Kemensos Pulangkan 51 Pekerja Migran Indonesia, Negatif Covid-19

Fabiola Febrinastri

Kamis, 16 April 2020 | 16:18 WIB
Kemensos Pulangkan 51 Pekerja Migran Indonesia, Negatif Covid-19
PMI telah menjalankan Rapid Test Covid-19 yang diadakan oleh Kemensos pada 13 April 2020. (Dok : Kemensos)

Suara.com - Sebanyak 51 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus, Jakarta, dipulangkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos), setelah diberikan Rapid Test dan menunjukkan negatif Covid-19. Kemensos bekerja sama dengan lintas sektor menangani kedatangan 114 PMI yang dideportasi dari Malaysia, dengan tunduk pada protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19

"Sesuai arahan Menteri Sosial, Juliari P. Batubara, Kemensos bekerja sama dengan lintas sektor menangani kedatangan 114 Pekerja Migran Indonesia yang dideportasi dari Malaysia, dengan tunduk pada protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan melaksanakan Rapid Test yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan," kata Kepala Sub Direktorat Korban Perdagangan Orang, Dian Bulan Sari, Jakarta, Kamis (16/4/2020).

Para pekerja tersebut diantar ke Bandara Soekarno-Hatta menggunakan kendaraan Kemensos, untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke daerah masing-masing.

Pemulangan tahap I pukul 00.15 WIB untuk tujuan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 1 PMI, tujuan Surabaya sebanyak 27 PMI dan tujuan Lombok sebanyak 13 PMI. Pemulangan tahap II pukul 07.00 WIB tujuan Surabaya sebanyak 11 PMI. Total pemulangan hari ini sebanyak 51 PMI.

Dian menyampaikan, selama di perjalanan, PMI harus tetap mematuhi peraturan.

“Selama di perjalanan harus tetap memakai masker dan tetap jaga jarak,” katanya.

Ia berharap, para PMI tidak ada niat untuk kembali bekerja di luar negeri. Jika memang ingin bekerja di luar negeri, harus mengikuti prosedur resmi dari pemerintah.

Dian pun menyampaikan amanah dari Kemensos berupa uang saku untuk di perjalanan, masing- masingsebesar Rp 250 ribu.

“Kementerian Sosial memberikan bekal di perjalanan. Mungkin bisa membeli buah tangan untuk orang tua atau beli mainan untuk anaknya,” ucap Dian.

baca juga

Sebelumnya, para PMI dari Kuala Lumpur Malaysia ini tiba di RPTC Bambu Apus pada 9 April 2020, pukul 22.28 WIB. Mereka diantar dari Bandara Soekarno-Hatta dengan menggunakan Bus Damri, moda transportasi yang telah bekerja sama dalam hal pemulangan PMI.

Direktur Jenderal Rehabilitas Sosial, Harry Hikmat sempat mengunjungi mereka, sekaligus berdialog dengan pada 10 April 2020. Harry mengajak para PMI berdialog seputar pengalaman mereka selama bekerja di Malaysia maupun pengalaman mereka ketika berada di tahanan Imigrasi.

Ia memberikan motivasi bagi mereka, agar menjalani masa karantina dengan mengikuti aturan yang berlaku di RPTC Bambu Apus dan memberikan penguatan, agar mereka menjalani semua proses dengan ikhlas.

Selama di RPTC Bambu Apus, para PMI telah menjalani proses rehabilitasi. Layanan rehabilitasi tersebut dalam bentuk advokasi informasi tentang migrasi yang benar sesuai prosedur resmi pemerintah, trauma healing dan terapi kelompok yang diberikan oleh pekerja sosial.

Selain itu, para PMI juga melaksanakan senam dan berjemur setiap pagi, selanjutnya diberi sosialiasasi tentang perdagangan orang, korban tindak kekerasan.

Mereka pun telah menjalankan Rapid Test Covid-19 yang diadakan oleh Kemensos pada 13 April 2020. Berdasarkan hasil Rapid Test, semua PMI dinyatakan negatif Covid-19.

