Ma'ruf Amin Resmikan Rusunawa Institut Ilmu Al Qur'an Jakarta

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
Ma'ruf Amin Resmikan Rusunawa Institut Ilmu Al Qur'an Jakarta
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin meresmikan rumah susun sewa (Rusunawa) Institut Ilmu Al Qur'an (IIQ) di Pamulang. (Dok : PUPR).

Menurutnya, pendidikan agama di Indonesia masih sangat diperlukan guna memberantas buta aksara Al Qur'an.

Suara.com - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin meresmikan rumah susun sewa (Rusunawa) Institut Ilmu Al Qur'an (IIQ) di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Rusunawa setinggi tiga lantai yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat dengan biaya pembangunan Rp 17,4 miliartersebut memiliki kapasitas 64 unit hunian dan mampu menampung 256 mahasiswi penghafal Al Qur'an.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim saya resmikan Rusunawa Institut Ilmu Al Qur'an (IIQ) di Pamulang," ujar Wapres KH Ma'ruf Amin saat melakukan peresmian Rusunawa IIQ di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (5/3/2020).

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Menteri PUPR Sudirman, Direktur Rumah Swadaya Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR R Jhony Sofyan Subrata, Ketua Umum Yayasan IIQ Ir. H Rully Chairul Azwar, Rektor IIQ Jakarta Prof. Dr. Hj. Huzaemah T Yanggo serta Walikota Tangerang Selatan Airin R.

Peresmian Rusunawa IIQ Pamulang tersebut dilaksanakan secara simbolis dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti oleh Wapres KH Ma'ruf Amin didampingi oleh Staf Ahli Menteri PUPR Sudirman, Direktur Rumah Swadaya Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR R Jhony Sofyan Subrata, Ketua Umum Yayasan IIQ Ir. H Rully Chairul Azwar, Rektor IIQ Jakarta Prof. Dr. Hj. Huzaemah T Yanggo serta Walikota Tangerang Selatan Airin R.

Pada kesempatan tersebut, Wapres KH Ma'ruf Amin menyatakan bahwa pemerintah tetap fokus dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya generasi muda Indonesia. Untuk mewujudkan generasi muda Indonesia yang berdaya saing, pemerintah berupaya memberikan dukungan dalam bentuk fasilitas pendidikan seperti Rusunawa dan balai latihan kerja (BLK).

Menurutnya, pendidikan agama di Indonesia masih sangat diperlukan guna memberantas buta aksara Al Qur'an. Untuk itu, dirinya berharap kepada mahasiswi IIQ untuk terus meningkatkan prestasi akademik dan non akademis sehingga dapat meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional.

"Saya yakin IIQ dapat menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya sehat cerdas tapi juga memiliki manfaat bagi masyarakat melalui pendidikan Al Qur'an. Saya harap para mahasiswali dan lulusan IIQ dapat menjadi tokoh-tokoh perempuan yang akan menjadi melakukan perbaikan dari segala segi yang dibutuhkan bangsa dan negara ke depan.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Provinsi Banten Indra menjelaskan, berdasarkan informasi yang ada, Rumah Susun Yayasan Institut Ilmu Al Qur'an (IIQ) dibangun di Jalan Mohammad Toha No. 31Pamulang Timur Pamulang Tangerang Selatan, Banten. Rusunawa tersebut dibangun untuk menggantikan asrama mahasiswi IIQ yang ludes terbakar beberapa waktu lalu.

Anggaran pembangunan Rusunawa setinggi tiga lantai ini adalah Rp 17,4 Milyar. Untuk memberikan kenyamanan bagi para santriwati penghafal Alqur'an, pihak Kementerian PUPR membangun 64 unit hunian dengan tipe 24 meter persegi

Setiap unit hunian telah dilengkapi dengan meubelair seperti tempat tidur tingkat, lemari pakaian, meja dan kursi belajar, wastafel dan kamar mandi. Kapasitas untuk setiap hunian adalah empat orang santriwati.

"Rusunawa ini dibangun oleh SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Banten pada tahun 2019 lalu dengan anggaran senilai Rp 17,4 Milyar. Kami harap bangunan ini dapat bermanfaat sebagai tempat tinggal para penghafal Al Qur'an di Indonesia," harapnya.

Salah seorang penghuni Rusunawa IIQ Shofwah Fahazehru mengungkapkan dirinya dan teman-temannya sangat senang bisa tinggal di hunian vertikal tersebut. Menurutnya, bangunan Rusunawa tersebut sangat nyaman untuk ditempati karena telah dilengkapi dengan meubelair.

"Kalau di asrama yang lama kami menempati satu ruangan untuk 12 orang. Tapai kalau di sini kami hanya berempat saja dan sudah ada tempat tidur, meja belajar dan kamar mandi di dalam kamar. Jadi kami lebih mudah untuk fokus dalam memghafal Al Qur'an," terangnya.

Sementara itu salah seorang penghuni Rusunawa lainnya Lulu Nurdzakiyah mengungkapkan bahwa dirinya berharap Kementerian PUPR bisa menambah satu unit lagi Rusunawa di kampus tersebut. Pasalnya saat ini ada satu asrama lagi yang kondisinya sangat memprihatinkan karena usia bangunan yang sudah tua.

"Kualitas bangunan Rusunawa IIQ yang dibangun Kementerian PUPR ini sangat bagus. Saya harap Kementerian PUPR bisa menambah Rusunawa lagi untuk IIQ," harapnya. 

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS