 tahun. Sebagai wilayah terluas di Nusa Tenggara Barat, kawasan ini memiliki sekitar 400 lokasi Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Anak Usia Dini yang menangani sekitar 16.000 anak. Dan separuh dari jumlah seluruh sekolah itu mengalami kerusakan.

“Lebih dari 200 sekolah TK dan PAUD terdampak bencana tahun lalu. Walau masih ada trauma, anak-anak masih antusias untuk melakukan kegiatan belajar di bangunan sementara maupun tenda-tenda. Beberapa bangunan permanen juga sudah berdiri, tetapi anak-anak sempat mengeluh panas karena tidak ada kipas angin,” kata Drs. Suka, MPd, Kepala Balai Pengembangan PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Nusa Tenggara Barat.

Meski terdengar seperti keluhan sederhana, anak-anak di wilayah bencana sesungguhnya mengalami problem yang jauh lebih berat sehingga sulit menerima pelajaran.

JIS Membantu Pendidikan Anak Korban Gempa di Lombok Timur. (Dok. JIS)
JIS Membantu Pendidikan Anak Korban Gempa di Lombok Timur. (Dok. JIS)

Bagi Tarek Razik, Head of School Jakarta Intercultural School, kondisi yang dialami oleh para anak korban bencana di Lombok merupakan panggilan agar tim Jakarta Intercultural School dapat bertindak. Ia pun mengirim Greg Zolkowski, Community Educational Outreach Coordinator JIS dan tim ke lokasi bencana di Selong, Nusa Tenggara Barat, pada akhir September lalu.

“Periode TK dan PAUD merupakan masa kritis bagi anak-anak untuk mengembangkan ketrampilan kognitif, kompetensi sosial, emosi serta kesehatan mental. Ini adalah pondasi bagi mereka untuk meraih sukses saat dewasa. Karena itu, JIS tergerak untuk membuat para murid kembali bersemangat dalam belajar melalui workshop bagi para guru. Dalam misi ini, JIS membawa tim khusus yang mengajarkan para guru TK dan PAUD di Lombok Timur agar dapat memotivasi anak belajar melalui bermain atau learn through play,” ujar Razik.

Tarek menambahkan, bermain adalah salah satu cara penting bagi anak dalam menggali ketrampilan dan kemampuan berpikir. Anak pun dapat terlibat aktif secara fisik dan mental dalam pengalaman ini sehingga mereka dapat berekspresi, merasakan tantangan baru serta mencari tahu lebih jauh tentang lingkungan di sekitarnya. Dan kegiatan ini merupakan rangkaian dari upaya JIS untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

JIS Membantu Pendidikan Anak Korban Gempa di Lombok Timur. (Dok. JIS)
JIS Membantu Pendidikan Anak Korban Gempa di Lombok Timur. (Dok. JIS)

Namun tantangan mengajak anak belajar sambil bermain di lokasi pasca-bencana cukup besar. “Guru-guru di Lombok kesulitan menemukan alat bermain yang memadai. Karena itu, tim JIS menginspirasi para guru setempat agar lebih kreatif memanfaatkan benda maupun barang bekas dari lingkungan sekitar yang tetap bisa digunakan untuk menggali kemampuan anak dalam proses belajar. Mereka bisa menyentuh dan merasakan langsung benda-benda, seperti kayu, daun-daun kering, botol atau barang bekas lain. Workshop ini dilakukan dengan perspektif bahwa guru-guru di wilayah bencana ini tidak memiliki sumber daya apapun di lapangan,” ujar Greg.