Mereka PMI pun diberikan sosialisasi pencegahan pandemi Covid-19, mulai dari pemakaian masker, menjaga kebersihan dan kesehatan diri hingga arahan pemerintah untuk melakukan physical distancing.

Kemensos juga melakukan penyuluhan tentang pentingnya menjaga daya tahan tubuh untuk mencegah terpapar Covid-19. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan gizi seimbang dan istirahat yang cukup.

Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Permenko PMK) No 3 tahun 2016 tentang Peta Jalan Pemulangan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Indonesia bermasalah, proses pemulangan PMI ini merupakan kerjasama antara Kementerian Sosial dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesi (BP2MI), tentu berkoordinasi juga dengan Kementerian Luar Negeri.

Berdasarkan Permensos No. 30 tahun 2017 tentang pemulangan Warga Negara Migran Korban Perdagangan Orang dari Negara Malaysia ke Daerah Asal, tertuang bahwa tujuan pemulangan WNI M KPO untuk mengembalikan mereka ke daerah asal dan mempersatukan kembali dengan keluarga, masyarakat dan lingkungan sosialnya. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertama Kali! Pasien Sembuh Corona RI Capai 102, Totalnya Jadi 548 Orang

Pertama Kali! Pasien Sembuh Corona RI Capai 102, Totalnya Jadi 548 Orang

News | Kamis, 16 April 2020 | 16:17 WIB

Imbas PSBB di Jakarta, Penumpang Angkot Makin Sepi

Imbas PSBB di Jakarta, Penumpang Angkot Makin Sepi

Foto | Kamis, 16 April 2020 | 16:14 WIB

Resmi! Pemerintah: Puncak Wabah Corona Bulan Mei, Capai 95.000 Orang

Resmi! Pemerintah: Puncak Wabah Corona Bulan Mei, Capai 95.000 Orang

News | Kamis, 16 April 2020 | 15:55 WIB

Tri Rismaharini: Penumpang Pesawat Harus Mandi Begitu Sampai di Surabaya

Tri Rismaharini: Penumpang Pesawat Harus Mandi Begitu Sampai di Surabaya

Video | Kamis, 16 April 2020 | 15:52 WIB

Corona Mengintai Mbah Surip, Tidur di Pos Kamling karena Rumah Kebanjiran

Corona Mengintai Mbah Surip, Tidur di Pos Kamling karena Rumah Kebanjiran

News | Kamis, 16 April 2020 | 15:47 WIB

Banyak Pendaftar Mengundurkan Diri, RSUD Wates Kekurangan Tenaga Medis

Banyak Pendaftar Mengundurkan Diri, RSUD Wates Kekurangan Tenaga Medis

Jogja | Kamis, 16 April 2020 | 15:45 WIB

Terkini

CISDI Dorong Harga Minuman Manis Naik Minimal 20 Persen lewat Cukai

CISDI Dorong Harga Minuman Manis Naik Minimal 20 Persen lewat Cukai

News | Minggu, 13 September 2026 | 19:13 WIB

Tangerang 10K Meriah, Semarang Bersiap Jadi Etape Selanjutnya

Tangerang 10K Meriah, Semarang Bersiap Jadi Etape Selanjutnya

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 19:03 WIB

4 Shio Diprediksi Paling Hoki setelah 14 September 2026, Hidup Makin Mudah

4 Shio Diprediksi Paling Hoki setelah 14 September 2026, Hidup Makin Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 18:55 WIB

Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026

Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:54 WIB

Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap

Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:50 WIB

Tutorial Menghitung Volume dan Luas Permukaan Tabung Tanpa Tutup

Tutorial Menghitung Volume dan Luas Permukaan Tabung Tanpa Tutup

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 18:48 WIB

Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?

Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 18:45 WIB

Cara Merawat Kulit Berjerawat agar Tetap Sehat dan Skin Barrier Terjaga

Cara Merawat Kulit Berjerawat agar Tetap Sehat dan Skin Barrier Terjaga

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 18:42 WIB

Logam Mulia Masih Berpeluang Naik, Harganya Diramal Capai Rp2,75 Juta

Logam Mulia Masih Berpeluang Naik, Harganya Diramal Capai Rp2,75 Juta

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:37 WIB

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:30 WIB

×