Ultah ke-7, Limonia Kampanyekan Bahaya Merkuri pada Kosmetik

Ferry Noviandi
Ultah ke-7, Limonia Kampanyekan Bahaya Merkuri pada Kosmetik
Limonia Beauty Center [dokumentasi pribadi]

Limonia juga menyerahkan bantuan donasi sekaligus menghibur orang-orang yang sedang dirawat di rumah singgah.

Suara.com - Merkuri atau yang disebut juga sebagai air raksa menjadi senyawa yang paling banyak terdapat di berbagai jenis kosmetik. Sayangnya, banyak orang yang belum mengerti bahaya akan merkuri.

Merayakan ulang tahunnya yang ketujuh, klinik kecantikan Limonia menggelar kegiatan sosial sekaligus edukasi kepada masyarakat tentang bahaya kandungan merkuri pada produk perawatan kecantikan.

Baru-baru ini, Limonia mengunjungi rumah Singgah Respek Peduli Lampung dan memberikan pemahaman serta edukasi kepada para penghuni rumah singgah. Para dokter di klinik Limonia mengungkapkan kalau  penggunaan merkuri pada kosmetik terbukti berbahaya dan dilarang di berbagai negara.

"Tidak hanya untuk kulit yang terpapar, bahan kimia tersebut dengan mudah akan diserap kulit dan masuk ke dalam aliran darah," kata dr Olivia Julia dalam keterangan persnya.

"Merkuri bersifat korosif pada kulit. Ini berarti mengoleskan merkuri pada kulit akan membuat lapisan kulit semakin menipis. Paparan yang tinggi terhadap merkuri dapat berupa kerusakan pada saluran pencernaan, sistem saraf, dan ginjal," sambung dr Olivia.

Pada kesempatan itu, Limonia juga menyerahkan bantuan donasi sekaligus menghibur orang-orang yang sedang dirawat di rumah singgah tersebut. Kunjungan tersebut digelar sebagai penutup puncak acara perayaan ulang tahun Limonia.

Sebelumnya juga telah digelar beragam kegitan diantaranya customer gathering, acara seni dan yang tidak kalah penting talkshow tentang bahayanya produk perawatan yang mengandung bahan berbahaya merkuri oleh dr. Olivia Julita, M. Biomed (AAM yang merupakan penggagas berdirinya klinik Limonia.

"Acara seperti ini dapat menjadi kesempatan silaturahmi sekaligus dapat mengedukasi mengenai bahayanya produk perawatan dengan bahan berbahaya yang digunakan tanpa mengetahui kandungannya. Hal itu dapat membahayakan generasi bangsa Indonesia," kata dr. Olivia Julia dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (1/12/2019).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS