Pentingnya Ekowisata untuk Industri Pariwisata di Indonesia

Fabiola Febrinastri

Rabu, 22 Juli 2020 | 10:55 WIB
Pentingnya Ekowisata untuk Industri Pariwisata di Indonesia
Ilustrasi pariwisata. (Dok : Istimewa)

Edukasi ecowisata yang kurang
Banyak komunitas desa tidak mengetahui pentingnya lingkungan untuk kelangsungan hidup dan ekonomi mereka. Pemboman ikan masal masih terjadi di desa-desa. Penebangan pohon secara illegal juga menghasilkan kekeringan air. Untuk itu edukasi ecowisata sangat penting diterapkan baik untuk agen wisata, para wisatawan, maupun penduduk desa.

Kepunahan budaya
Para wisatawan seringnya tidak menghormati adat yang ada. Seperti yang terjadi pada suku Baduy. Mereka baru saja meminta kepada pemerintah untuk menutup pariwisatanya secaara permanen. Menurut sumber, adanya pembangunan warung liar menyebabkan banyaknya sampah yang berkeliaran.

Bagaimana cara liburan bijak agar tidak merusak lingkungan?
Memilih agen wisata yang ramah lingkungan
Jika kamu membeli tur dari agen pariwisata pastikan agen kamu menerapkan ekowisata di paketnya. Misalnya, dengan tidak memprint itinerary, menerapkan bebas plastik selama tur, menggunakan bahan alami atau berkelanjutan, dan lainnya.

Memilih destinasi yang menerapkan ekowisata
Kamu siap berangkat? Lakukan riset terlebih dahulu. Apakah akomodasi
yang kamu pilih ramah lingkungan? Apakah mempunyai kegiatan dengan
komunitas desa?

Contohnya seperti sebuah pulau terpencil di Sulawesi, Togo Eang Ecolodge, di Taman Nasional Kepulauan Togean misalnya, menggunakan tema berkelanjutan pada bangunannya dan juga menggunakan listrik dari tenaga surya dan air yang dikoleksi dari air hujan.

Semua tur yang ditawarkan juga mengajak desa untuk mengikuti aktifitas ekowisata. Contohnya eksplorasi hewan endemic Togean Tarsier yang dapat ditemukan di habitat alami nya.

Mentaati peraturan dan adat setempat
Pastikan kamu mengetahui peraturan setempat dan bersikap sopan ketika berkunjung ke tempat wisata. Apalagi jika tempat wisata tersebut juga ditempati oleh penduduk di kawasan tersebut.

Menjaga alam dan mengikuti kegiatan konservasi alam dan hewan
Tidak membuang sampah sembarangan, ini adalah yang terpenting untuk menjaga alam. Banyak trip perjalanan yang berkomitmen kepada konservasi, seperti contohnya sebumi, mengadakan perjalanan dengan tema Zero Waste Journey. Jadi tidak hanya liburan tapi juga ikut menjaga alam dari kerusakan akibat industri pariwisata.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Erlina Beberkan Pemicu Kasus Corona RI Melesat di Atas China

Dokter Erlina Beberkan Pemicu Kasus Corona RI Melesat di Atas China

News | Selasa, 21 Juli 2020 | 16:55 WIB

Jokowi Ingin Pelacakan Penderita TBC Bersamaan dengan Tes Covid-19

Jokowi Ingin Pelacakan Penderita TBC Bersamaan dengan Tes Covid-19

News | Selasa, 21 Juli 2020 | 11:21 WIB

Jokowi: Penderita TBC di Indonesia Ketiga Tertinggi di Dunia

Jokowi: Penderita TBC di Indonesia Ketiga Tertinggi di Dunia

News | Selasa, 21 Juli 2020 | 10:51 WIB

Positif Corona di Indonesia Salip China, Begini Kata Pakar Epidemiologi

Positif Corona di Indonesia Salip China, Begini Kata Pakar Epidemiologi

News | Senin, 20 Juli 2020 | 12:23 WIB

7.008 Anak Indonesia Positif Corona, 1,6 Persen di Antaranya Meninggal

7.008 Anak Indonesia Positif Corona, 1,6 Persen di Antaranya Meninggal

News | Senin, 20 Juli 2020 | 10:51 WIB

Rekor Baru! Jumlah Kasus Positif Corona di Indonesia Hari Ini Lampaui China

Rekor Baru! Jumlah Kasus Positif Corona di Indonesia Hari Ini Lampaui China

News | Sabtu, 18 Juli 2020 | 19:26 WIB

Terkini

Isu Kesepakatan dengan Oman di Tengah Perang, Iran Semakin 'Kuat' di Selat Hormuz

Isu Kesepakatan dengan Oman di Tengah Perang, Iran Semakin 'Kuat' di Selat Hormuz

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:41 WIB

Sering Melihat Kilatan Cahaya atau Bercak Hitam? Kenali Tanda Gangguan pada Retina

Sering Melihat Kilatan Cahaya atau Bercak Hitam? Kenali Tanda Gangguan pada Retina

Health | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Rahasia Teknologi i-DM JETOUR T1 dan T2 yang Mampu Melaju Lebih dari 1200 Kilometer

Rahasia Teknologi i-DM JETOUR T1 dan T2 yang Mampu Melaju Lebih dari 1200 Kilometer

Otomotif | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Ulasan The Yellow Wallpaper, Ketika Kisah Horor Tak Selalu Tentang Hantu

Ulasan The Yellow Wallpaper, Ketika Kisah Horor Tak Selalu Tentang Hantu

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Rupiah Perkasa di Tengah Pelemahan Dolar AS, Dibuka Menguat ke Rp17.912

Rupiah Perkasa di Tengah Pelemahan Dolar AS, Dibuka Menguat ke Rp17.912

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:28 WIB

7 Lipstik Transferproof untuk Bibir Kering, Nyaman Dipakai Tahan hingga 16 Jam

7 Lipstik Transferproof untuk Bibir Kering, Nyaman Dipakai Tahan hingga 16 Jam

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:25 WIB

Wamensos Cek Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Probolinggo, Kuansing dan Polewali Mandar

Wamensos Cek Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Probolinggo, Kuansing dan Polewali Mandar

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:24 WIB

IHSG Masih Nyaman di Level 6.300 Pagi Ini, PTRO Bisa Dilirik

IHSG Masih Nyaman di Level 6.300 Pagi Ini, PTRO Bisa Dilirik

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Kronologi Prabowo Ngaku Siap Jadi Mediator Korsel Hingga Ditolak oleh Korea Utara

Kronologi Prabowo Ngaku Siap Jadi Mediator Korsel Hingga Ditolak oleh Korea Utara

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Negosiasi Iran Berlanjut, Harga Minyak Dunia Terkoreksi ke Bawah 80 Dolar AS per Barel

Negosiasi Iran Berlanjut, Harga Minyak Dunia Terkoreksi ke Bawah 80 Dolar AS per Barel

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:16 WIB

×