Sebanyak 30 guru dari 20 sekolah TK dan PAUD menghadiri workshop yang digelar oleh Greg dan tim, bekerja sama dengan Direktorat PAUD & Pendidikan Masyarakat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Greg menilai, workshop ini berhasil menginspirasi para guru untuk dapat memotivasi anak-anak agar terlibat dalam proses belajar yang menyenangkan. Hal ini terlihat dari berbagai testimoni yang ia peroleh setelah acara. Acara ini juga melibatkan Allyson Pulls Dharmadji, guru PAUD yang telah berpengalaman selama lebih dari 25 tahun di Jakarta Intercultural School, Theresia Puji Suryanti, pengajar di JIS, serta Fransisca Yuliasari dan Supriyanti, Assitant Teacher di Elementary School, JIS.

baca juga

“Saya suka pelajaran memanfaatkan barang-barang bekas menjadi permainan serta bermain peran dengan alat-alat sederhana. Saya akan menerapkan model pembelajaran aktif dan lebih peka lagi menggunakan bahan dari alam di sekitar untuk pembelajaran,” ujar salah satu peserta.

Suka juga menambahkan, “Workshop satu hari ini sangat menarik bagi para guru dan kami berencana mengadopsi teknik-teknik yang dipelajari untuk disebarkan kepada para guru lain yang menangani ribuan murid di Lombok Timur.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Bijak Persiapkan Dana Pendidikan Anak

Cara Bijak Persiapkan Dana Pendidikan Anak

Press Release | Senin, 08 Juli 2019 | 14:53 WIB

30 Ribu Anak Indonesia Dapat Beasiswa Rp 11 M dari Tokopedia, Grab dan OVO

30 Ribu Anak Indonesia Dapat Beasiswa Rp 11 M dari Tokopedia, Grab dan OVO

Lifestyle | Kamis, 13 Juni 2019 | 17:09 WIB

Lewat Yayasan RBM, 700 Anak Kurang Mampu Dapatkan Pendidikan Layak

Lewat Yayasan RBM, 700 Anak Kurang Mampu Dapatkan Pendidikan Layak

Lifestyle | Senin, 03 Juni 2019 | 11:11 WIB

Terkini

Kode Kerlingan Mata Teddy ke Prabowo di Podium: Gue Ini Presiden, Ted...

Kode Kerlingan Mata Teddy ke Prabowo di Podium: Gue Ini Presiden, Ted...

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Arc Raiders dan The Finals Resmi Diadaptasi Jadi Film dan Serial TV

Arc Raiders dan The Finals Resmi Diadaptasi Jadi Film dan Serial TV

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Telkomsel Bakal Jualan Aset Kripto, Jajaki Integrasi dengan FLOQ

Telkomsel Bakal Jualan Aset Kripto, Jajaki Integrasi dengan FLOQ

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:07 WIB

10 Pilihan Shade Lipstik Mirabella Colorfix, dari Nude hingga Bold

10 Pilihan Shade Lipstik Mirabella Colorfix, dari Nude hingga Bold

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Kegaduhan Gaji ASN Lewat KDMP Bukti Bobroknya Koordinasi di Kabinet Gemuk

Kegaduhan Gaji ASN Lewat KDMP Bukti Bobroknya Koordinasi di Kabinet Gemuk

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Inilah Enam Kado untuk Santri Jateng di HSN 2026, dari Beasiswa hingga Pesantren Aman

Inilah Enam Kado untuk Santri Jateng di HSN 2026, dari Beasiswa hingga Pesantren Aman

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Panjat Patung Gubernur Suryo, Demonstran di Surabaya Desak Prabowo-Gibran Lengser

Panjat Patung Gubernur Suryo, Demonstran di Surabaya Desak Prabowo-Gibran Lengser

Jatim | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Review Lupin Part 1: Drama Thriller Kriminal Prancis yang Penuh Kejutan!

Review Lupin Part 1: Drama Thriller Kriminal Prancis yang Penuh Kejutan!

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Klaim Swasembada Bukan Omon-Omon, Andre Rosiade Tantang Pengkritik Cek Gudang Bulog

Klaim Swasembada Bukan Omon-Omon, Andre Rosiade Tantang Pengkritik Cek Gudang Bulog

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Rilis Masterpiece, LNGSHOT Lantunkan Pujian Tertinggi untuk Pujaan Hati

Rilis Masterpiece, LNGSHOT Lantunkan Pujian Tertinggi untuk Pujaan Hati

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:51 WIB

×